Beranda > News > Isu Pertentangan Sunni Syiah di Irak

Isu Pertentangan Sunni Syiah di Irak

Isu Pertentangan Sunni Syiah di Irak

Pasca eksekusi Saddam Husein, media-media Barat dan juga sejumlah media Arab yang terkait dengan Barat sangat gencar memunculkan isu pertentangan Sunni-Syiah di Irak. Saddam, mantan diktator Irak yang pernah membantai ratusan ribu warga Sunni Halabja, Kurdi, dalam operasi Al-Anfal tahun 1988, tiba-tiba diposisikan sebagai pahlawan Sunni, hanya gara-gara ia divonis hukuman mati akibat kejahatannya membantai 148 warga Syiah di Desa Ad-Dujail; atau karena pemerintahan di Irak saat ini di bawah kendali kelompok Syiah.

Sedemikian gencarnya propaganda media Barat itu sampai-sampai banyak kalangan muslim di Indonesia ikut-ikutan termakan isu tersebut. Kolom opini Republika edisi hari ini menurunkan tulisan yang menyatakan bahwa banyak informasi yang diungkap dalam banyak media Arab dan tokoh-tokoh Sunni Irak serta fakta yang diangkat konsorsium organisasi Irak yang menyebutkan, tidak kurang dari 1.140 kasus penculikan wanita Sunni terjadi dalam setahun. Sekitar 150 orang dibebaskan, 200 wanita belum diketahui nasib mereka, dan ratusan lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Dituliskan juga bahwa studi ini bahkan menyimpulkan, 85 persen operasi pembantaian terhadap Sunni di Irak dewasa ini terindikasi adanya peran Teheran dalam menyokong milisi yang berkoalisi dengan pasukan Amerika. Mereka menghabisi para kelompok Sunni yang berada di garda terdepan melakukan perlawanan terhadap penjajahan Irak. Dalam catatan studi tersebut tidak kurang dari 1.500 personel dari pasukan pengawal revolusi Iran bergabung dalam milisi Badar, milisi Muqtada Sadr, yakni pasukan keamanan bentukan Kementerian Dalam Negeri dan aparat intelijen Irak.

Sulit bagi kita untuk tidak prihatin dengan tulisan-tulisan semacam ini. Data-data yang dibuat, bukan hanya mengabaikan prinsip konfirmatif, yaitu berupaya mencari informasi dari pihak lain, melainkan malah menutup-nutupi fakta lain yang justru menunjukkan bahwa jumlah warga Syiah yang tewas dan menjadi korban akibat berbagai aksi teror di Irak sejak aksi pendudukan AS ini juga sangat besar. Akan tetapi, kelompok Syiah yang berkuasa di irak, maupun pemerintah Iran, tidak pernah menuding orang-orang Sunni sebagai pelakunya. Menurut Rahbar atau Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran, Ayatullah Al-Uzhma Sayid Ali Khamenei, dalam pidatonya di depan para ulama Sunni dan Syiah Senin lalu, pelaku aksi teror di Irak, bukanlah Sunni atau Syiah, melainkan mereka yang merupakan kaki tangan kaum imperialis yang ingin memecah-belah persatuan ummat Islam.

Sumber: IRIB Bahasa Indonesia

Kategori:News
  1. Januari 22, 2007 pukul 12:35 am | #1

    ini hanyalah muslihat musuh2 Islam untuk memecahbelah umat, disamping adanya amabisi personal org2 Irak untuk secuil kekuasaan…Mudah2an Allah menyingkap slimut kebohongan musuh2 Nya…

  2. Januari 24, 2007 pukul 1:51 am | #2

    smoga Allah mempercepat kedatangan al-Muntadzar al-Mahdi.
    aminn…

  3. Maret 6, 2014 pukul 4:38 pm | #3

    Heya! I realize this is somewhat off-topic
    but I needed to ask. Does managing a well-established website such as yours require a
    massive amount work? I’m brand new to running a blog but I
    do write in my diary on a daily basis. I’d like to start a blog so I can share my experience and feelings online.
    Please let me know if you have any kind of recommendations or tips for brand new aspiring bloggers.

    Appreciate it!

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 189 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: