Arsip untuk ‘Artikel’ Kategori

Fallacy of Dosenisme

Mungkin judul diatas terkesan aneh. Tetapi setidaknya itu menggambarkan keanehan berpikir yang aku temui di kampus yang katanya lingkungan ilmiah. Fallacy of dosenisme maksudnya ialah kesalahan-kesalahan berpikir yang dilakukan oleh beberapa dosen.
Tulisan ini bukan hendak menjatuhkan harga diri dan martabat seorang dosen, melainkan hendak mengupas soal kesalahan berpikir yang pernah aku jumpai menjangkiti dosen-dosenku. Harapannya, [...]

Continue reading »

Dualisme HMI; Antara Yasir, Sumayyah, dan Ammar bin Yasir

Salah satu diantara banyak pertanyaan yang pasti saya dengar saat berdiskusi tentang HMI dengan mahasiswa baru ialah pertanyaan soal perpecahan HMI menjadi HMI (DIPO) dan HMI (MPO). Selalu saja pertanyaan ini mengisi ruang-ruang dialog antara mahasiswa baru dengan pengurus HMI. Dan biasanya pertanyaan tersebut disusul dengan pertanyaan lanjutan seputar siapa yang benar dan siapa yang [...]

Continue reading »

Metodologi Diskusi

Manusia sebagai makhluk sosial tentu membutuhkan adanya hubungan dengan manusia lain. Tidak hanya hubungan secara fisik saja tapi juga hubungan ide diantara mereka. Hubungan ide antara satu manusia dengan manusia lain disebut sebagai komunikasi.
Dalam proses komunikasi, seseorang mengirimkan pesan kepada penerima pesan dengan harapan adanya reaksi terhadap pesan tersebut. Jadi komunikasi akan terjadi jika terdapat [...]

Continue reading »

Konsistensi Terhadap Penerjemahan Kata “Auhaina”

Ternyata diskusi tentang wahyu yang turun kepada selain Nabi pun masih hangat untuk diperbincangkan. Para peserta diskusi ada yang memang berargumen dengan ilmiah walaupun terkadang kurang tepat dalam memahami dasar argumen mereka, tetapi tidak jarang juga ada diantara peserta diskusi yang senang sekali berkomentar kasar dan bahkan jorok.
Untuk orang-orang jahil seperti itu, saya hanya bisa [...]

Continue reading »

Membaca atau Menulis Ta’awwudz?

Tulisan ini masih terkait dengan sebuah blog yang dalam beberapa kesempatan pemiliknya berdiskusi dengan saya. Dan isi diskusi kami sebagian sudah saya postingkan dalam blog ini, diantaranya adalah Wahyu dan Ilham dalam Terjemahan dan Wahyu Turun Kepada Selain Nabi?
Dalam sela-sela diskusi kami, ia tampak sekali kehabisan argumen sehingga ia merasa perlu untuk mendiskreditkan saya dengan [...]

Continue reading »

Wahyu Turun Kepada Selain Nabi?

Tulisan ini masih menyambung tulisan yang terdahulu mengenai ilham dan wahyu yang nampaknya masih memberikan efek sampai saat ini kepada orang-orang yang sudah kadung taqlid dengan penerjemahan Al-Qur’an versi DEPAG RI. Sampai-sampai ada seorang blogger yang tidak kesampaian untuk membantah apa yang jadi pendapat saya, sehingga merasa perlu untuk mendiskreditkan saya dengan mengubah-ubah foto wajah [...]

Continue reading »

ILHAM dan WAHYU Dalam Terjemahan

Berawal dari diskusi di blog tetangga tentang ilham dan wahyu, saya jadi kepikiran untuk menulis mengenai hal itu. Tetapi tulisan ini difokuskan pada permasalahan, apakah selain Nabi dapat memperoleh wahyu, atau hanya dapat memperoleh ilham saja?

Continue reading »

Kritik Atas Waktu Memulai Puasa dan Waktu Berbuka Puasa

Udah lama pingin banget nulis hal ini. Tetapi baru sekarang aku memberanikan diri. Karena apa yang hendak aku tuliskan, sebetulnya dapat saja dengan mudahnya diragukan kebenarannya oleh para penganut paham Argumentum ad Hominem.
Pasalnya, aku seorang mahasiswa fakultas hukum yang buta akan tafsir agama, memberanikan diri menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits.
Kepada para ahli agama, mohon maaf [...]

Continue reading »

Fallacy Argumentum ad Baculum

Ingin rasanya menulis pengalaman-pengalaman yang aku jumpai terkait dengan persoalan kesalahan berpikir atau dalam bahasa kerennya “Fallacy”.
Berawal dari rapat harian di HMI Cabang Surakarta. Ketika ada salah seorang peserta rapat harian mengeluarkan pertanyaannya yang menurutku mengandung unsur fallacy.
Saat itu suasana adu argumen terasa sekali. Orang tersebut berkata, “Terserah kawan-kawan mau memutuskan apa. Yang jelas seperti [...]

Continue reading »

SURAT CINTA INI UNTUKMU YA RASULULLAH…

Kepada Rasul Saw…
Ya Rasulullah, Andai aku yang tinggal di zaman yang kurang baik ini bisa bertemu denganmu, yang hidup di zaman keemasan Islam, aku akan sangat bersyukur bila bisa bertemu denganmu. Terutama, aku ingin melihat sifat-sifat dirimu, yang bijak dan banyak dibicarakan orang. Kejujuran yang benar-benar nyata adanya. Kebaikan hatimu…….serta seluruh sifat-sifat baikmu yang tak [...]

Continue reading »

Bom Naudzubillah & Si Cantik Salahiyah

Bom meledak. Sembilan tewas, puluhan luka-luka. Korbannya memang tidak sebanyak bom Bali. Bom JW Marriot & Ritz-Carlton Jakarta itu juga tidak menimbulkan histeria massal. Itu karena kita mulai ‘terbiasa’ dengan ‘jebles jedur’ macam ini. Hanya yang tidak habis pikir, alasan bom itu diledakkan.

Continue reading »

Antara Jihad dan Jahat

Dua pekan lalu negeri tercinta kita diguncang bom di dua hotel mewah di Jakarta. Korbannya bukan tentara Israel atau agen Mosad atau pelaku kejahatan. Belum ada kepastian siapa pelakunya karena lakon utama masih belum ditemukan. Yang berkembang hanya hipotesa, dugaan dan jugdment. Parahnya media massa seakan hanya memberikan satu perspektif saja dan mengarahkannya pada JI [...]

Continue reading »

Catatan Kecil untuk Republika: Kaum Sunni Bukanlah Teroris!!

Hampir media-media dunia, termasuk Indonesia, hingga kini, masih mengangkat isu-isu yang berhubungan dengan Iran. Tidak hanya isu politik dalam dan luar negeri Iran namun isu Sunni dan Syiah selalu diangkat ke dalam permukaan.
Koran Republika melaporkan, Iran telah menghukum gantung dua anggota kelompok gerilyawan Sunni di sebuah penjara Sabtu karena pembunuhan dan serangan di sebuah tempat [...]

Continue reading »

Abu Dzar Mendobrak Teori Maslow

Selama beberapa dekade ini, teori-teori yang menjelaskan tentang perilaku manusia telah didominasi oleh pemikir-pemikir barat. Paradigma tentang manusiapun bergeser dari penelitian terhadap jiwa manusia, menjadi pengakuan terhadap manusia yang hanya ditentukan oleh perilakunya. Hal ini tidak mengherankan, karena pemikir barat seperti Freud, Skinner, Adler, Fromm, Jung selalu berpikir dengan logika penyangkalan terhadap tuhan, logika keras [...]

Continue reading »

Abu Dzarr: Sahabat, Sufi, dan Sosialis

Kehidupan sufi tidaklah seperti yang dibayangkan orang selama ini; di ruang gua yang sempit di tengah hutan atau di puncak menara. Stigma mementingkan kesalehan pribadi dan mengabaikan kesalehan sosial yang selalu dilekatkan pada ajaran spiritual ini mungkin perlu ditelaah ulang. Jika kita mau merunut akar sejarah sufi hingga zaman sahabat Nabi, justru kita akan menemukan [...]

Continue reading »