Satu sebab yang membuat aku betah bercengkrama dengan kawan-kawan di HMI Hukum UNS, hampir tiap hari selalu ada hal-hal baru yang mereka tawarkan. Mulai dari lelucon sampai kepada wacana-wacana berat. Tidak jarang pula dari lelucon itu muncul wacana berat yang cukup memeras otak.
Siang tadi sepulang dari kampus, ada salah satu kawan yang memberikan tebak-tebakkan. Berikut tebak-tebakkannya.
JIKA
1=5
2=25
3=125
4=625
MAKA
5=?
Dengan mimik muka yang sok mikir, aku mencoba menjawab tebak-tebakkan. Tidak lama kemudian aku mengambil kesimpulan, tebak-tebakkan itu memiliki pola. 1=5 artinya 5 pangkat 1, hasilnya 5. 2=25 artinya 5 pangkat 2, hasilnya 25, dan seterusnya. Maka jawaban dari tebak-tebakkan itu 5=3125.
Aku merasa jawabanku sudah benar. Eh ternyata jawabanku itu masih saja disalahkan.
Setelah kudesak dia untuk menyampaikan jawabannya, akhirnya dia sampaikan juga jawaban dari pertanyaan tersebut. Jawabannya adalah 1. Alasannya, 1=5 maka 5=1.
Anda punya pendapat lain untuk membantahnya?
DIarsipkan di bawah: Nyante | yang berkaitan: HMI, Hukum, UNS, Tebakan, Jawaban, Pertanyaan


























Gw setuju sama alasan 1=5 maka 5=1. Kalo di program komputer, jawaban lo yang 5 = 3125 itu jawaban yang ambigu. karena sebelumnya dah ada jawaban bahwa 1=5 yang ekivalen dengan 5=1. haha… (ga penting)
* sory ralat. bukan di program komputer, tapi di istilah perkomputeran. kalo ada bahasa yang ambigu, artinya bahasa tersebut ga bisa dijadiin bahasa pemrograman.
Kalau menurut logika matematika gimana far? masa 1=5?
2 + 2 = h
- - -
Making my way downtown. Walking fast. Faces pass. And I’m home bound…
eh salah… 5
Maksudnya gimana?
bagus… bagus.. kerenz
hahaha,,, kadang emg kita suka mikir yang susah2 buat nyelesain masalah,,, eeeh, ga taunya cuma simple aja solusinya….
Salam semangat….! ^_^
hehehe.
om ressay. bisa banget
ia nih. tanda kecerdasan seseorang salah satunya dengan kemampuan menyerdehanakan persolana (menyerderhanakan bukan menggampangkan).
Tapi bagaimana dengan logika matematika. Masa 1=5?