Beranda > Tulisan Orang > Keesaan Tuhan

Keesaan Tuhan

Keesaan Tuhan

Oleh: Ar Budi Prasetyo*

Meskipun Ke-esaan Tuhan bukanlah monopoli pandangan Islam, tetapi ada ciri tertentu yang membedakan dengan keyakinan lainnya. Esa dalam pengertian khas Islam adalah bahwa Tuhan itu satu hakiki, berdiri sendiri, tiada bersekutu, tiada berbatas dan sederhana.

Satu artinya tak terbilang, namun satu ini masih memiliki dua bagian: satu hakiki dan satu kesatuan (I’tibari). Satu hakiki dalam perspektif Islam hanyalah milik Allah Yang Maha Suci. Sedang satu kesatuan merupakan sifat yang melekat pada makhluk (ciptaan), ambillah contoh manusia “A” meski dia disebut satu tetapi realitasnya tersusun dari kesatuan sel, jaringan, organ dan lain sebagainya yang membentuk satu kesatuan. Dengan kata lain satu I’tibari adalah kesatuan yang diapit oleh keumuman dan kekhususannya. Selain itu, satu hakiki tidak mengandung rangkapan, meskipun proton yang tak dapat dipecah sampai hari ini, ia masih memiliki rangkapan. Ia terangkap dari panjang, lebar, dtebal, dan sebagainya.

Perbedaan keyakinan Yahudi (yang meyakini monoteisme), Ke-Esaan Tuhan khas Yahudi adalah esa kesatuan. Ahmad Salaby mengatakan agama Yahudi meyakini monoteisme akan tetapi keesaan dalam pengertian Yahudi adalah esa kesatuan, karena Tuhan Yahudi adalah Tuhan yang berbentuk, bertubuh (tajsim), bertempat (tasybih) dan Tuhan yang berbilang. Ayatullah Ja’far Subhani menceritakan dalam bukunya, bahwa pandangan tajsim dan tasybih ini disusupkan juga oleh Yahudi yang memeluk Islam ke dalam ajaran Islam. Diceritakan ordo kuno bernama Hasyawiyah dinilai paling longgar dalam memasukkan periwayatan yang terkontaminasi ajaran Israiliyah, dari sekte ini muncullah paham Mujasimmah dan Musyabihah yang meyakini keesaan Allah seabgai esa kesatuan bukan esa hakiki. Sebagaimana keyakinan Yahudi muncullah pandanga bahwa Allah berbentuk dan menyerupakan Allah dengan makhluknya, meskipun begitu kelompok ini sering pula mengajukan argumen bahwa bentuk Allah tidak sama dengan makhluk dan manusia diharamkan membayangkannya, akan tetapi ada keyakinan bahwa ada kesamaan antara struktur manusia dengan Tuhannya padahal melalui Al-Qur’an Allah menolak pandangan itu, “Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia.” (QS. Asy-Syura: 11)

Kekhasan pandangan Islam yang lain adalah Tuhan berdiri sendiri bahwa dia tidak bersebab, artinya, Tuhan tidak mempunyai sebab atas keberadaan-Nya. Diceritakan Bertrand Russel awalnya meyakini keberadaan Tuhan, ia meyakini bahwa keberadaan ini merupakan hasil ciptaan Tuhan. Belakangan ia bertanya, “Lalu siapa yang menciptakan Tuhan?” Saat tak berhasil menemukan jawabannya ia akhirnya memutuskan untuk tidak mengakui adanya Tuhan, ia menggantikan keyakinannya bahwa asal muasal seluruh keberadaan di jagat alam ini adalah materi, bukan Tuhan. Muhsin Qiroati pernah bertanya padanya, “Lalu siapa yang menciptakan materi?” Russel menjawab, “Materi sudah ada sejah dahulu kala.” Muhsim Qiroati tidak puas, “Tuhan juga sudah ada sejak dahulu kala, mengapa tuan tidak meyakini Tuhan yang keberadaannya memiliki perasaan dan telah eksis sejak dahulu kala, malah tuan meyakini keberadaan berjuta-juta materi, yang semuanya itu tidak memiliki perasaan?”

Omiyaneh
Politeisme memiliki pandangan yang unik, bahwa semesta ini diatur oleh banyak Tuhan. Mereka tidaklah saling bermusuhan dan bertengkar, Tuhan saling berkompromi untuk tidak memasuki dan mengganggu privasi masing-masing, tujuannya adalah para tuha ini ingin mengajarkan kebajikan dan saling penghargaan agar ditiru ciptaannya. Bahkan ada yang berpendapat agak konyol, mungkin Tuhan menduplikasikan diriNya yang masing-masing menciptakan agama di muka bumi dengan menurunkan firmanNya masing-masing. Pandangan semacam ini oleh Ayatullah Murtadha Muthahhari diistilahkan sebagai omiyaneh (kebodohan), yakni sebuah pandangan yang berdasar pada dua rumus koki masa yang rusak, sebab kalau untuk satu masakan ada dua koki maka keduanya akan saling bertabrakan. Begitu pula dengan alam semesta, kalau ada dua atau lebih Tuhan maka kehendaknya akan saling bertentangan, kalau dikatakan saling berkompromi bisa jadi pada satu waktu terjadi pertentangan.

Berbicara tentang bukti keesaan Allah sebenarnya Islam telah merampung persoalan ini, melalui bimbingan Rasul Saw dan para Imam Ahlulbayt, dan tidak menyisakan sedikitpun keraguan terhadap Keesaan Tuhan. Mengingat sempitnya ruang yang ada kami hanya akan mengambil beberapa argumen saja.

Kesatuan Aturan Alam
Program alam ini adalah satu program, yakni seluruh keberadaan, satu sama lain, baik dalam satu zaman atau tidak saling terikat dan berhubungan. Yang sezaman diikat degnan efek-efek sebab akibat yang nyata, yang tidak sezaman diikat dengan hubungan siap menyiapkan. Seandainya ada dua atau lebih Tuhan, alam semesta ini tidak terjadi kesaling hubungan, dan dapat dipastikan alam semesta ini akan hancur. Misalkan ada dua program terhadap keberadaan matahari, satu Tuhan menghendaki maujud sedang yang lain tidak. Tidak terbayang apa yang terjadi.

Menyoroti Sisi Akibat
Bukti Keesaan Tuhan yang lain adalah menyoroti sisi akibat jika alam semesta ini diatur oleh dua atau lebih Penguasa. Kalau salah satu Tuhan dari dua Tuhan menciptakan benda bergerak, maka ada dua kemungkinan bagi Tuhan lainnya. Menghentikannya atau tidak menghendaki apapun. Kalau yang terjadi kemungkinan kedua maka Dia tidak mampu menghentikannya, mungkin Tuhan tidak mampu melakukan sesuatu?” Sedangkan jika yang terjadi adalah kemungkinan pertama akan muncul beberapa asumsi:

Pertama, Kehendak keduanya terjadi, jika demikian ada dua hal yang kontradiktif saling bertemu, satu ingin bergerak yang lainnya ingin menghentikannya. Maka yang terjadi adalah kehancuran lantaran ditekan oleh dua kekuatan.

Kedua, Kehendak keduanya sama-sama tidak terjadi, berarti benda tersebut mengalami kebinasaan ia akan sepi dari diam dan bergerak, maka benda tersebut tidak diam juga tidak bergerak.

Ketiga, Kehendak salah satu Tuhan terjadi, jika demikian ada salah satu Tuhan yang kehendaknya tidak terjadi, atau Tuhan tidak mampu mewujudkan keinginan-Nya. Hal ini mustahil tidak ada istrilah tidak mampu bagi Tuhan. Atau menguatkan salah satunya tanpa nilai lebih dengan kata lain melebih kuatkan salah satunya tanpa nilai lebih. Misalkan kehendak Tuhan A terjadi berarti Tuhan B kalah atau diungguli, padahal keduanya memiliki kehendak dan kekuasaan yang sama. Inipun juga tidak mungkin. Kemustahilan didasarkan melebihkan sesuatu atas yang lain tanpa nilai lebih adalah mustahil (tarjih bila murajjah, batil), bisakah disebut Tuhan jika Tuhan itu tidak memiliki kekuasaan dan kemampuan?

Argumen Kenabian
Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib kw menjelaskan tentang argumen keesaan Tuhan, kata beliau, “Seandainya memang terdapat Tuhan lain (selain Tuhan yang Tunggal), tentu Dia juga akan mengutus para Nabi dan menunjukkan jejak serta tanda-tanda kekuasaannya. Apabila Tuhanmu memiliki sekutu, niscaya engkau akan ditemui para utusan-Nya dan melihat tanda-tanda kerajaan-Nya.” Prof. Muhsin Qiroati memaparkan uraian Imam Ali tersebut, “Anggapan tentang adanya dua atau lebih Tuhan meniscayakan keterbatasan eksistensial masing-masing, yang karenanya menjadikan keduanya sebagai “bukan Tuhan”. Kekuatan yang serba terbatas, yang menuju titik ketiadaan (fana) jelas mustahil disandang Tuhan. Dan jika kedua kekuatan tersebut dikatakan “tidak terbatas”, maka yang ada bukan lagi “dua kekuatan” melainkan satu kekuataan.[]

*Pengurus IJABI Klaten dan Aktivis Komunitas Kaki Lima Asyura

Kategori:Tulisan Orang
  1. pica
    April 10, 2008 pukul 8:02 am

    makasi banget ya bwt artikelnya…

    aku benar2 tertolong dengan adanya artikel ini…

    • Oktober 25, 2009 pukul 3:29 am

      masak sihhhhhhhhhhhhhh????????????

  2. April 10, 2008 pukul 8:22 am

    memangnya Anda tertolong gimana maksudnya?

  3. Oktober 25, 2008 pukul 1:08 pm

    salam hijau hitam!

    sesama kader HMI

    • Oktober 25, 2009 pukul 3:29 am

      maksud lo?????

  4. santy
    November 19, 2008 pukul 7:23 am

    bagimana jika islam digolong-golongkan, apakah itu boleh dan tetap atas nama islam????|

  5. Oktober 25, 2009 pukul 3:28 am

    jalan yang benar bagi manusia..

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 201 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: