Antara HMI dan GEMA PEMBEBASAN
Keduanya adalah Organisasi Kemahasiswaan yang berasaskan Islam. Namun antara HMI dan GEMA PEMBEBASAN terdapat perbedaan tujuan karena memang memiliki konstitusi masing-masing.
Tetapi kalau perbedaan di antara keduanya itu menjurus pada pernyataan sikap yang disepakati oleh beberapa organisasi kepemudaan Islam, termasuk di dalamnya HMI dan GEMA PEMBEBASAN, akan jadi seperti apa?
Memang pada kenyataannya, terdapat perbedaan teks dari pernyataan sikap yang disepakati kedua organisasi itu. Pernyataan sikap itu adalah pernyataan sikap Forum Pemuda dan Mahasiswa Islam Terhadap Film Fitna yang Telah Menghina Islam.
Silakan Anda lihat pernyataan sikap tersebut di website HMI dan Gema Pembebasan.
Letak perbedaannya adalah pada poin ke-5 dari pernyataan sikap tersebut:
Pernyataan sikap di HMI:
5. Menyeru kepada pemerintah RI untuk bertindak cooperative, dengan menegakkan nilai-nilai keislaman secara total dinegeri ini. Rakyat negeri ini mayoritas beragama Islam, maka kebebasan untuk menjalankan perintah agamanya secara total harus difasilitasi sebagaimana tertuang dalam batang tubuh undang-undang dasar, bahwa ”negara menjamin kebebasan agama dan kepercayaan tiap-tiap penduduk serta menjalankan ibadah sesuai dengan perintah agama dan kepercayaannya itu”.
Pernyataan sikap di Gema Pembebasan:
5. Menyeru kepada pemerintah RI untuk bertindak cooperative, dengan menegakkan syari’ah secara total dinegeri ini. Rakyat negeri ini mayoritas beragama Islam, maka kebebasan untuk menjalankan perintah agamanya secara total harus difasilitasi sebagaimana tertuang dalam batang tubuh undang-undang dasar, bahwa ”negara menjamin kebebasan agama dan kepercayaan tiap-tiap penduduk serta menjalankan ibadah sesuai dengan perintah agama dan kepercayaannya itu”.
Yang aku cetak tebal, itulah perbedaannya.
Sampai di sini, aku kebingungan, sebenarnya di antara teks pernyataan sikap tersebut mana yang asli? Karena kalau menurutku, teks pernyataan sikap yang disepakati oleh beberapa pihak harus sama untuk menjaga keotentikannya.
Manakah yang benar? aku memohon kepada para pihak-pihak yang hadir dalam pertemuan tersebut untuk memberitahukan di forum ini, manakah pernyataan sikap yang asli?
Jika yang benar adalah teks yang ada di Gema Pembebasan, maka aku meminta kepada PB HMI untuk merubah teks yang ada di website PB HMI dan meminta maaf. Begitu juga sebaliknya, jika yang benar adalah PB HMI, aku minta Gema Pembebasan untuk merubah teks yang telah dirubahnya dan meminta maaf.















Posted by Aldino rang padang on Mei 2, 2008 at 5:01 pm
=Syariah cakupannya lebih luas ketimbang nilai-nilai keislaman. Nilai-nilai keislaman termasuk dalam wilayah syariah.=
spakat tuh…
= Bagaimana dengan di Indonesia? Saya rasa nilai-nilai keislaman yang terlebih dahulu ditanamkan pada setiap individu. Baru kita berbicara syariah=
SALAM DAHSYAT…. Assalamu’alaikum wr.wb
jadi mo nanya neeh
emangnya kalo kita menerapkan nilai-nilai keislaman berarti belum menerapkan syariah…
jangan dipisahpisahin mas…
sluruh yang ngatur hidup kita nih dalam islam ya syariah..
untuk menerapkan nilai-nilai islam tu tentu sesuai dengan aturan islam ya toh…
kayaknya alergi banget dengan kata syariah yah..
syariah nggak serem kok
nih falsafah minang….
= adat basandi syarak ( adat berlandaskan syariat)
syarak basandi kitabullah (syariat berlandaskan kitabullah) =
di minang syariah nggak serem kok….
yuk tegakkan syariah islam…..
saya bukan aktifis GEMA loh
tapi rindu syariah.. rindu banget… cinta mati….
SALAM DAHSYAT…!!
Wassalamu’alaikum wr.wb
Posted by ressay on Mei 3, 2008 at 1:00 am
Saya tidak mengatakan alergi syariah. Tetapi saya alergi dengan syariah yang diperjuangkan terlalu cepat. Banyak pelajaran yang patut kita contoh dari Rasulullah. Jika jaman sekarang, contohlah Imam Khomeini.
Persiapan untuk melakukan Revolusi Islam Iran itu bukan persiapan 1 bulan, 1 tahun. Tetapi bertahun-tahun para Ulama dan Cendekiawan Muslim Iran berusaha merubah pola pikir masyarakat. Sehingga setelah pola pikir mereka selaras, maka perjuangkanlah Revolusi Islam Iran.
Nilai-nilai keislaman dalam individu sudah terbentuk, maka lambat laun individu-individu dalam masyarakat itu akan menyepakati untuk tegaknya syariah Islam.
Bukankah Hukum itu adalah sebuah kontrak sosial?
Coba aja sekarang kita tanya ke orang-orang kristen bagaimana pendapat kalian terhadap umat Islam yang ingin menegakkan syariah Islam di indonesia?
Silakan Anda mendengar jawaban yang akan membuat Anda terkejut.
Jadi, jangan salahkan kalau di Irian sana ada sekelompok orang yang ingin memperjuangkan hukum-hukum kristen.
Posted by gomat on Oktober 24, 2008 at 11:01 pm
beberapa tanggapan terhadap syariah di atas semuanya salah yang benar adalah sesuai dengan al quran dan assunah perlunya penegakan ayariah di indonesia ini adalah benar dan jangan terlalu lama apakah kita rela kalau saudara2 kita di palestina di irak di afganistan di bantai oleh amerika laknatlloh hampir puluhan ribu orang meninggal apakah kita sebagai saudara akan diam saja dan bagainama kita menjawab pertanyaan alloh swt di akhirat kelak?? saudaraku renungkanlah kita hidup hanya sementara musuh kita yang sebenarnya adalah amerika dengan kapitalismenya untuk itu kita mempunyai kewajiban untuk menegakkan kembali syariah islam yang telah lama lenyap secara kaffah allohu akbar…….
Posted by ressay on Oktober 25, 2008 at 12:40 am
Perjuangan membutuhkan perhitungan matang. Bukan hanya sekedar teriak Allahu Akbar lalu membantai musuh. Tidak hanya sekedar mengangkat senjata membunuh musuh. Tetapi perlu diperhitungkan lebih matang lagi.
Posted by zuhri on Nopember 3, 2008 at 3:11 pm
memang perjuangan membutuhkan perhitungan matang = emang betul, tpi klo kebanyakan ngitungkapan geraknya mas!!!! bisa2 sampek tua ngitung dak pernah action!!!!
Posted by ressay on Nopember 3, 2008 at 3:33 pm
iya betul. Namun jangan sampai langkah kita ternyata malah membunuh diri kita sendiri dan juga orang lain.
Jangan sampai langkah yang kita ambil ternyata tidak seharusnya tidak kita ambil.
Posted by hanifa on Maret 19, 2009 at 6:28 am
selamat berjuang saudaraku seiman, jadikan semangatmu menyatu dengan darah yang mengalir di nadimu, sehingga hanya ketika darahmu habis tertumpahlah yang bisa menyurutkan semangat dan perjuanganmu …^_^
Posted by musfiroh on April 18, 2009 at 8:21 am
“Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in” Berulang kalimat tsb qt ucapkan So Aplikasinya adalah hny hukum Allah yang wajib diterapkan. o ya mo tny nih, klo orang kristen mo ngadain kristenisasi, emang mereka pake’ tny2 ma orang islam? ?????
Posted by ressay on April 19, 2009 at 12:39 pm
gak tau aku.