S Hasan Nasrullah: “Dengan darah kami, kami akan menang atas pedang-pedang kalian”

Sekjen Hizbullah Lebanon menghimbau para pengunjuk rasa untuk menjaga ketenangan dan jangan ada satu menembakkan satu pelurupun demi terciptanya pemerintahan bersatu untuk bangsa. Menurut laporan pers, pada Kamis malam, Sayyid Hasan Nasrullah (Sekjend Hizbullah) menyampaikan kepada para pengunjuk rasa bahwa beliau meminta maaf kepada demontran karena ketidakhadiran beliau secara langsung di hadapan para demonstran. Beliau berkata bahwa kondisi keamananlah yang mengakibatkan beliau harus berbicara melalui layar televisi.

Beliau berterima kasih kepada para demonstran atas semangat mereka berunjuk rasa meski udara cukup dingin dan meminta mereka untuk meneruskan aksi tanpa merasa lelah. Sayyid Hasan Nasrullah menekankan:“Kami tidak akan berhenti berdemonstrasi sampai keinginan kami terpenuhi,” dan meminta kepada para pendukungnya untuk menjaga ketenangan dan tidak menembakkan satu pelurupun. Beliau mengungkapkan bahwa peluru-peluru ini hanya akan melesat ke dada para zionis.

Sayyid Hasan Nasrullah berkata: “Kami lebih kuat dari kelaparan, lebih tangguh dari keputusasaan dan kami tidak tunduk di hadapan serangan rudal kalian. Lalu bagaimana bisa kalian berharap kami akan tunduk dengan ancaman-ancaman kalian. Kami selalu menang di segala medan perang, kami selalu menginginkan kemenangan dalam pertempuran. Sekjen Hizbullah itu berkata: “Tujuan pembunuhan seorang pemuda Syiah Lebanon adalah untuk memunculkan pertikaian fisik” tapi beliau menambahkan: “Hizbullah tidak akan termakan isu peperangan dalam negeri”.

Sayyid Hasan Nasrullah menganggap ‘perang dalam’ akan merugikan semua kalangan dan tidak akan ada satupun yang akan keluar sebagai pemenang. Beliau menekankan: “Kami akan mengalahkan kalian dengan teriakan-teriakan kami”. Beliau menambahkan: “Dengan darah kami, kami akan menang atas pedang-pedang kalian”. Sekjen Hizbullah itu juga memuji tentara Lebanon dan menekankan:“Tentara ini telah menunjukkan bahwa mereka adalah tentara untuk bangsa Lebanon dan jaminan nyata untuk keamanan Lebanon”.

Sayyid Hasan Nasrullah mengungkap adanya beberapa kelompok di Lebanon yang menyimpan persenjataan dan serta mensuplai senjata-senjata tersebut.

Beliau mengingatkan usaha sebagian pihak di Lebanon yang berupaya mengubah perundingan yang ada saat ini menjadi perundingan madzhab antara Syiah dan Sunnah dan berkata: ”Demonstrasi di Beirut bukan demonstrasi Syiah dan pemerintahan Lebanon juga bukan pemerintahan Sunni yang berusaha digulingkan oleh orang-orang Syiah”. Sayyid Hasan Nasrullah menekankan bahwa beliau bersama para pembesar kelompok-kelompok lain menginginkan terbentuknya pemerintahan bersatu dari rakyat dan tidak menginginkan campur tangan pihak luar dalam bentuk apapun.

“Kami turun ke jalan sebagai jalan terakhir setelah segala usaha untuk berunding telah tertutup. Akan tetapi, sampai saat ini kami tidak menolak untuk berdialog”. Nasrullah juga mengingatkan “Adalah sebuah kekeliruan jika kami berhenti memprotes dan kembali ke meja perundingan sehingga mereka bisa menipu kami. Seiring berlangsungnya demo, kami siap menerima dialog”.

Sayyid Hasan Nasrullah menghimbau pendukungnya yang berpartisipasi dalam aksi di Beirut untuk tidak mengcerca satupun petinggi-petinggi Lebanon dan tidak menggunakan kata-kata yang tidak pantas.

Nasrullah juga menangkis tuduhan-tuduhan sebagian pihak bahwa Hizbullahlah yang memulai perang 33 hari lalu dan berkata: “Sebagian kelompok meminta Amerika memprovokasi Israel untuk menyerang Lebanon setelah yakin bahwa melucuti senjata Pertahanan Lebanon tidak mungkin dilakukan dari dalam”. Beliau juga mengungkapkan bahwa beberapa orang Lebanon telah duduk bersama orang-orang Israel dan mengagendakan agresi ke Lebanon. “Saya tidak akan menyebut nama orang-orang yang telah bertindak seperti itu, akan tetapi saya tahu nama-nama itu dan saya harap tidak akan tiba suatu hari sedang saya terpaksa menyebutkan nama-nama itu”. Bahkan beliau menambahkan:“Sekelompok orang dari Lebanon telah menghubungi Olmert dan menginginkan untuk meneruskan serangan Israel ke Lebanon dan saya tahu nama-nama orang-orang tersebut”.

“Israel telah menghancurkan jalan-jalan dan jembatan-jembatan, tetapi mereka tidak bisa menguasai Lebanon. Sedangkan perdana menteri Lebnanon sendiri telah memerintahkan pasukan tentara Lebanon untuk menghentikan suplai persenjataan dari Selatan. Sesungguhnya tentara Lebanon telah melakukan sesuatu yang tidak pernah dapat dilakukan oleh Israel”. Sekjen Hizbullah itu menekankan: “Jika perdana menteri Lebanon seorang syiah, maka saya akan mengungkapkan masalah ini di hari pertama dulu”.

Nasrullah juga berkata: “Sebagian berkata bahwa kekuatan keamanan yang berada di bawah kontrol kelompok pihak Lebanon telah menjadi anak buah dan mata-mata Israel setelah pertempuran. Tetapi yang sebenaranya adalah salah satu servis keamanan berada di bawah kendali para petinggi Lebanon dan saat masa berlangsungnya agresi Israel ke Lebanon mereka sibuk meneliti dan mencari tempat persembunyian pembesar-pembesar Hizbullah, termasuk tempat saya sendiri, dan menginformasikannya ke Israel”.

Nasrullah juga meminta dibentuknya komite independen untuk meneliti segala permasalahan mengenai peperangan ini. “Salah satu kelompok fundamentalis Sunni telah berusaha meneror saya namun mereka telah tertangkap dan sekarang pengadilan mereka sedang berlangsung. Akan tetapi saya memaafkan mereka dan saya meminta pihak pengadilan Lebanon untuk membebaskan mereka”. Kepada kabinet Fuad Seniora, Sekjen Hzbullah Lebanon itu berkata:“Kalian selalu berkoar-koar tentang demokrasi dan kebebasan, lalu mengapa kalian menahan hak rakyat dalam mengekspresikan protes damai mereka dan menuduh mereka dengan tuduhan-tuduhan baru setiap harinya?”.

Sekjen Hizbullah Lebanon, yang dalam pidatonya berulangkali mengkonfirmasi para demonstran yang berada di Riyadh al Shulh Square dan Syuhada Square-Beirut, kepada perangkat pemerintahan Lebanon berkata:”Bush, presiden Amerika yang kalang kabut, gelisah dan terjerumus dalam jurang kasus Iraq dan Afghanistan, tidak akan layak menjadi pelindung kalian”. Beliau menganggap bantuan-bantuan Amerika dan Israel kepada pemerintahan sementara Lebanon selama satu setengah tahun terakhir ini patut dicurigai dan beliau berkata:“Saya katakan kepada pemerintahan Lebanon sekarang ini, jangan buka hati kalian pada kepalsuan-kepalsuan Amerika dengan bantuan-bantuannya, karena mereka tidak pernah jujur sampai kapanpun”

Sekjen Hizbullah Lebanon itu mengingatkan bahwa pemerintahan Lebanon sat ini telah menerima dukungan dari Washington yang selama ini tidak pernah diterima oleh pemerintahan Lebanon sebelumnya. Nasrullah beranggapan bahwa rezim Zionis adalah salah satu pelindung pemerintahan sementara Lebanon. “Kabinet Israel telah mengadakan pertemuan untuk menawarkan bantuan kepada pemerintah Lebanon yang sedang mengalami kehancuran,” katanya. Beliau juga meminta kepada para pemimpin bangsa Arab untuk tidak turut campur tangan dalam urusan internal Lebanon dan tidak memperkeruh suasana dengan dukungan sepihak mereka. “Kami menolak segala macam dukungan dan saran, baik dari lawan, kawan ataupun saudara selain bangsa Lebanon dan kami yakin rakyat Lebanon sendiri mampu dan bisa menangani kesulitan-kesulitan mereka dan belum melupakan asas-asas kebersamaan dan kedamaian mereka,” tambahnya. Mengenai meningkatnya aktifitas anti pemerintah, Sayyid Hasan Nasrullah mengingatkan:“Kami akan tetap berdiri di arena yang tersisa sampai pemerintahan yang bersatu, berkebangsaan dan yang menjamin kepentingan seluruh rakyat Lebanon terbentuk”.

Beliau juga menekankan: “Jika pemerintahan jatuh ke tangan kami, kami akan memberikan sepertiga jumlah kursi kepada rival kami dan saya atas nama Hizbullah menjamin masalah ini”. Nasrullah juga menekankan: “Dalam masalah ini, kami menginginkan dialog dan terbentuknya pemerintahan kesatuan bangsa dengan kepemimpinan Fuad Seniora tapi sepertiga jumlah kursi harus diberikan kepada kelompok-kelompok lain. Namun, jika pemerintah masih keras kepala kami tidak akan membiarkan keadaan seperti ini terus menerus dan kami akan meminta terbentuknya pemerintahan yang tidak satupun dari pejabat-pejabat sekarang ini menjadi pemimpinnya”.

Sayyid Hasan Nasrullah juga meminta para pendukungnya untuk menghadiri shalat Jum’at yang akan diimami oleh salah satu ulama Sunni dan demonstrasi pada hari Sabtu akan dilaksanakan secara besar-besaran.

Partai-partai dan organisasi politik penentang pemerintah Lebanon yang bernama “8 Maret” juga mengajak rakyat Lebanon untuk aksi unjuk rasa besar-besaran menentang pemerintah Lebanon pada hari Sabtu pukul 15.00 waktu setempat. Kelompok ini menekankan bahwa hari itu akan menjadi hari bersejarah yang akan mengubah nasib bangsa Lebanon.

Dan pada hari Jum’at kemarin, ribuan massa Syiah dan Sunni Lebanon melangsungkan shalat jama’ah bersama di tempat unjuk rasa, di pusat Beirut yang diimami oleh Fathi Yakun, seorang muballigh dan ulama sunni. Setelah itu, dengan jumlah masa Syiah dan Sunni yang semakin banyak, mereka membaca doa wahdah sedang tangan-tangan mereka saling bersatu dan diangkat tinggi ke langit.

Reaksi
Perdana Menteri Lebanon akhirnya memberikan reaksi terhadap pidato sekjen Hizbulah Lebanon. Menurut laporan surat kabar “as-Safir” Fuad Seniora merasa terancam dengan ditayangkanya pidato Sayyid Hasan Nasrullah itu. Ahmad Fatfat, menteri pemuda dan olahraga yang beberapa lama menjadi Menteri Lebanon pun menganggap bahwa pidato Sayyid Hasan Nasrullah itu sangat berbahaya

Sumber: ISLAT