Beranda > Tulisanku > Umat Islam Tersesat…!!!

Umat Islam Tersesat…!!!

Umat Islam Tersesat…!!!

 

 

Tulisan ini saya buat, lagi-lagi, lanjutan dari tulisan-tulisan sebelumnya seperti “Kamis Kelabu I“, “Kamis Kelabu II“, dan “Mau Pilih Mana? Kelahiran atau Kematian Nabi

Ketiga tulisan tersebut membahas mengenai tragedi kamis kelabu dimana saat itu Nabi hendak menuliskan wasiat terakhirnya kepada umat Islam agar umat Islam tidak tersesat sepeninggal beliau. Namun spontan Umar, seorang sahabat Nabi, mengatakan, “Nabi sedang sakit keras, ditengah-tengah kita terdapat Kitab Allah (Al-Qur’an) cukuplah itu menjadi pedoman bagi kita.”

Ucapan yang, menurut saya, tidak tepat ditujukan kepada Nabi Saw. Bukankah di dalam Al-Qur’an ada ayat yang berbunyi sangat jelas bahwa kita itu DIPERINTAHKAN untuk menaati Allah dan Rasul-Nya? Menurut penafsiran saya, mau Rasulullah lagi sakit, mau Rasulullah lagi makan, mau Rasulullah lagi berperang, yang namanya perintah beliau itu harus dilaksanakan.

Ok, kita tinggalkan sejenak pembahasan mengenai sosok Umar. Saya akan memfokuskan pembahasan wasiat Nabi tersebut. Apakah Nabi jadi mewasiatkannya? ataukah Nabi memilih untuk tidak mewasiatkannya?

Menurut mumtazanas Nabi jadi menyampaikan wasiat terakhir beliau tersebut. saya yakin akan kebenaran firman Allah bahwa agama ini telah sempurna, Islam tdk akan ditinggal oleh Rasulullah dengan tanda tanya. Lalu kemudian mumtazanas bertanya, “Apa sih wasiat Nabi itu?

Biar lebih jelas apa memang benar Nabi itu jadi menyampaikan wasiat terakhirnya itu atau tidak, alangkah baiknya jika saya menyampaikan riwayat tersebut:

No. 4014

Sa’id b. Jubair reported that Ibn ‘Abbas said: thursday, (and then said): What is this thursday? He then wept so much that his tears moistened the pebbles. I said: Ibn ‘Abbas, what is (significant) about thursday? He (Ibn ‘Abbas) said: The illness of Allaah’s Messenger (sallAllaahu alayhi wa sallam) took a serious turn (on this day), and he said: Come to me, so that I should write for you a document that you may not go astray after me. They (the Companions around him) disputed, and it is not meet to dispute in the presence of the Prophet. They said: How is lie (Allaah’s Prophet)? Has he lost his consciousness? Try to learn from him (this point). He (the Prophet) said: Leave me. I am better in the state (than the one in which you are engaged). I make a will about three things: Turn out the polytheists from the territory of Arabia; show hospitality to the (foreign) delegations as I used to show them hospitality. He (the narrator) said: He (Ibn Abbas) kept silent on the third point, or he (the narrator) said: But I forgot that.

Bagi yang bisa bahasa inggris, mohon diterjemahkan. Riwayat tersebut saya dapatkan dari shahih muslim. Silakan kalau tidak percaya, Anda buka lalu ketika “thursday” di kolom search.

Sebenarnya banyak riwayat mengenai kamis kelabu. Di shahih bukhari juga ada banyak, salah satunya adalah:

No. 2951 – Narrated Said bin Jubair:

that he heard Ibn ‘Abbas saying, “thursday! And you know not what thursday is? After that Ibn ‘Abbas wept till the stones on the ground were soaked with his tears. On that I asked Ibn ‘Abbas, “What is (about) thursday?” He said, “When the condition (i.e. health) of Allah’s Apostle deteriorated, he said, ‘Bring me a bone of scapula, so that I may write something for you after which you will never go astray.’The people differed in their opinions although it was improper to differ in front of a prophet, They said, ‘What is wrong with him? Do you think he is delirious? Ask him (to understand). The Prophet replied, ‘Leave me as I am in a better state than what you are asking me to do.’ Then the Prophet ordered them to do three things saying, ‘Turn out all the pagans from the Arabian Peninsula, show respect to all foreign delegates by giving them gifts as I used to do.’ ” The sub-narrator added, “The third order was something beneficial which either Ibn ‘Abbas did not mention or he mentioned but I forgot.’

Silakan bagi yang ingin mencarinya di shahih bukhari, dengan cara yang sama. Ketik thursday di kolom search.

Tulisan yang saya cetak tebal itu adalah wasiat Nabi. Dari riwayat tersebut, ternyata Nabi jadi menyampaikan wasiatnya. Tetapi perawi mengatakan bahwa wasiat yang ketiga itu lupa. Artinya apa? Artinya bahwa kita (umat islam) tidak mengetahui wasiat Nabi yang ketiga itu apa. Entah apakah ada riwayat lain yang mencantumkan riwayat yang ketiga itu atau tidak. Yang jelas, sepanjang yang saya ketahui, tidak ada satupun riwayat di dalam kitab Ahlulsunnah yang terpercaya yang memuat riwayat kamis kelabu itu secara lengkap, artinya ada wasiat yang ketiga di sana. Mohon diluruskan kalau ternyata saya salah.

Kalau boleh saya menyimpulkan, mohon dikritisi kalau salah, Nabi itu memiliki 3 wasiat agar kita tidak tersesat sepeninggal beliau. Tetapi wasiat yang sampai kepada kita hanya 2 wasiat saja. Itu artinya tidak lengkap, itu jelas. Dikarenakan tidak lengkap, maka kita masih tersesat. Alasannya adalah kita bisa tidak tersesat ketika kita memegang teguh 3 wasiat itu.

Jadi Umat Islam itu sedang tersesat.

wallahu a’lam bishawab.

Ada yang punya pendapat lain?

 

Categories: Tulisanku
  1. Maret 23, 2008 pukul 8:11 pm | #1

    Wah…Mas Ressay ini tidak paham dengan bahasa sindiran ya? Sengaja saya bertanya kpd mas agar berpikir. Adapun bagi Ahlussunnah hal ini tidak tersamar tentang wasiat Rasulullah. Silakan baca link ini:
    http://assalafy.org/artikel.php?kategori=buletin?almanhaj=8

    Agama dibangun diatasa nash bukan prasangka
    ————————-

    Salam wa rahmah,
    Mungkin keterbatasan saya untuk dapat memahami bahasa sindiran Anda. saya mohon maaf jika Anda tidak berkenan dengan hal itu.

    Saya akan mencoba sedikit menanggapi artikel yang Anda link-kan.

    Sebenarnya, wasiat Nabi menurut Ahlulsunnah itu samar, dikarenakan hadits kamis kelabu tersebut diriwayatkan tidak lengkap. Bahwa Nabi meninggalkan 3 wasiat. Namun wasiat yang ketiga tidak disebutkan di dalam periwayatan. Lalu wasiat yang ketiga itu seperti apa? Bukankah masih samar? Bukankah belum jelas? Bukankah tidak lengkap? ketika tidak lengkap, maka jangan-jangan seluruh umat Islam Ahlulsunnah itu sesat?

    Tulisan di assalafy.org itu nampaknya berusaha mengesampingkan riwayat kamis kelabu yang secara jelas sejelas matahari di siang bolong bahwa sebelum meninggal dunia, Nabi itu mewasiatkan 3 hal kepada kita. Tetapi menurut riwayat tersebut yang dibukukan dalam kitab hadits Ahlulsunnah, wasiat yang ketiga itu lupa, gak jelas, gak ada.

    Mengenai perkataan Umar atau sahabat yang menyepakati pendapat Umar itu, menurut saya, bertentangan dengan ayat Al-Qur’an. Apakah mereka tidak memahami isi Al-Qur’an? Katanya sahabat Nabi itu generasi terbaik. Tapi kok ya tidak mengerti satu saja ayat Al-Qur’an tersebut. “Taatilah Allah dan Taatilah Rasul-Nya…..”

    Saya pikir anak SMP saja akan memahami bahwa itu sebuah perintah dan harus dilaksanakan. kita diperintahkan oleh Allah untuk menaati Allah dan menaati Rasul-Nya. artinya itu bersifat wajib. Kalau kita tidak melaksanakan perintah itu, maka kita…..apa hayo silakan jawab.

    Rasulullah telah jelas-jelas memerintahkan kepada orang yang hadir untuk dibawakan kepadanya kertas dan tinta untuk menuliskan wasiatnya. Tetapi ada orang yang nampaknya lebih pintar dari Nabi lalu berkata, “Nabi sedang sakit keras, ditengah-tengah kita terdapat Al-Qur’an. Cukuplah itu menjadi pedoman.”

    Di sana ada dua kubu. Antara Nabi yang menghendaki ada wasiat dari beliau dan kubu yang kedua adalah kubu Umar yang tidak menghendaki penulisan wasiat tersebut karena sudah ada Al-Qur’an sebagai pedoman.

    Mau pilih mana?
    Kalau saya sih lebih memilih Rasulullah yang seorang utusan Allah yang berbicara tidak berdasarkan hawa nafsu melainkan wahyu semata, daripada seorang Umar bin Khattab yang berbicara dengan hawa nafsunya.

    Yang lebih menjijikan lagi dari tulisan di assalafy.org tersebut adalah ketika mengutipkan riwayat dari shahih muslim, “Aku tinggalkan untuk kalian sesuatu yang kalian tidak akan tersesat setelahnya jika kalian berpegang teguh dengannya yaitu kitabullah (al-Al-Qur’an).” (Shahih Muslim)

    Sepanjang yang saya ketahui, hadits di shahih muslim itu tertulis bahwa Nabi meninggalkan Kitab Allah (Al-Qur’an) dan Al-Itrah Ahlulbayt.

    Apakah assalafy.org ini ingin melakukan pentadlisan hadits? Naudzubillah…

  2. Maret 24, 2008 pukul 2:56 am | #2

    Assalamualikum
    kalau saya gak salah ini 3 wasiat nabi tersebut:
    1. Ummati – ummati = pikirkan Ummat yg lain
    2. Annisa – Annisa = pikirkan wanita
    3. Ash-sholah = jaga sholat 5 waktu dan sholat sholat sunnat
    —————————–

    Salam wa rahmah,
    Saya juga pernah mendengar itu. kalau boleh tahu riwayatnya darimana ya saya tidak tahu.
    wassalam.

  3. Maret 24, 2008 pukul 3:08 am | #3

    Assalamualaikum…
    mari sama sama kita buat usaha lagi
    mari kita kembalikan Ummat Islam ke jalan yg benar
    Usaha Dakwah akan mengembalikan Kejayaan Ummat islam
    Insya ALLAH
    ————————-

    Assalamu’alaikum wr.wb
    Mari kita rapatkan barisan Islam ini. Jangan sampai kita terpecah belah.

    Semoga Allah segera mendatangkan pertolongan-Nya.

    wassalam.

  4. Maret 25, 2008 pukul 11:11 am | #4

    Ass. Wr Wb

    Mari kaum Muslimin kita hijrah ke Sistem Moneter Islam dengan mengguanakan Koin Dinar Emas seperti Jaman rasullulah yg terbukti kebal Inflasi dan resesi…
    Pasti anda dan saya sepakat jika ingin Investasinya naik terus , kan dan sangat Liquid kapan dan dimana aja bisa dijual,

    Saya sarankan beli GOLD DINAR, DINAR EMAS beneran, bukan Dinar-dinaran !
    Harga 1 Dinar Des 2006 cuma Rp. 500,000 an
    harga 1 Dinar Juli 2007 sdh Rp. 830,000
    Harga di Akhir Okt 2007 sdh Rp. 980,000
    November akhir 2007 sdh Rp. 1,070,000.-
    januari 2008 sd Rp. 1,190,000.-
    Maret 2008 tembus Rp. 1,3 Jt

    Tidak terhalang Rejim yg berkuasa di suatu negara, nggak pandang situasi ekonomi, apalagi politik…Ini merupakan mata uang terkuat di Alam Semesta, karena Allah yg menjamin…..Ashabul Kahfi tertidur 300 taun masih bisa menggunakan uang peraknya apalagi EMAS , 2000 tahun lebih dipakai sejak jaman Julius Caesar, sebelum Jesus lahir.

    Beli di Dinar Club keuntungannya
    1. Ada sertifikate Aneka Tambang Resmi
    2. Harga bebas PPN 10 % tidak seperti di Antam
    3. Jual beli sesuai harga Emas Dunia, BUKAN KAYA DI TOKO eMAS

    Hubungi Fahmi Idris 0813 1600 4123 atw 021-75902777 atw 021-94209320
    http://www.sellbuydinar.blogspot.com

  5. eskage
    Maret 26, 2008 pukul 3:53 pm | #5

    Hehe….malah jualan. Tapi oke juga. daripada daripada, mendingan jualan saja..
    ———————-

    mksdnya jualan apa?

  6. Maret 26, 2008 pukul 4:09 pm | #6

    Assalamu’alaikum

    MAAF, saya awam, tapi tertarik dengan 3 hal di atas. Kalau keliru, mohon diluruskan, saya memang awam.

    -memikirkan umat yang lain
    -memikirkan wanita
    -menjaga sholat 5 waktu dan sholat sunnah.

    Ketiga hal tersebut adalah hal yang saat ini pada kondisi sangat memprihatinkan.

    - Memikirkan umat lain
    Saat ini, terutama di negeri tercinta ini, hal di atas sudah diabaikan. sebagian besar individu/kelompok, justru lebih mementingkan dirinya sendiri atau kelompoknya.

    - Memikirkan perempuan
    Saat ini, di hampir semua belahan bumi, perempuan/wanita nyaris berkutat dengan dosa. Kok? Lihat saja, cara berpakaiannya, cara bertuturnya, cara berperilakunya, sangat-sangat perlu perhatian khusus.

    - Menjaga sholat 5 waktu
    Negeri Indonesia adalah yang terbanyak umat islamnya. Tapi kalau boleh jujur, hanya beberapa persen saja yang menjalankan sholat 5 waktu dan sholat sunnah secara kontinyu menurut tauladan Rosulullah SAW.

    Jadi, ketiga hal tersebut di atas memang layak untuk di pikirkan dan dibenahi.

    Mohon maaf kalau saya lancang.

    Wassalamu’alaikum.
    ———————————

    Saya sepakat bahwa pada zaman kekinian memang kondisinya seperti itu. Tetapi yang kita permasalahkan di sini adalah apakah benar itu adalah 3 wasiat yang Nabi sampaikan?

  7. amaduq01
    Maret 27, 2008 pukul 2:59 pm | #7

    wah ente bener IJABI nih… ga berubah2. tapi ga papa. It’s ok.
    AJIIIIIIIIIIIIIB
    —————

    wah saya bukan kader IJABI. Tetapi kalau saya kader bahkan pengurus HMI, maka saya jawab lantang, “Iya…!”

    Ya semoga aja kita bisa menjalin ukhuwah Islam di Indonesia ini seperti yang telah dicontohkan kawan-kawan kita di Hamas dan Hizbullah, Palestina dan Iran.

  8. April 3, 2008 pukul 12:12 pm | #8

    Apa maksud anda dengan analogi anak SMP? apakah anda ingin menyimpulkan bahwa Umar kafir atau apa?
    Jika masalah berdosa tidak ada seorang Sahabat yang terlepas dari dosa (ini sudah berkali-kali saya nyatakan)

    Dan dlm rangka memuliakan Sahabat anda harus membawakan posting tentang keutamaan Sahabat, kecuali jika anda memang menuduh mereka telah kafir. Naudzubillah semoga Allah menjelakkan pelakunya.

    Bagaimana dengan hadits ini:
    Dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma, bahwasanya Ali bin Abi Thalib keluar dari sisi Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam ketika beliau sakit menjelang wafatnya. Maka manusia berkata: “Wahai Abal Hasan, bagaimana keadaan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam?” Beliau menjawab: “Alhamdulillah baik”. Abbas bin Abdul Muthalib (paman Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam) memegang tangan Ali bin Abi Thalib, kemudian berkata kepadanya: “Engkau, demi Allah, setelah tiga hari ini akan memegang tongkat kepemimpinan. Sungguh aku mengerti bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam akan wafat dalam sakitnya kali ini, karena aku mengenali wajah-wajah anak cucu Abdul Muthalib ketika akan wafatnya. Marilah kita menemui Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam untuk menanyakan kepada siapa urusan ini dipegang? Kalau diserahkan kepada kita, maka kita mengetahuinya. Dan kalau pun diserahkan untuk selain kita, maka kitapun mengetahuinya dan beliau akan memberikan wasiatnya”. Ali bin Abi Thalib menjawab: “Demi Allah, sungguh kalau kita menanyakannya kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, lalu beliau tidak memberikannya kepada kita, maka tidak akan diberikan oleh manusia kepada kita selama-lamanya. Dan sesungguhnya aku demi Allah tidak akan memintanya kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. (HR. Bukhari, kitabul Maghazi, bab Maradlun Nabiyyi wa wafatihi; fathlul bari 8/142, no. 4447)

    Adapun tentang hadits dalam shahih muslim tentang yang disebutkan dalam http://assalafy.org wallahu a’lam saya belum melihat kpd kitabnya secara langsung.

    Btw istilah ahlul hadits setahu saya adalah istilah seorang rawi yang meriwayatkan loncat 1 generasi setelahnya.

    Jika memang Syiah adalah pembela Ahlul Bait maka tirulah Ali bukan menjadi rafidhah yang memecah belah kaum muslimin yang menimbulkan kecurigaan didalam barisan kaum muslimin

  9. April 3, 2008 pukul 4:36 pm | #9

    Salam wa rahmah,

    Terima kasih atas tanggapannya. Semoga diskusi kita ini bukan diskusi yg berusaha mencari pembenaran, tetapi kebenaranlah yang kita cari. Saya juga memohon doanya karena saat ini sedang menghadapi ujian tengah semester.

    Pertama, saya ingin sedikit meluruskan diskusi kita ini yang nampaknya melenceng pada pembahasan mengenai imamah/khalifah.

    Bukankah seharusnya kita mendiskusikan masalah riwayat kamis kelabu?

    Kalau kita mempercayai riwayat tersebut, mau tidak mau, kita harus berkeyakinan bahwa umat Islam saat ini sedang tersesat karena ketidaktahuan mereka akan wasiat Nabi yang ketiga.

    Itu yang pertama. Yang selanjutnya, kalau kita membaca riwayat tersebut kita akan mendapati Nabi sedang sakit, Nabi ingin menuliskan wasiat terakhirnya tetapi Umar berusaha menghalanginya dengan alasan Nabi sedang sakit keras dan cukup Al Qur’an sebagai pedoman.

    Membaca hadits ini saya sangat terkejut. Gila..! Berani bener bantah RASUL padahal Allah telah berfirman ‘Taatilah Allah dan RasulNya…’

    Saya jadi teringat film Fitna. Disana ada tayangan anak kecil yang sedang diajari ngaji. Di Al Qur’an dikatakan bahwa Nashara dan Yahudi adalah anjing dan babi. Anak kecil itu nurut aja. Tapi yang namanya Umar bin Khattab, diperintahkan oleh Allah utk taat, eh malah membangkang bahkan mengatakan Nabi sedang mengigau. Sungguh tuduhan yang keji dan gak tau malu. Nabi menuliskan wasiat utk umatnya malah umatnya sendiri menolak.

    Masalah mempostingkan keutamaan sahabat Nabi itu bisa diatur. Tinggal tunggu tanggal tayangnya. Keutamaan Ahlulbayt Nabi (Pusaka ke 2 setelah Al Qur’an) saja belum semuanya, lagipula definisi sahabat menurut saya sudah pasti berbeda dengan definisi sahabat menurut Anda.

    Mengenai kepemimpinan sepeninggal Nabi, menurut saya, bukan disini tempatnya. Kalau kita membahas ini, maka itu berarti Out of Topic alias OOT.

    Wallahu a’lam

  1. Maret 24, 2008 pukul 12:15 pm | #1