Montazeri “Titip Kedengkian” dalam Ketegangan Politik Iran

Setelah Yusef Sanei, salah satu marja’ di Qom, yang secara terbuka mendukung aksi protes pilpres dan mengecam Ahmadinejad, Husein Ali Montazeri, mantan kandidat Rahbar yang dilengserkan pada masa Imam Khomeini, ikut ambil bagian dalam ketegangan politik di Iran.

Sebagaimana dilaporkan Aljazeera, Montazeri menyerukan agar rakyat Iran mulai besok selama tiga hari sebagai hari berkabung demi mengenang 10 korban tewas dalam kerusuhan yang terjadi Sabtu di Tehran.

Seruan Montazeri ini jelas bertujuan personal dan politis, yaitu menggoyang posisi Ayatullah Uzhma Ali Khamenei sebagai pemimpin tertinggi yang terpilih dalam Dewan Ahli sepeninggal Imam Khomeini.

Sementara itu, sebagai bentuk dukungan nyata atas sikap dan keputusan Ayatullah Khamenei tentang larangan berdemonstrasi tanpa izin, sejumlah ulama besar dan marja’ di Qom menyerukan rakyat Iran untuk bersatu mempertahankan sistem Republik Islam Iran du bawah kepemimpin Wali Faqih, Ayatullah Khamenei sekaligus demi menghadapi rongrongan Barat dan Zionis yang bertujuan melemahkan Iran, satu-satunya negara Islam yang berpotensi menjadi saingan Barat di dunia Islam.

Pernyataan dukungan antara lain disampaikan oleh Ayatullah Uzhma Nuri Hamadani dan Ayatullah Naser Makarim Syirazi.

Di Irak, sebuah ledakan dahsyat dekat masjid Muslim Syiah di kota Karkuk menewaskan sekitar 72 orang dan melukai puluhan lainny.

Seiring dengan makin dekatnya tenggat waktu hengkangnya Amerika dari Irak, aksi teror mulai meningkat dengan sasaran sipil, yang sebagian besar terjadi kawasan mayoritas Muslim Syiah.

Sumber: Facebook

4 Tanggapan to this post.

  1. salam kenal
    nice blog

    Balas

  2. sebagai satu-satunya lawan tersisa, sepertinya Iran digoyang dari luar-dalam…

    Balas

    • Media-media memiliki kontribusi khusus dalam menghembuskan isu-isu tendensius ke berbagai penjuru dunia

      Balas

  3. Posted by lamaru on Juni 28, 2009 at 2:15 pm

    Kasihan, Iran, Irak, sejak diserbu Jenghis Khan, sampai sekarang, sering ada huru hara disana. Di Era perang dunia, Iran diduduki tentara Stalin dan Inggris. Sekarang, Irak diduduki Amerika Serikat. Karbala di injak2 tentara Amerika. Th 79-80 perang Iran- Irak, dua negara mayoritas Syiah saling bantai.. Nasibmu nak….

    Balas

Tanggapi posting ini