Beranda > Hikmah > Obrolan Santai Suni-Syiah

Obrolan Santai Suni-Syiah

 

Obrolan Santai Suni-Syiah

 

Oleh: Warsono*

 

 

Dialog santai ini adalah FIKTIF, karya saya sendiri… Sekedar untuk menggambarkan perbedaan Suni – Syiah, dengan santai … Biar nggak usah, pusing-pusing…Tidak dimaksudkan untuk detil2 amat…

Dialog santai antara Ahmad (A), seorang Suni dan Al-Baqir (B), seorang Syiah, di kantin.

A: Eh, Al-Baqir kamu kok Syiah, sih? Syiah kan sesat… Mbok ikut Suni saja yang lurus..
B: Lho, justru menurut saya kamulah yang sesat, ikuti Syiah saja… ini jalan yang lurus..

DASAR KEBENARAN
A: Iya, yah… Nggak mungkin kamu ikut Syiah kalau kamu pikir tidak benar,
kalau gitu kita dialog santai saja. Apa dasarnya Syiah itu benar? Kalau Suni kan jelas,
“umat Islam akan pecah jadi 73, yang benar adalah Ahlu Sunah”.
B: Oh, pasti ada dong, hadis Nabi “Ahlul Bait adalah laksana bahtera Nuh,
siapa yang masuk ke dalamnya dia akan selamat”

QURAN BEDA?
A: Oh, gitu yah? Hadis ini kok jarang saya dengar… Terus ini yang penting,
kalau kamu Islam kok pakai Quran yang lain dengan kami?
B: Tidak, itu fitnah! Quran kami sama dengan kamu. Kalau memang beda, gampang kok
membuktikannya. Datang ke rumah saya, apa Qurannya beda? Cari buku tafsir orang Syiah,
apa ayat2nya beda? Sekarang kan zaman informasi, kalau beda gampang buktikannya,
misalnya kunjungi website Syiah, ada banyak sekali, apa ada ayat Qurannya beda?
A: Tapi katanya ada ulama Syiah yang bilang Quran sekarang tidak asli?
B: Iya memang ada, tapi itu bukan pendapat yang sahih. Lagian yang ngomong gitu, juga
nggak mbuktikan Quran yang asli itu kayak apa? Tidak usah dianggap… Kalau memang
beda, tentu Iran akan mencetak Quran versi Syiah sendiri ke seluruh dunia, kan Iran negara
Islam Syiah?

TAQIYAH
A: Ah, jangan-jangan kamu ngomong gitu untuk taqiyah… Orang Syiah nggak bisa
dipercaya, karena suka taqiyah, sih…
B: Jangan begitu, orang Syiah itu juga punya akhlaq. Kalau misalnya ajaran agamanya
mengajarkan untuk bohong ya agama itu nggak aku ikutin. Pastilah semua agama juga
menjunjung tinggi kejujuran… Taqiyah itu artinya menyembunyikan keimanan, karena
alasan yang benar, misalnya ancaman jiwa. Seperti istri Fir’aun, dia menyembunyikan
keimanan dihadapan Firaun, meski kemudian ketahuan.
A: Tapi seharusnya dalam kondisi apa pun, kita harus menunjukan kebenaran…
B: Untuk alasan yang keselamatan misalnya, kita boleh pura2, seperti dilakukan
oleh Amar bin Yasir ra. Inilah yang disebut taqiyah. Kalau kondisi aman, beribadah bebas,
semua orang boleh bicara tanpa intimidasi, apa gunanya taqiyah.
A: Masuk akal, tapi kayaknya saya nggak sreg, jadi orang Islam kan harus berani…
B: Iya, tapi kalau akibatnya umat Islam menjadi lemah, bagaimana?

RUKUN IMAN & ISLAM
A:Ohya, apa Syiah punya rukun Iman & Islam sendiri?
B: Iya, kami menamakan agak berbeda, yaitu Usuludin dan Furu’udin. Usuludin ada 5, yaitu
Tauhid, Adalah (Keadilan Allah), Nubuwah (Kenabian), Imamah dan Qiyamah. Berbeda sedikit
dengan rukun Iman versi Suni, yaitu pada Imamah. Kalau yang lain relatif sama, hanya
istilahnya beda.
A: Kalau Suni menggunakan khilafah, tapi itu tidak masuk kedalam rukun Iman… Terus iman
kepada Kitab, Malaikat, dan Taqdir kok nggak masuk?
B: Oh, tentu kami percaya dengan Kitab, dan Malaikat tetapi itu bagian dari keyakinan dari
Tauhid dan Nubuwah. Sedang Taqdir, kami menekankan kepada Adalah, keadilan Allah dalam
taqdir…
A: Terus Furu udin, apa itu?
B: Ya hampir sama dengan Rukun Islam, tapi kami lebih banyak karena ada tambahan lain,
yaitu khums, jihad, amar ma’ruf nahi munkar.
A: Oh, begitu… Cuma khums kok nggak dikenal ya dalam Suni?
B: Memang agak berbeda, khums kalau Suni masuk dalam zakat. Yaitu zakat barang tambang,
rampasan perang, itu 1/5 (khums), . Tapi di Syiah, tidak hanya barang tambang, tetapi setiap
keuntungan, termasuk kelebihan pendapatan selama setahun (seperti zakat profesi), dikenai 1/5
A: Wah banyak juga, yah… Kalau Suni hanya 2.5% saja….

MADZHAB FIKH

A: Terus cara shalat, puasa apa sama?
B: Secara umum samalah, seperti subuh 2 rakaat, maghrib 3 rakaat, dll… Gerakannya juga sama dari takbir hingga salam… Namun ada beda pada detil, misalnya waktu berdiri tangan tidak sedekap, tapi lurus. Kita mengikuti fikh madzhab Ja’fari…
A: Apaan tuh fikh ja’fari, kok tidak ikut madzhab 4 saja?
B: Yah, kalau kaum Suni punya 4 madzhab Hanafi, Syafii, Maliki dan Hambali… Kami punya madzhab Ja’fari.
Madzhab ini mengikuti pendapat Ja’far Shadiq salah satu Imam Syiah.
A: Ja’far Shadiq? Kok kaya nama salah satu wali songo ya?
B: Oh, benar… Banyak keturunan Nabi SAW memiliki nama Ja’far Shadiq, di antaranya adalah wali songo penyebar Islam di tanah Jawa, beliau juga keturunan Nabi SAW.
A: Tapi Ja’far Shadiq hidup pada zaman siapa?
B: Beliau hidup hampir bersamaan dengan Imam Abu Hanifah, dan Imam Malik. Malah konon Imam Abu Hanifah dan Imam Malik pernah berguru kepada Ja’far Sadiq. Sehingga terkenal kata2 Imam Abu Hanifah, “Kalau tidak karena 2 tahun (bersama Imam Ja’far), maka celekalah Nu’man (nama Abu Hanifah)”…
A: Oh, gitu? Ternyata saling berguru ya? Seperti juga Imam kaum Suni, Imam Syafi’i pernah berguru kepada Imam Malik, dan Imam Ahmad pernah berguru kepada Imam Syafii… Ternyata ke-5 Imam madzhab saling berdamai, ya? kenapa umatnya saling bertikai?
B: Entahlah… Orang sekarang makin sulit toleransi, beda pendapat sedikit saja, dibilang “Aqidah kita berbeda, engkau bukan saudaraku”
A: Iya, kayaknya lebih mudah menyatukan anak kecil bertengkar, ya? Padahal shalatnya menghadap kiblat yang sama, membaca Quran yang sama, naik haji juga ke tempat yang sama..
B: Tapi syukurlah, sudah mulai banyak yang menginginkan persatuan kayak Ikhwanul Muslimin… Dari Syiah, kemarin presiden Iran dateng ke Indonesia untuk silaturahmi… Saya bersyukur, kamu masih mau silaturahmi sama saya… meski tahu saya Syiah.
A: Oh, bagaimana pun, kamu Saudara saya dalam Islam…

AHLUL BAIT NABI SAW

B: Boleh tanya, kami kaum Syiah sering menyebut sebagai madzhab Ahlul Bait, sebenarnya
kamu tahu nggak Ahlul Bait…
A: Memang agak jarang kami membahas Ahlul bait dalam kajian-kajian Suni… Tapi setahu saya,
ahlul bait maknanya banyak… Ada yang mengartikan keturunan Ali, ada yang mengartikan ya seluruh umat Islam ini Ahlul bait Nabi… Kalau menurut Syiah bagaimana?
Apa sih pentingnya ahlul bait?
B: Bagi kami, konsep ahlul bait justru merupakan pilar dari ajaran Syiah. Sebagaimana hadis nabi, “Sesungguhnya aku tinggalkan padamu dua perkara yang amat berharga (tsaqalain),
yang pertama adalah Kitab Allah, dan yang kedua adalah Ahlu baitku”. Hadis ini sahih, lho… Soalnya diriwayatkan diantaranya oleh Muslim.
A: Lho, bukannya dua perkara itu Al-Quran dan Sunahku? Itu setahu saya…
B: Ya, memang ada… tetapi kami lebih memilih hadis dengan ahlul bait ini… Bagi kami ahlul bait nabi
bukan sekedar keluarga Nabi, tetapi adalah yang kami jadikan anutan, dan kami cintai. Kami ingin
menjadi kelompoknya…
A: Wah, bukannya itu kultus individu, Nabi SAW kan tidak suka dikultusindividukan…
B: Bukan kultus individu, tetapi memang itu perintah Allah dan Rasul.. seperti hadis tadi itu…
A: Apa ada perintah Allah untuk mencintai ahlul bait Nabi? setahu saya tidak ada…
B: Ada, misalnya di surah Asy-syura: 23, “Katakanlah : Aku tidak meminta dari kalian sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kasih sayang terhadap keluarga (al-qurba) “. Kami menafsirkan Al-Qurba adalah Ahlul bait Nabi… Menurut Syiah, Ahlul bait itu adalah ahlul kisa, yaitu Fatimah, Ali, Hasan dan Husain… dan keturunan mereka…
A: Kalau menurut kami keluarga, ya keluarga dalam arti umum. Okelah, memang kita disuruh mencintai ahlul bait Nabi SAW, karena hadisnya cukup banyak… Tapi, kok bisa2nya Syiah berpendapat Ahlul bait itu suci, tidak punya dosa, seperti nabi saja… Ini kan tidak masuk akal?
B: Menurut saya tidak mustahil kok orang biasa dosanya sedikit, sepanjang dia selalu menjaga diri.. Nah,
menurut kami Ahlul Bait Nabi itu selain menjaga diri, juga memang dijaga oleh Allah SWT dari segala noda..
A: Apa dasarnya?
B: Ada, surat Al-Ahzab ayat 33, “Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya”. Ini artinya Ahlul bair dijaga Allah…
A: Ah, kami nggak menafsirkan seperti itu…
B: Ya, nggak apa-apa… Kita lanjutkan lain kali saja deh…

AHLUL BAIT (2)
A: Ohya, lanjutkan ya ngobrol kemarin masalah ahlul bait… Apa benar orang Syiah menyembah
Ali dan keturunannya atau ahlul Bait?
B: Ah, ya nggak dong… Ajaran kita kan sama TAUHID, artinya mengesakan Allah, hanya menyembah
Allah, kalau membuat sekutu kan syirk.
A: Terus kenapa kamu sering dikatakan menyembah Ahlul bait?
B: Nggak tahu, ya? Barangkali karena kami memang mencintai dan membela ahlul Bait Nabi SAW…
Tapi itu kan perintah Allah dan Rasul. Jadi menurut kami, kecintaan kepada Ahlul Bait adalah
karena kecintaan kepada Rasul, kecintaan kepada Rasul adalah karena cinta kepada Allah..
A: Sebenarnya, kami kaum Suni juga mencintai Ahlul Bait Nabi, bukankah kita dianjurkan untuk
banyak-banyak shalawat dan bunyi salawat salah satunya ” wa aali Muhammad”…
B: Benar, sebenarnya kita juga sama2 mencintai ahlul bait Nabi SAW sebagaimana salawat tadi…
A: Saya pengin tahu lebih lanjut mengenai kecintaan kepada Ahlul Bait… Bagaimana riwayat mereka
kenapa orang syiah seneng sekali memperingati Hari Asy-Syura…
B: Kalau kita baca sejarah ahlul Bait Nabi memang penuh dengan pelajaran. Al-Hasan, cucu Nabi SAW,
mementingkan perdamaian dengan Muawiyah, demi persatuan kaum Muslimin. Al-Husein, juga cucu kesangan Nabi SAW, bersama dengan sekitar 70an orang dibantai oleh orang-orang Islam juga di Karbala… Ini yang menyedihkan…Inilah mengapa orang-orang Syiah selalu mengenang kejadian ini… Sebagai bukti
kesetiaan kami terhadap Ahlul Bait, sebagaimana perintah Rasul untuk mencintai dan membela mereka…
A: Saya juga tahu sejarah mereka, hanya kami tidak memperingati sampai gitu-gitu amat?
B: Ya, itu terserah keyakinanmu, tetapi bagi kami memperingati kejadian bersejarah adalah salah satu
bukti kecintaan kami kepada mereka… Bukankah, hal biasa misalnya kamu memperingati hari kelahiran,
pernikahan atau kematian saudaramu? Apalagi dengan panutanmu…
A: Iya, lah… Memang jujur saja… Saya tidak begitu mengenal tokoh-tokoh Ahlul bait… Siapa saja selain
Hasan dan Husein… Kalau ini sudah kami kenal…
B: Terutama mereka adalah Ali Zainal Abidin, Muhammad Al-Baqir, Ja’far Ash-shadiq… ini yang menjadi
pendiri fikh ja’fari, terus Musa Al-Kaziem, Ali Ar-Rida, Muhamad al-Jawad, Ali Al-Hadi, Hasan al-askari, dan Muhamad Al-Mahdi…
A: Terima kasih, menambah daftar orang shaleh yang biasa dikenal di kalangan ahlu Sunah, seperti
Imam Hanafi, Imam Ahmad, Syafi’i, Al-Ghazali, Ibn Taymiah, Ibn Hazm, Imam Asy’ari… saya juga
mengenal Ash-Shadiq, Zainal Abidin, Al-Kazim….
B: Saya sangat bersyukur kalau mau mengenal tokoh-tokoh ahlul bait, karena mereka termasuk pelita
umat… selain ulama2 yang biasa kamu kenal…
A: Iya deh, tapi tidak untuk disembah…
B: heh, siapa yang nyembah?
A: Bercanda… Allahumma shali ala Muhammad wa aali Muhammad
B: Allahumma shali ala Muhammad wa aali Muhammad…

AHLUL BAIT (3)

A: Masih penasaran nih dengan Ahlul Bait… Kalau jelas bahwa mencintai Ahlul bait adalah kewajiban umat Islam, mengapa kok kurang populer di kalangan Ahlu Sunah? Sehingga kita harus shalawat kepadanya, kan?
B: Tidak tahu, ya? Tapi dalam hadis Muslim, Rasulullah mengingatkan 3 kali, “Aku ingatkan kalian akan Ahlul Baitku”… Mungkin karena sejarah. Orang yang menjadi Syiah, adalah merupakan nista, “aib”, dianggap kelompok pemberontak… Nah, salah satu ciri orang Syiah adalah kecintaan terhadap Ahlul Bait.
A: Tapi setahu saya, kalangan nahdliyin juga sangat menghormati kalangan Ahlul Bait Nabi… Kalau ada habaib, keturunan Nabi SAW, mereka sering minta doa kepada mereka… Sehingga Gus Dur pernah bilang NU itu Syiah kultural…
B: Ya, kalangan NU mengenal Ahlul Bait Nabi, sehingga banyak disebut dalam shalawat-salawat mereka… Juga mereka banyak mengamalkan zikir-zikir karya para habaib, seperti Ratib Al-Hadad, Simtud-Durar, dll.
A: Ohya, saya pernah baca buku kalau nggak salah “Rumah Suci Keluarga Nabi”, berisi sejarah dan ajaran penghulu Ahlul Bait itu karya orang Suni madzhab Syafi’i…
B: Betul, ada juga buku-buku Abdullah bin Nuh yang banyak menceritakan kisah-kisah Ahlul Bait Nabi…
A: Ohya, saya tahu juga kalau di kalangan tasauf, tokoh-tokoh seperti Imam Ja’far, Ali Zainal Abidin, Muhamad Al-Baqir, dll banyak dikenal. Apa memang mereka pengikut tasauf?
B: Mereka memang rujukan ajaran Islam, termasuk tasauf, kami menyebutnya Irfan. Ajaran rohani mereka memang menonjol… sehingga kebanyakan kalangan tasauf bersanad dengan mereka…
A: Baiklah, saya akan coba mempelajari sejarah dan ajaran mereka, seperti siapa sih Zainal Abidin, Muhamad Al-Baqir, di samping mempelajari ulama-ulama kami Imam Syafi’i, Al-Ghazali, Ibnul Qayim… Ohya, ngomong-ngomong nama kalangan ahlul bait kok kayaknya khas ada nama dan gelar?
B: Ya, itu kebiasaan kami, seperti Muhammad “Al-Mustafa”, Fatimah “Az-Zahra”, Ali “Zainal Abidin” atau “As-Sajad”, Muhammad “Al-Baqir”…
A: OK, thank, nice to talk with you… Assalamu’alaikum
B: Alaikum salam, nice to meet you, too…

(bersambung)

Sumber: Forum Studi Islam

*Penulis adalah Pengelola Web http://soni69.tripod.com/.

Kategori:Hikmah
  1. Desember 12, 2008 pukul 8:35 am

    Semoga kita bisa terus menjalin ukhuwah Islamiyah.

  2. v3
    Maret 1, 2009 pukul 6:27 am

    Tp saya koq msh ragu dengan syiah… tata cara sholatnya g’ngikutin yg dicontohkan Rosulullah???

    Wallahu a’lamu bish shawab

    • Maret 31, 2010 pukul 11:41 am

      sholat yang dicontohkan Rasul itu seperti apa ? menurut anda sebagaimana yang anda kerjakan dan menurut syiah .. ya sebagaimana yang ia kerjakan .. karena kita gak pernah ketemu sendiri dg Rasul .. cukup dari riwayat ( hadist ) jadi paling baik dan benar saling menghormati antara syiah dan sunni gak usah ribut .. Allah kelak yang akan menjadi hakim yang kita perselisihkan mana yang terbaik masuk sorga lantai 1 yang salah sedikit masuk sorga lantai 2.. bukankah yang salah berijtihaj mendapat satu pahala .. Wassalam / dari Sunni yg gak fanatik golongan

  3. Maret 1, 2009 pukul 5:35 pm

    emang yang PASTI ngikutin contoh Rasulullah itu siapa?

  4. Juni 11, 2009 pukul 3:38 pm

    obrolan santai tapi berisi, sangat bermanfaat trutama untuk orang seperti saya yang kurang ilmu Islam

  5. cuplis
    September 10, 2009 pukul 9:18 am

    mari kita murnikan sunnah Rasul…. jangan berlebihan, ngeyel mencari pembenaran seperti Syi’ah,….na’udzubillahmindzalik

    ingatlah…bahwa Rasulullah dan keturunan Beliau tidak ada yang menginginkan diri-Nya dikultus dan diperlakukan seperti seorang raja, tidak ingin diperlakukan sbg manusia mulia yang tanpa dosa, tidak ingin ada manusia yang mencabuk diri sebagai bentuk ungkapan kesetiaan kepada Beliau. saya yakin, Rasulullah dan turunan_Nya akan murka kepada aliran SYi’ah ini yang telah bersikap BERLEBIHAN….LEBAY gitu lo, kacian de lo, semoga Allah menyelamatkanmu….

    semoga kita diselamatkan dari kesesatan

    • September 10, 2009 pukul 12:41 pm

      aduh..duh..mas santai aja kali kalau ngobrol dengan saya. Ndak usah marah gitu. hehehehe…

    • adi myusup
      September 25, 2009 pukul 7:18 am

      setujuuuuuuuuuuuuuuuuuuu………………….

      • September 25, 2009 pukul 4:04 pm

        Setuju dengan apa?

    • abu syamil
      Desember 9, 2009 pukul 10:47 am

      yang menyimpang itu pasti ada apakah itu di suni demikian juga di syiah, melihatnya harus objektif , syiah itu juga terbagi, dan suni juga terbagi jaga di pukul rata.

      • Desember 9, 2009 pukul 11:37 am

        Ada orang2 syiah yang ekstrem, ada juga orang sunni yang ekstrem.

    • Mei 16, 2011 pukul 6:29 am

      siapa juga yang menganggap rasulullah itu raja bro….( RASULULLAH itu NABI ) cm ya karna kita para pecinta Ahlul Bayt itu ya wajar lah kalau terlalu sedikit berlebihan dalam pandangan cintanya kepada beliau as….krn kita tdk mendapatkan pada zaman nya….ya otomatis dengan setulus hati kita mencintainya….INGAT BRo….! Rasulullah itu pemberi SYAFAAT loh….gw aja pribadi merasa masih kurang, dan mencoba terus…terus,,,terus…lebih mencintai RASULULLAH dan KELUARGANYA…..ALLAH SWT aja selalu bershalawat kpd RASULULLAH…masa ky saya, anda dll mls bershalawat…..OK BRO…sekali lagi kalau menggali ILMU AGAMA tolong jangan pernah memutuskan secera sepihak ( telan mentah2 )….harus terus di ASAH deg cara pandang dan cara berfikir ENTE…..Afwan…malu saya kl ada tanggapan disertai pula kata2 LEBAY…takutnya berbalik pada dirisendiri yg ga terasa…wasalam

  6. adi myusup
    September 25, 2009 pukul 7:22 am

    oh..maaf semangat teuing

  7. iwanma
    November 19, 2009 pukul 3:07 pm

    ane mau naya istri nabi ahlul bait bukan

    • November 19, 2009 pukul 4:49 pm

      Sepengetahuanku, bukan.

  8. nobi-chan
    Desember 11, 2009 pukul 1:14 am

    thanx…obrolan yang bijak. sedikit berbeda bukankah itu indah.

    • Desember 14, 2009 pukul 4:14 am

      Perbedaan itu sebuah keniscayaan. Hanya saja kita juga harus dewasa dalam menyikapi perbedaan tersebut.

  9. selvi
    Desember 22, 2009 pukul 8:26 am

    setuju bgt…… hRuz saLing mengHargai he….

    bTw perbedaan waktu sHolat kog gak dJelasin hehe….. mau tau doNk.

    Tks

  10. Arif Guawan
    Mei 1, 2010 pukul 3:09 am

    alhamdulillah,.. obrlan yg positif,… baik untuk mempersatukan umat islam,..

  11. lulu atika balguis
    Juni 28, 2010 pukul 10:56 am

    selama berpegang pd alquran,slama meng esa kan dzat yg maha baik,tdk perlu menonjolkan perbedaan terlalu extrem,agama ku untuk ku,agama mu untuk mu,jd mari sama2 merapatkan barisan,menguatkan tali silahturahmi,biar dzat yg maha hebat saja yg menyalahkan,dan membenarkan mahluk cipta an nya,

    • Juni 28, 2010 pukul 6:03 pm

      Mari kita berpegang pada tali Allah…

      Pada Sen, 28 Jun 2010 06:56 EDT

  12. entol
    Agustus 20, 2010 pukul 7:27 am

    seorang isalam yang baik adalah muslim yang mau mendengarkan, kemudian apa yang didengarkan itu difikirkan. silahkan timbang sendiri,, hasil akahirnya serahkan kepada Allah, semoga kita diberikan hidayahNya

  13. fikhi
    Oktober 15, 2010 pukul 4:12 am

    bagi saya semua orang islam bersaudara yang membedakan cuma sedikit tata cara dalam beribadahNya….namun yang pasti kita harus mengenal siapa tuhan kita nabi kita dan iman zaman kita, kita jagan menghakimi satu sama lain sesama umat muslim biarakan Allah SWT yang menentukan…..!!!

    • Islam sejati
      April 18, 2011 pukul 8:37 am

      setuju…..Jgn kita hny melihat perbedaan itu kita saling mengkafirkan sesama Muslim…….Selama Kitab,Nabi kita sama kta adalah saudara mari kta luruskan perbedaan itu seperti Nabi Muhamad SAW mengajarkan kepada Para sahabat dan Umatnya beginilah Islaqm diturunkan ke muka bumi untuk seluruh Umat manusia.

  14. Desember 17, 2010 pukul 9:52 am

    mengapa di facebook saya tidak ada obrolan

    • Desember 24, 2010 pukul 1:08 am

      mang pake browser apa?

  15. Mei 16, 2011 pukul 6:41 am

    Barakallah…untuk A…anda sudah mendapatkan banyak ilmu yang diberikan oleh B…..
    untuk B…terus maju…GALILAH ILMU untuk berdakwah berjuang dalam pengenalan Ajaran dari NABI MUHAMMAD saww dan KELUARGA ( AHLUL BAIT ) beliau as……semoga anda senantiasa terus beradda dalam limpahan rahmat dan karuniaNYA…..SELAMAT BERJUANG SOB….wasalam….HAIDAR RAGIL

  16. Oktober 25, 2011 pukul 5:50 am

    bagus pesan dan dialognya…semoga kita semua terus berada di jalan yg Allah ridhoi…

  17. MIFTAHUDDIN
    Februari 4, 2012 pukul 10:18 am

    Ya. Perbedaan telah banyak membawa korban, tapi kita ada karena beda. Kita juga tidak ingin hidup sendirian dibumi yang bukan milik kita. Mustahil kita mewujudkan semua jadi homogin. Semau madzhab pastinya adalah benar tapi tidak mungkin 100%. Sebab kebenaran mutlaq hanya Allah dan RosulNya. Yang sudah disepakati oleh semua madzhab adalah bagian terbesar itulah yang benar, dan yang beda itu hanya bagian kecil, hanya sedikit ! Mari kita lebih berhati hati dalam bicara dan meyakini bagian kecil, sedikit yang belum disepakati kebenarannya oleh semuanya. Demi kebangkitan Islam mari kita biasakan membicarakan perbedaan masing masing secara intern, mari kita fahami bersama kena apa perbedaan yang kita miliki tidak mudah diterima oleh yang lain. Lebih baik kita susun konsep kebangkitan Islam serempak, bersama dan secepatnya dari pada sibuk dengan nafsu expansi madzhab. Karena kita bukan abdi madzhab. Kita abdi Allah. Cukup bagi kita Allah dan RosulNya menjadi pemersatu.

  18. September 2, 2012 pukul 7:08 am

    Saudaraku.. kita sebagai sesama muslim umat Nabi Muhammad SAW marilah saling mendoakan sesama umat muslim, bila diantara kita salah jalan dalam pemahaman semoga Allah SWT mengampuni dan memberikan petunjuk jalan kebenaran .. Aamiin YRA.

  19. Penerang
    Oktober 30, 2012 pukul 7:09 am

    yang memberikan petunjuk ALLAH SWT dan yang melaksanakan kita agar manusia memilih ajaran yang benar jangan yang sesat

Comment pages
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 201 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: