Terpilihnya Ahmadinejad menjadi presiden Iran kedua kalinya, menyingkap rahasia dibalik kesuksesannya. Setidaknya ada 15 dosa dan kecurangan yang dilakukan Ahmadinejad selama memimpin Iran 4 tahun lalu. Wajar saja jika sekutu Ahmadinejad berang dan meminta pemilu diulang. Namun sampai saat ini berkas-berkas perkara yang diajukan kepada Dewan Garda tengah di godok. Dan inilah 15 dosa dan kecurangan Ahmadinejad sehingga di terpilih kembali menjadi presiden.
1. Ahmadinejad tidak pernah melupakan membaca doa Al-Faraj setiap habis sholat
2. Ahmadinejad memberikan saham adalat [saham keadilan] bagi rakyat miskin
3. Menaikkan gaji pensiunan
4. Membebaskan tanah untuk pemukiman warga miskin dengan cicilan selama 99 tahun
5. Menurunkan harga tanah sampai 30 persen dan ini yang pertama kali terjadi di Iran
6. Tidak pernah bergantung kepada negara asing, semen, besi, tembaga dll adalah produksi asli Iran
7. Merakyat. Ahmadinejad selalu hadir di tengah-tengah masyarakat miskin
8. Tidak pernah menaruh hormat kepada rezim penjajah Al-Quds
9. Meluncurkan satelit Omid untuk pertamakalinya di Iran
10. Mendukung kemerdekaan setiap negara-negara yang terdholimi
11. Mengangkat derajat Iran masuk dalam jajaran negara yang memiliki reactor nuklir
12. Rata-rata semua media massa mengucilkan Ahmadinejad
13. Tidak menerima upeti dan tidak memberi upeti
14. Musuh utama mafia koruptor
15. Revolusioner. Selalu terdepan dalam khat imam
Kelima belas fakta diatas adalah bentuk penyelewengan Ahmadinejad selama memimpin Iran sehingga rakyat memilih dia sebagai presiden untuk kedua kalinya. Semoga capres kita Indonesia, siapapun nanti yang terpilih menjadi pemimpin, bisa mengamalkan 15 bentuk penyelewangan Ahmadinejad. Bravo Indonesia.[islammuhammadi/mt]
















Posted by ressay on Juli 8, 2009 at 1:21 am
Bro, gw ulangi ya pertanyaan gw. Apa indikasinya bahwa sistem demokrasi yang ada di Iran itu bermasalah? Sampai2 ente berpendapat bahwa yang bermasalah itu sistemnya? Apa hanya karena ada yang protes hasil pemilu? Ah itu ndak cukup boy.
Posted by lamaru on Juli 8, 2009 at 1:33 am
Begini saja. Di Amerika kan banyak juga orang jahat. Disana juga banyak pihak asing yg mau mengganggu Amerika. Tapi pilpresnya kok aman ya…tak ricuh seperti di Iran. Iran boleh belajar dong sama Amerika.
Posted by ressay on Juli 8, 2009 at 2:14 am
Halah, malah berasumsi lagi. Gw butuh bukti dan data yang mengindikasikan bahwa sistem demokrasi yang ditetapkan di Iran bermasalah atau tidak. Kalau kagak mampu, mingkemo. Diamlah jika ndak mampu. Berhenti berasumsi. Jangan binasakan dirimu dgn ketidaktahuanmu.
Posted by lamaru on Juli 8, 2009 at 3:29 pm
Hai bung,,, anda mati2an membela Iran. Dengan kasat mata anda lihat sendirikan? Setelah pilpres di Amerika Serikat, aman2 saja. Di Iran setelah Pilpres, malah kisruh. Belajar dong dengan Amerika bagaimana agar tidak kisruh setelah Pilpres. Saya berfikir sederhana saja, tak rumit seperti anda.
Posted by ressay on Juli 8, 2009 at 3:48 pm
Hai bung asumsi, tunjukkan datanya. Jangan asumsi bung. Ente tuh pinternya asumsi bung. Belajar lagi sana ah. bosen gw denger asumsi lo.
Eh cuy, gw dah bilang sedari kemarin tuh. Bahwa memang betul ricuh tuh di Iran sono. Tapi…ada tapinya lho Mr Asumsi. Bahwa ada banyak kemungkinan.
1. Itu karena kesalahan rakyatnya yang gak mau terima
2. Itu karena campur tangan asing.
3. Itu karena kesalahan sistem.
Kemungkinan itu harus punya indikasi. Nah gw tanya nih, apa indikasinya Mr. Asumsi? Kalau kagak bisa jawab, mending mingkem aja lo cuy. malu2in ah.
Posted by lamaru on Juli 8, 2009 at 10:12 pm
Anda ini bisa nggak beda kan, asumsi atau kejadian nyata. Kejadian nyata kan jelas, di Iran kisruh, di Amerika tidak. Itu bukan asumsi. Itu kenyataan. Nah…apa salahnya Iran belajar ke Amerika agar tak kisruh lagi, sederhana kan ? Anda saja mulai ber asumsi asumsi tentang dugaan kisruh di Iran.
Posted by ressay on Juli 9, 2009 at 2:17 am
Nah kalau gitu berbeda kawan temanya. Ente nih pola pikirnya lompat-lompat. Awalnya ente ngotot Iran harus merubah sistem demokrasinya. Sekarang ente ngotot Iran harus mencontoh Amerika.
Udahlah jangan mempermalukan diri sendiri. Perbaiki pola pikir Anda terlebih dahulu.
Kejadian nyata, memang Iran kisruh. Nah apa penyebab Iran kisruh?
Ente ngigau bahwa penyebabnya adalah sistem demokrasi Iran yang rusak.
Nah gw sebagai mahasiswa mau tanya nih. Apa sih buktinya? Jangan kau bilang penyebabnya adalah kekisruhan. Itu namanya circle reasoning. Apa itu?
Anda bilang Iran kisruh karena sistem demokrasi rusak. Mengapa sistem demokrasinya rusak? Ya karena kekisruhan itu.
Itulah circle reasoning. Dan menurut buku rekayasa sosial, itu termasuk fallacy.
Ah emang ente ini payah…
Posted by lamaru on Juli 9, 2009 at 1:39 pm
Anda salah nangkap. Sistim Demokrasi Iran bukan salah, tapi TIDAK KOMPATIBEL dengan kondisi rakyatmya, maka Iran bisa belajar ke Amerika, kenapa disana bisa kompatibel antara Sistem Demokrasi dan kondisi rakyatnya.
Posted by ressay on Juli 9, 2009 at 1:58 pm
Tidak kompatibel dengan kondisi rakyatnya? Mau coba berfallacy lagi? Mau generalisasi? silakan…silakan…itu kan kemampuan Anda.
Posted by lamaru on Juli 9, 2009 at 3:19 pm
Sistim demokrasi itu banyak. Di Indonesia sekarang sistim demokrasi mirip Amerika, Dulu Sistim DEMOKRASI TERPIMPIN. banyak lagi lainnya yg nama atau istilahnya saya tak tahu, Sistim demokrasi kompatibel apa kompatibel atau tidak, dapat dilihat dari akibat demokrasi tersebut, tambah aman damai berkembang, atau tambah ribut, kisruh, bahkan hancur.
Posted by ressay on Juli 9, 2009 at 4:13 pm
Cuy, ente itu bener2 muter2 tapi ente kagak nyadarin itu.
Kalau kita berbicara kedamaian, keamanan, banyak sekali faktor yang mengakibatkan itu semua. Nah, apa indikasinya bahwa keamanan yang terusik di Iran itu disebabkan oleh sistem demokrasi yang tidak compatible. Please, give me a rasional reason.
Posted by lamaru on Juli 10, 2009 at 6:31 am
Saya jujur saja. Dalam hal teknologi dan kepercayaan diri suatu bangsa, Iran lebih baik dari Indonesia. Namun dalam hal demokrasi, Indonesia lebih baik dari Iran. Buktinya : Pilpres di Indonesia syukur aman lancar, tak kisruh. Tak seperti di Iran, langsung chaos.
Posted by ressay on Juli 10, 2009 at 12:12 pm
Pemilu baik itu ukurannya apa? Itu yang Anda harus jujur dalam mengungkapkan data2nya.
Apa ukurannya hanya keamanan? Sudahlah, perbaiki dulu argumen Anda, baru ujikan di sini.
Posted by fdsycd on Oktober 30, 2009 at 11:21 am
Ressay kamu muslim bukan? tidak ada dosa di 15 tsb
Posted by ressay on Oktober 30, 2009 at 11:43 am
Muslim bos.