
Sumber: http://sangbintang.files.wordpress.com/2009/04/love.jpg
Dulu aku pernah menulis mengenai Cinta dan Kesetiaan. Bahwa keduanya harus selalu beriringan. Tiada cinta jika tanpa kesetiaan. Tiada Kesetiaan jika tidak dilandasi rasa cinta. Tulisan itu terinspirasi dari film remaja “From Bandung With Love” Read more…
(Analisis Muhammad Baqir Sadar)
Oleh: Muhammad Said Marsaoly
DOKTRIN empirical menyakini bahwa; proses penyimpulan dalam silogisme meggunakan model “induktif”. Yakni, pola penyimpulan dari Partikular ke Universal atau dari yang khusus ke umum. Misal dalam Premis “Semua Manusia Pasti Mati”, “Hanafi Manusia” maka “Hanafi Pasti Mati”. Read more…
Jalaluddin Rakhmat
Kita akan berbicara tentang doa dalam perspektif kecintaan. Dia dalamnya kita akan membicarakan hakikat doa, macam-macam doa, dan adab berdoa. Karena berhubungan dengan mahabbah (kecintaan), kita akan berbicara tentang doa dalam kaitannya dengan kiat-kiat meraih cinta Tuhan. Belajar mencintai Allah. Kita ini ada kaitannya juga dengan Tombo Ati-nya Emha Ainun Najib; mengurangi makan, banyak bergaul dengan orang salih, dan lain-lain. Saya akan menyebutnya yang lain lagi, yaitu menjauhi banyak bicara. Read more…
Categories: Tulisan Orang
Tag:Ahlulbayt, Cinta, Doa, Islam, Jalaluddin Rakhmat, Neraka, Rabi'ah Al-'Adawiyyah, Rintihan, Sufi, Tasawuf, Taufik Ismail, Tuhan

Ahmadinejad: Photo Farsnews
Bismillahirrahmanirrahim
Allahumma ‘Ajjil Liwaliyyikal Faraj Wal’Afiah Wannashr. Waj’alna min Khairi Ansharihi wa A’wanini Walmustasyhadina Baina Yadaih.
Segala puji dan syukur khusus milik Allah Yang Adil, Pengasih dan Yang Menginginkan Kebaikan Hamba-Nya.
Salam Allah kepada para nabi ilahi mulai dari Nabi Adam hingga Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan pamungkas para nabi Muhammad saw. Mereka semua adalah penyeru monoteisme, persaudaraan, cinta, kehormatan manusia dan keadilan. Read more…

Sumber: Kosmo.com
Tulisan ini masih terkait dengan pengalamanku ketika mengikuti pengajian dirumah. Sebelumnya aku menulis mengenai orang-orang yang membaca Al-Qur’an dengan sangat cepatnya sampai-sampai aku bertanya dalam hati apakah tajwidnya sudah dibaca secara benar atau belum ketika mereka membaca ayat-ayat Al-Qur’an? Read more…
Liburan panjang pemilu ini aku manfaatkan untuk pulang kampung, sekalian mau mencontreng dalam pemilu legislatif.
Selain itu, tiap malam pun aku ikut dalam majelis baca Al Quran yang diadakan oleh keluarga dengan mengundang para tetangga. Majelis ini ada sampai 40 hari meninggalnya nenek.
Persoalan yang ingin aku sampaikan berawal dari majelis baca Al Quran tersebut.
Masing-masing orang yang datang diharuskan membaca 1 juz Al Quran. Jadi jika yang datang 10 orang, maka dalam satu malam sudah 10 juz.
Sudah dua malam aku mengikuti majelis ini, selalu saja tidak mampu menyelesaikan membaca 1 juz. Wajar, karena yang lain membacanya dengan sangat cepat. Ada salah seorang yang bertanya dengan nada mengejek, “Kok bacanya ndak selesai?”
Mendengar pertanyaan itu aku hanya terdiam. Ingin rasanya aku menghajar dia dan orang-orang yang hadir di majelis itu dengan surat Al Qiyamah ayat 16. Tetapi terlalu angkuh jika aku blak-blakan.
Dalam surat Al Qiyamah ayat 16, Allah menegur orang yang membaca Al Qur’an dengan cepat.
Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca Al Qur’an karena hendak cepat-cepat (menguasainya). (Q.S. Al Qiyamah : 16)
—
Bagaimana pendapat Anda? Silakan berpendapat…
Asyik menjelajah Facebook, aku menemuka satu gambar menarik yang dipost ama bias di facebook.

Aku pribadi sempat ketawa melihat gambar diatas. Bukan berarti aku bermaksud menjatuhkan kehormatan mereka, tetapi kok ada yah orang yang punya ide menggambar seperti itu?
Tanggapan Anda tentang gambar diatas bagaimana?
Komentar Terbaru