Sebagai dukungan atas konferensi “ Dialog Antar Mazhab Islam” yang dilakukan beberapa minggu lalu di Saudi Arabia, para aktifis Ahli sunah [bukan wahabi] mengajak warga Syiah untuk mendirikan sholat Jumat bersama Ahli Sunah. Seperti yang di nukil oleh situs shia-online, sholat Jumat bersama itu dilaksanakan di masjid Syiah di Makah Mukarramah.



















Posted by razman on Juli 10, 2008 at 2:50 am
Salam~
Di Saudi negara pengeluar asal fahaman Wahhabi pun sudah boleh bersolat berganding bahu antara Sunni dan Syiah. Adapun di negaraku, masjid Syiah tidak dibenarkan langsung dan kami hanya berkumpul di tingkat-tingkat atas rumah kedai secara sembunyi-sembunyi. Barangkali Malaysia lebih Salaf dari Saudi sendiri?
Wassalam
Posted by azuhar ahmad on April 16, 2009 at 3:09 am
mohon bagi alamat rujukan AB di malaysia saya dah lama car nak mendalami. bagi kontek nombor sekali. tq
Posted by ressay on Juli 10, 2008 at 4:13 am
Saya turut prihatin. Semoga ikhwan-ikhwan disana bisa bersabar. Perkembangan dakwah dimalaysia bagaimana?
Posted by luthfis on Juli 10, 2008 at 8:54 am
ha…ha…ha… kayak di masjid deket kampusku ya…
bedanya, yang jadi Imam orang Ahlusunnah, yang makmumnya beragam, ada orang Ahlusunnah, Syiah, bahkan Wahhabi.
hiasan dindingnya juga unik di kiri, kanan, dan belakang, tertulis kaligrafi 12 Imam Syiah Plus Rosulullah dan Fatimah Azzahro, eee… di depan kaligrafi 4 Khulafaurrasyidin Sunni….
tapi sayang…sebagian diantara kawan-kawan Syiah di sekitar masjid (kayak di Hauzah Imam Al-Jawad dan sekitarnya) masih ada yang Taqiyyah dan agak sulit sholat di berjamaah dan selalu di jamak, sehingga kadang-kadang ada yang menganggap tidak mau sholat di masjid, dan stigma negatif lainnya. padahal ustadznya dan beberapa pengurus itu sholat di berjamaah di Masjid dan tidak Taqiyyah.
sebenarnya kalu kita memang ingin diakui, seharusnya kita harus berani meunjukan jati diri, tidak perlu taqiyyah, dan terbukti dengan seperti ini membuat orang penasaran dan membuat mereka menjadi mengenal Mazhab Ahlulbayt yang sebenarnya….
Posted by ressay on Juli 10, 2008 at 9:14 am
Taqiyyah dilakukan jika tidak ada jaminan keamanan.
Alangkah baiknya jika ikhwan-ikhwan syiah shalat berjamaah dimasjid sekitar rumahnya.
Ndak harus menggunakan tata cara shalat syiah.
Posted by razman on Juli 10, 2008 at 9:37 am
Salam~
Saya kurang pasti tentang dakwah AB di Malaysia. Cuma kami punya komuniti-komuniti kecil di sekitar bandar-bandar besar di Malaysia di hauzah dan Husseiniyyah kami. Saya setakat menghadiri majlis kuliah, maulid atau wafat sekali sekala. Kami juga sering dilawati pendakwah-pendakwah AB dari Iran, Iraq dan sekali sekala dari Saudi juga.
Kelompok AB di Malaysia mungkin sekitar beberapa ribu sahaja mungkin tidak seperti di Indonesia. Khabarnya sudah menjangkau angka 3 juta lebih.
Allahumma Solli ‘Ala Muhammad Wa Aali Muhammad, solawat!.
Wassalam
Posted by ressay on Juli 10, 2008 at 11:36 am
salam wa rahmah,
Saya lihat sekilas di dunia maya, dakwah Ahlulbayt massif juga. Semoga ikhwan-ikhwan disana bisa terus istiqomah.
Saya kurang tahu betul mengenai jumlah Syi’i di Indonesia. Karena memang sampai kapanpun, kita akan susah untuk mendeteksinya. Karena seseorang dikatakan sebagai syi’i karena beberapa macam faktor (menurut Ustadz Jalaluddin Rakhmat).
Bisa jadi orang dikatakan sebagai syi’i karena dia begitu mencintai keluarga Nabi. Tetapi ada juga orang yang dicap sebagai syi’i hanya karena menggeluti pemikiran filsafat di Syi’ah.
wassalam.
Posted by luthfis on Juli 11, 2008 at 9:36 am
Sebenarnya harus dibedakan terlebih dahulu antara Pecinta Ahlulbayt dan Pengikut AhlulBayt.
Pecinta Ahlulbayt adalah mereka yang tidak menentang atupun tidak meragukan eksistensi para Imam Ahlulbayt, hanya saja dalam beberapa hal seperti fikih mereka tidak mengikuti para Imam. orang seperti ini biasa kita sebut sebagai simpatisan Syiah.
sedangkan pengkiut Ahlulbayt adalah mereka yang mengikuti para Imam Ahlulbayt dalam segala hal baik ushul taupun furu’. pengikut Ahlulbaytlah yang dikategoriakn sebagai Syiah.
wallohualam….
Posted by luthfis on Juli 11, 2008 at 9:43 am
Oh iya… mas maaf saya tidak sempet buat header untuk hmi becak… soalnya komputernya rusak dah lama dan bentar lagi mau KKN. jadi males mau benerinnya….
maaf ya….
Posted by ressay on Juli 11, 2008 at 9:43 am
Sebenarnya ini hanya permasalahan istilah. Mengenai definisi Syi’ah pun belum ada kata sepakat.
Kalau merujuk pada perkataan Jalaluddin Rumi, “Cinta itu adalah melepaskan kehendak diri.”
Maka orang yang mengaku sebagai pecinta Ahlulbayt, harus mau melepaskan kehendak diri, yang ada adalah kehendak mereka.
Pecinta itu lebih bersifat teologis.
Pengikut itu lebih bersifat sosiologis.
Itu pandangan saya sih.
Kalau saya sih belum termasuk pecinta. Karena masih saja ada kehendak diri yang menyimpang dari kehendak mereka.
Posted by ressay on Juli 11, 2008 at 9:52 am
gpp kok. Thanx beberapa gambarmu sudah tak ambil. hehehe…
Posted by lele on Juli 15, 2008 at 2:06 pm
thx ya ..habis baca ini,aku tambah kehausan pgn tau ttg AB. rasanya pgn keluargaku jd akulturasi dari sunni – syiah
Posted by lele on Juli 15, 2008 at 2:17 pm
saya ahlussunnah yang jatuh cinta pada syiah
Posted by Muhammad Ridwan Al-Jufrie on September 13, 2008 at 1:13 am
ana ahlusunnah, tapi ana habaib dan termasuk keturunan jakfar ash-shadiq
Posted by ressay on September 13, 2008 at 2:22 am
Saya Islam, dan saya bukan habaib. Saya anak dari ibu yang berasal dari jawa dan ayah yang berasal dari Aceh. so what?
Posted by sayyid abdul qadir alhabsyi on April 27, 2009 at 10:19 pm
assalamu’alaikuuum akhi,,,
ana pgn tanya aqidah ente apa?
ana dari tadi liatinnya bingung,,,
ente klo misalnya ga sneng sama muh.ridwan aljufrie ga usah dijawab laah,,,biar dy bgitu,,saya juga tau m.ridwan itu ga jelas,,,jwaban ente ga enak akhi,,,
ana ga ada ‘ilim,ana faqir,ana pgn ente pelajari betul ahlusunnah siapa tokoh dan landasan pemikiran..sebelumnya afwan,,ana sharing sbgai saudara seiman…
assalamu’alaik,,,
Posted by ressay on April 29, 2009 at 3:18 am
Salam. Saya ingin belajar tentang Islam
— Sent with System SEVEN – the new generation of mobile messaging
Posted by Akhmad Yani on Nopember 14, 2008 at 1:12 am
Salut, Iran sebagai kiblat Syiah mampu berkembang cepat di bidang teknologi Nuklir meskipun di embargo. Syiah dan Taliban bisa bersatu ngak melawan kemungkaran di Timur Tengah….?
Posted by ressay on Nopember 14, 2008 at 4:29 am
Bisa aja, asalkan ada kemauan dari kedua belah pihak.
Posted by andi on Februari 6, 2009 at 1:23 pm
Aku benar-benar terharu melihat sunni-shiah saling rangkul. Allah menjanjikan kemenangan kepada umat islam apabila kedua saudara kandung ini berpadu. Insha allah mimpi imam khomeini untuk mempersatukan umat ini segera terwujud seperti yg disampaikan dlm khutbah2nya ketika ibadah haji
Posted by ressay on Februari 6, 2009 at 6:19 pm
Bukan mimpi imam khomeini, tapi perintah Allah.
Posted by galant sugrisma on Februari 18, 2009 at 2:20 pm
Mulai lah dengan rasa penasaran dan ingin tahu, serta menggunakan akal sebagai perangkat manusia yang paling sempurna,setelah itu baru renungkanlah….maka insya Alloh kalian semua akan mengetahui mana yang benar dan mana yang salah, Wassalam.
Posted by ressay on Februari 18, 2009 at 2:55 pm
Menggunakan kaidah logika ataukah menggunakan akal? karena tidak semua hal yang merupakan kebenaran itu masuk diakal kita.