Satu sebab yang membuat aku betah bercengkrama dengan kawan-kawan di HMI Hukum UNS, hampir tiap hari selalu ada hal-hal baru yang mereka tawarkan. Mulai dari lelucon sampai kepada wacana-wacana berat. Tidak jarang pula dari lelucon itu muncul wacana berat yang cukup memeras otak.
Siang tadi sepulang dari kampus, ada salah satu kawan yang memberikan tebak-tebakkan. Berikut tebak-tebakkannya.
JIKA
1=5
2=25
3=125
4=625
MAKA
5=?
Dengan mimik muka yang sok mikir, aku mencoba menjawab tebak-tebakkan. Tidak lama kemudian aku mengambil kesimpulan, tebak-tebakkan itu memiliki pola. 1=5 artinya 5 pangkat 1, hasilnya 5. 2=25 artinya 5 pangkat 2, hasilnya 25, dan seterusnya. Maka jawaban dari tebak-tebakkan itu 5=3125.
Aku merasa jawabanku sudah benar. Eh ternyata jawabanku itu masih saja disalahkan.
Setelah kudesak dia untuk menyampaikan jawabannya, akhirnya dia sampaikan juga jawaban dari pertanyaan tersebut. Jawabannya adalah 1. Alasannya, 1=5 maka 5=1.
Anda punya pendapat lain untuk membantahnya?














Posted by ghifar on Juli 9, 2008 at 2:45 am
Gw setuju sama alasan 1=5 maka 5=1. Kalo di program komputer, jawaban lo yang 5 = 3125 itu jawaban yang ambigu. karena sebelumnya dah ada jawaban bahwa 1=5 yang ekivalen dengan 5=1. haha… (ga penting)
Posted by ghifar on Juli 9, 2008 at 2:46 am
* sory ralat. bukan di program komputer, tapi di istilah perkomputeran. kalo ada bahasa yang ambigu, artinya bahasa tersebut ga bisa dijadiin bahasa pemrograman.
Posted by ressay on Juli 9, 2008 at 10:52 am
Kalau menurut logika matematika gimana far? masa 1=5?
Posted by ghaniarasyid™ on Juli 9, 2008 at 12:52 pm
2 + 2 = h
- – -
Making my way downtown. Walking fast. Faces pass. And I’m home bound…
Posted by ghaniarasyid™ on Juli 9, 2008 at 12:53 pm
eh salah… 5
Posted by ressay on Juli 9, 2008 at 1:05 pm
Maksudnya gimana?
Posted by dhedhi on Juli 10, 2008 at 12:23 am
bagus… bagus.. kerenz
hahaha,,, kadang emg kita suka mikir yang susah2 buat nyelesain masalah,,, eeeh, ga taunya cuma simple aja solusinya….
Salam semangat….! ^_^
Posted by arifrahmanlubis on Juli 10, 2008 at 1:06 am
hehehe.
om ressay. bisa banget
ia nih. tanda kecerdasan seseorang salah satunya dengan kemampuan menyerdehanakan persolana (menyerderhanakan bukan menggampangkan).
Posted by ressay on Juli 10, 2008 at 4:10 am
Tapi bagaimana dengan logika matematika. Masa 1=5?
Posted by tyas on Desember 13, 2008 at 10:58 pm
jika 1=5,2=25,3=125,4=625, kemudian anda menjawab 5=3125, logikanya dimana? kan nggak ada tanda yang menunjukkan kuadrat/pangkat?
jadi boleh2 aja dong kalo’ 5=1 (ekuivalen).
Posted by ressay on Desember 14, 2008 at 1:26 am
Itu logika apa? Kalau kita berbicara logika ketat, maka tidak mungkin 1=5, tetapi seharusnya 1=1.
Sesuatu hal itu identik dengan hal itu sendiri. A=A. Tidak mungkin A=A’