Arsip

Arsip untuk Juli, 2009

SURAT CINTA INI UNTUKMU YA RASULULLAH…

Juli 30, 2009 37 komentar

n1217295569_30382482_2527933

Kepada Rasul Saw…

Ya Rasulullah, Andai aku yang tinggal di zaman yang kurang baik ini bisa bertemu denganmu, yang hidup di zaman keemasan Islam, aku akan sangat bersyukur bila bisa bertemu denganmu. Terutama, aku ingin melihat sifat-sifat dirimu, yang bijak dan banyak dibicarakan orang. Kejujuran yang benar-benar nyata adanya. Kebaikan hatimu…….serta seluruh sifat-sifat baikmu yang tak bisa kutemukan di zaman sekarang. Read more…

Lagu Kangen Band: Antara Romantis dan Nasionalis

Juli 30, 2009 70 komentar

kangen-band1

Bosan dengan tulisan-tulisan serius, ingin rasanya aku menulis hal-hal yang santai. Tulisan ini kubuat, berawal dari kunjunganku ke kost salah seorang teman. Di kamarnya, ia sedang mendengarkan lagu kangen band yang berjudul juminten. Dia menunjukkan padaku bahwa lagu tersebut unik. Dengan rasa penasaran yang cukup tinggi, aku coba cermati dimana letak keunikan lagu tersebut. Read more…

Bom Naudzubillah & Si Cantik Salahiyah

Juli 29, 2009 8 komentar

bom_marriot

Bom meledak. Sembilan tewas, puluhan luka-luka. Korbannya memang tidak sebanyak bom Bali. Bom JW Marriot & Ritz-Carlton Jakarta itu juga tidak menimbulkan histeria massal. Itu karena kita mulai ‘terbiasa’ dengan ‘jebles jedur’ macam ini. Hanya yang tidak habis pikir, alasan bom itu diledakkan. Read more…

Antara Jihad dan Jahat

Juli 29, 2009 16 komentar

Dua pekan lalu negeri tercinta kita diguncang bom di dua hotel mewah di Jakarta. Korbannya bukan tentara Israel atau agen Mosad atau pelaku kejahatan. Belum ada kepastian siapa pelakunya karena lakon utama masih belum ditemukan. Yang berkembang hanya hipotesa, dugaan dan jugdment. Parahnya media massa seakan hanya memberikan satu perspektif saja dan mengarahkannya pada JI (Jaringan Islam), sebuah nama organisasi yang sejauh ini belum cukup dipahami oleh masyarakat. Akibatnya, stigma negatif terhadap Islam makin kental. Sejurus dengan itu, analisis atau pendangan kiritis terhadap versi mainstream sangat mungkin dikategorikan sebagai keberpihakan terhadap frase seram “terorisme”. Demikian DR Muhsin Labib, pengamat politik dan pakar Islam, mengawali tulisannya yang dimuat di Adilnews dalam menanggapi fenomena terakhir di nusantara. Read more…

Catatan Kecil untuk Republika: Kaum Sunni Bukanlah Teroris!!

Juli 27, 2009 48 komentar

Hampir media-media dunia, termasuk Indonesia, hingga kini, masih mengangkat isu-isu yang berhubungan dengan Iran. Tidak hanya isu politik dalam dan luar negeri Iran namun isu Sunni dan Syiah selalu diangkat ke dalam permukaan.

Koran Republika melaporkan, Iran telah menghukum gantung dua anggota kelompok gerilyawan Sunni di sebuah penjara Sabtu karena pembunuhan dan serangan di sebuah tempat di Iran tenggara yang bergolak.

Dalam pemberitaan tersebut, Koran Republika menyebut Kantor Berita Iran, IRNA, sebagai sumber berita tersebut. Read more…

Abu Dzar Mendobrak Teori Maslow

Juli 24, 2009 13 komentar

Selama beberapa dekade ini, teori-teori yang menjelaskan tentang perilaku manusia telah didominasi oleh pemikir-pemikir barat. Paradigma tentang manusiapun bergeser dari penelitian terhadap jiwa manusia, menjadi pengakuan terhadap manusia yang hanya ditentukan oleh perilakunya. Hal ini tidak mengherankan, karena pemikir barat seperti Freud, Skinner, Adler, Fromm, Jung selalu berpikir dengan logika penyangkalan terhadap tuhan, logika keras kepala, logika dogmatis, dan logika untuk diri sendiri. Ilmuwan-ilmuwan timur seperti Ibnu Sina yang sudah bersusah payah mencari kebenaran, digantikan oleh ilmuwan-ilmuwan amatir dari barat yang hanya berusaha mencari pembenaran. Untuk apa anda bertanya? Jelas untuk status, pengakuan dari kalangan ilmiah, untuk menciptakan sebuah disertasi yang akan dipuji oleh banyak orang, untuk merasa nikmatnya didengarkan oleh orang banyak, untuk sebuah nobel, untuk popularitas, untuk menyembah pemikirannya sendiri, untuk merasa paling benar. Jika anda sedikitpun bertanya apakah mereka memikirkan manfaat dari teori mereka? Saya akan menjawab dengan tegas tidak!. Mengapa? Karena sampai saat ini mereka terus menerus berseteru dengan jargon-jargon mereka, yang satu mempertahankan teorinya yang lain menentangnya. Masing-masing berteriak untuk kepentingan diri mereka sendiri. Sesungguhnya pengakuan terhadap teori-teori merekapun tidak datang dari mayoritas ilmuwan dunia, akan tetapi hanya dari beberapa organisasi barat yang mengukuhkan diri sebagai penentu yang benar dan yang salah. Dari mana datangnya keabsahan metodologi? dari mana datangnya sekolah-sekolah yang diakui? dari mana datangnya jurnal-jurnal acuan? ya jelas dari barat. Pada suatu saat mereka bisa saja mengakui sebuah teori yang tidak memiliki dasar metodologi yang kuat seperti teori psikoanalisa Freud, di saat lain mereka sangat meninggikan pentingnya cara eksperimental, laboratorium, statistik, dan variabel-variabel seperti Skinner. Jadi sesungguhnya cara yang digunakan adalah cara suka-suka. Saya yakin andapun tidak akan mau mengambil orang-orang seperti ini sebagai pemimpin. Read more…

Abu Dzarr: Sahabat, Sufi, dan Sosialis

Juli 24, 2009 4 komentar

Kehidupan sufi tidaklah seperti yang dibayangkan orang selama ini; di ruang gua yang sempit di tengah hutan atau di puncak menara. Stigma mementingkan kesalehan pribadi dan mengabaikan kesalehan sosial yang selalu dilekatkan pada ajaran spiritual ini mungkin perlu ditelaah ulang. Jika kita mau merunut akar sejarah sufi hingga zaman sahabat Nabi, justru kita akan menemukan pribadi-pribadi yang sangat membenci dan menentang terjadinya ketimpangan sosial. Read more…

Film Dokumenter Pemimpin Besar di Abad Modern, Pemimpin Sejati Umat Manusia

Juli 22, 2009 17 komentar
Tak seorangpun manusia, nuraninya yang tidak mendambakan sosok pemimpin yang sejati. Seperti apakah sosok pemimpin sejati itu? Read more…

Rahma Singer

Juli 22, 2009 10 komentar
Rahma

yang pake jilbab itu, Rr. Rahma

Pagi ini aku membuka facebookku, aku dibuat terkejut oleh salah satu teman SMA. Aku dan dia bersama-sama belajar di SMA Plus MUTHAHHARI Bandung. Temanku itu bernama Wally Andromeda. Saat ini dia sudah menikah dengan teman SMA ku juga, Rr. Rahma Sekar Savitri. Read more…

Klarifikasi HMI Solo Atas Penolakan Panwascam

Juli 10, 2009 8 komentar

4771_1043798510192_1682507443_72619_2331466_s

Hingar bingar konstelasi politik Indonesia memasuki tahap-tahap puncaknya. Dalam konteks ini adalah Pemilu 2009. Pemilu adalah puncak dari demokratisasi. Pemilu diharapkan menjadi sebuah jalan untuk memilih pemimpin bangsa yang nantinya akan memegang amanah dari rakyat dan bertugas untuk menyejahterakannya sekaligus membawa bangsa Indonesia menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Read more…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 71 pengikut lainnya.