Pesan Haji Rahbar: Zulhijjah 1427 H – Desember 2006 M

ali_khamenei_smiling.jpgAtas nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Waalhamdu lillahi Rabbil aalamin, Wassholaatu ala Sayyidil mursaliin wa ala Alihi at-Thayyibin wa Sohbihi as-Shodiqin

Musim haji, seperti tahun-tahun lalu, telah tiba dengan memberikan kabar gembira penuh makna dan membuka kesempatan yang sangat besar bagi dunia Islam. Meski setiap hati merindukan untuk menuju ke sana, akan tetapi sangat sedikit orang-orang yang memperoleh keberuntungan itu. Dan inilah rahasia yang menjadi penghubung hati-hati dengan mata air yang selalu mengalir ini.

Pertemuan tahunan saudara-saudara di rumah suci Sang Kekasih ini, disatu sisi mempertemukan hati-hati dengan dengan Kiblat Penciptaan, semantara sisi lain mempersatukan kembali umat yang terpisah. Dan pertemuan suci ini memberikan semangat baru dalam tubuh umat Islam secara spritualitas dan politis. Memisahkan diri dari kotoran-kotoran duniawi dan berjumpa dengan Allah dalam sebuah amal meskipun hanya beberapa hari adalah perbekalan yang agung bagi manusia. Semua ritual dan manasik haji ditujukan agar pelaksana haji dapat merasakan pengembaraan spiritual dan merasakan lezatnya petualangan jiwa.

Dari segi politik, pesan utama pelaksanaan ibadah haji adalah penampakan identitas persatuan umat Islam. Ketika saudara-saudara jauh dari satu sama lain maka, telah membuka medan dan celah bagi para pendengki dan mereka menanamkan benih-benih perpecahan di antara kaum muslimin.

Umat Islam terdiri dari berbagai bangsa, suku dan penganut aliran yang bermacam-macam. Keberagaman ini juga diwarnai dengan keberadaan umat di berbagai titik penting dan strategis di berbagai belahan dunia. Hal ini bisa dianggap sebagai titik kekuatan bagi tubuh umat Islam yang agung ini. Warisan budaya dan pertalian sejarah yang sama di antara mereka dalam dataran yang luas ini dapat memberi hasil yang lebih. Segala macam sumber daya alam dan sumber daya manusia dapat dipotensialkan untuk Islam yang mulia ini.

Kekuatan umat di balik kebersamaan dan persatuannya difahami benar oleh imperialis Barat. Oleh karena itu sejak awal masuknya imperialisme Barat ke negara-negara Islam, adalah upaya untuk menimbulkan perpecahan diantara kita. Para pakar politik imperialis Barat mengetahui dengan baik bahwa jika persatuan dunia Islam terbentuk, supremasi politik dan ekonomi mereka akan terhambat. Maka, dengan usaha yang menyeluruh dan dalam jangka waktu yang panjang, mereka mulai menebar bibit perselisihan di antara kaum muslimin. Di bawah siasat licik ini, mereka mengambil kesempatan dari kelalaian sebagian umat dan kelemahan pemimpin politik dan budaya, sehingga mereka dapat melaksanakan niat mereka untuk menguasai negara-negara Islam.

Pelumpuhan dan penumpasan gerakan-gerakan pembebasan di negara-negara Islam abad lalu, keberhasilan gerakan kaum imperialis untuk menguasai negara-negara Islam, pembentukan rezim-rezim pemerintahan penjajahan di negara-negara Islam, pemerasan sumber daya alam dan pembodohan sumber daya manusia umat Islam, dan ketertinggalan umat Islam dari ilmu pengetahuan dan modernitas. Semua ini adalah akibat dari perpecahan dan adu domba yang berujung permusuhan, perselisihan dan perang saudara.

Bersamaan dengan kebangkitan Islam yang titik puncaknya adalah terbentuknya Republik Islam di Iran, pangkalan imperialisme Barat dihadapkan pada satu ancaman serius. Kekalahan Blok politik Timur dan Barat serta penampakan imperialisme sebagai faham keliru yang telah dianggap sebagai satu-satunya jalan kebahagiaan manusia, telah menumbuhkan dan mengembangkan kesadaran Islami di tengah-tengah kaum muslimin. Kegagalan tak berujung kaum imperialis dalam menutup-nutupi dan mematikan cahaya Ilahi ini, membuat bibit harapan di hati bangsa-bangsa Islam terus tumbuh dan bergelora.

Lihatlah Palestina sekarang ini, di sana pemerintahan kokoh dengan asas Pembebasan dari penjajahan Zionis telah terbentuk dan bandingkanlah dengan keterasingan, ketersisihan dan kelemahan bangsa Palestina masa lalu.

Lihatlah Lebanon, pengorbanan kaum muslimin di sana dapat mengalahkan pasukan bersenjata lengkap dengan semua bantuan Amerika dan Barat. Dan bandingkanlah dengan Lebanon di masa-masa sebelumnya yang kapan saja Zionis berhasrat, mereka dapat bergerak dan menyusup kesemua tempat tanpa rintangan sedikitpun.

Lihatlah Irak, sebuah bangsa terhormat yang telah mencoreng muka dan mempermalukan Amerika yang angkuh, yang menggeser tentara dan politikus dari kepemilikan terhadap Iraq dengan penuh arogansi dan rasa benci dan terjebak dalam perangkap permasalahan politik, militer dan ekonomi. Dan bandingkanlah dengan Irak dulu, yang dipimpin oleh seorang penghisap darah yang dengan dukungan Amerika, ia menyumbat rongga pernafasan rakyat.

Lihatlah Afghanistan, segala janji, kebohongan dan tipu muslihat Amerika dan Barat yang dilontarkan tentang penarikan mundur pasukan koalisi negara-negara Barat secara menyeluruh dari negara itu tidak pernah terwujud, dan justru yang terjadi adalah pembantaian warga tidak berdosa dan lahirnya kekuatan-kekuatan mafia obat-obatan terlarang yang kian merajalela.

Dan saksikanlah pula munculnya generasi muda di pelbagai negara Islam dan generasi muda yang terus bertambah dengan keyakinan terhadap nilai-nilai Islam dan kebencian atas kekejian dan arogansi Amerika dan imperialisme Barat.

Dengan melihat semua ini, dapat digambarkan akan keruntuhan nasib dan kekalahan langkah imperialisme Barat dan lebih dari semua itu, Amerika. Dan sebaliknya akan dapat kita saksikan terbentuknya persatuan Islam.

Sekarang, pemerintah Amerika, kapitalisme Barat dan penguasa Zionis dapat merasakan fakta bangkitnya kebangkitan Islam. Mereka mengakui bahwa fakta ini tidak dapat diredam dengan senjata dan kekuatan militer. Mereka mengerahkan segala kekuatan untuk melakukan berbagai cara dan usaha politik demi memenuhi ambisi-ambisi jahat mereka.

Hari ini, adalah hari di mana umat Islam, baik ia politikus, budayawan dan tokoh keagamaan, atau rakyat biasa, harus lebih siaga dari biasanya. Mereka harus dapat mengenali tipu muslihat musuh dan menghadapinya. Salah satu dari tipu muslihat musuh adalah menyulut api perselisihan. Dengan dana besar dan usaha yang terus menerus, mereka menginginkan agar kaum muslimin sibuk dengan perselisihan mazhab. Dan sekali lagi, dengan memanfaatkan kesempatan dari kelalaian, dan fanatisme buta kaum muslimin, mereka akan mengadu domba dan memporak-porandakan barisan kita.

Saat ini, setiap gerakan yang mengarah pada perpecahan pada dunia Islam adalah dosa abadi dalam sejarah. Mereka yang sengaja mengkafirkan saudara-saudara muslimnya dengan alasan yang tidak masuk akal, mengkafirkan kelompok-kelompok besar kaum muslimin, dengan alasan-alasan yang keliru dan mencela kesucian mazhab-mazhab Islam lainnya, dengan belati mereka menikam dari belakang pemuda-pemuda Lebanon yang telah mengorbankan jiwa dan menjadi kebanggaan bagi umat Islam.

Mereka yang mengklaim tentang adanya Bulan sabit Syi’ah adalah ucapan selamat datang kepada Amerika dan Zionis. Mereka menyebarkan ketidakamanan dan adu domba di kalangan rakyat Irak untuk kehancuran pemerintahan Islam, mereka menekan pemerintahan Hamas yang dipilih dan dicintai oleh rakyat Palestina dengan berbagai cara. Disadari atau tidak, mereka adalah penjahat yang akan dikenang oleh sejarah Islam dan generasi-generasi mendatang. Mereka akan dikenang sebagai pengkhianat dan para pendurhaka.

Kaum muslimin di seluruh dunia harus menyadari bahwa periode kemunduran dunia Islam telah berakhir dan zaman baru telah dimulai. Pikiran-pikiran batil bahwa kaum muslimin harus terus berada dalam cengkraman politik, budaya Barat dan harus menganut cara berpikir dan berlaku mereka secara individu maupun sosial, adalah hal yang ditimbulkan oleh Barat, harus dihapuskan dari benak kaum mulimin.

Pasca kejayaan Amerika, dengan kezaliman, tindakan irrasional, kesombongan yang tak terbatas di dunia Islam, Barat telah berubah menjadi musuh nilai-nilai murni Islam. Sikap mereka terhadap rakyat Palestina, bertentangan dengan tindakan mereka terhadap pemerintahan Zionis yang keji. Sikap mereka atas klaim persenjataan destruktif massal Zionis bertentangan dengan sikap mereka atas penggunaan energi nuklir Iran yang damai.

Dukungan mereka terhadap serangan militer ke Lebanon, bantuan logistik persenjataan dan birokrasi kepada agresor bertentangan dengan sikap mereka terhadap pejuang-pejuang Lebanon. Pengambilan upeti secara paksa terhadap para penguasa Arab dan pemberian bantuan yang terus menerus mereka kepada rezim Zionis. Dukungan mereka kepada penghina kesucian Islam bahkan penghinaan para pemimpin seperti Paus Benediktus terhadap agama Ilahi bertentangan dengan sikap mereka bahwa penelitian dan keraguan tentang sejarah kebenaran Holocaust dan Zionisme adalah sebuah kejahatan besar.
Invansi militer, penghancuran Irak dan Afghanistan atas nama demokrasi dan konspirasi untuk menumbangkan pemerintahan yang secara sah dipilih oleh rakyat di Palestina, Irak, Amerika Latin dan di negara mana saja yang di dalamnya dipimpin oleh orang-orang yang anti Amerika dan Zionis slogan perang anti terorisme. Semua tindakan tak logis dan permusuhan Barat terhadap bangsa-bangsa muslim telah menyempurnakan alasan bagi umat Islam untuk bangkit. Disadari atau tidak, hari ini sebuah gerakan yang mengakar kuat di tengah umat Islam telah muncul dan pada waktunya yang tepat akan membuahkan kemerdekaan, kehormatan dan kehidupan baru umat Islam.
Inilah tahap sejarah yang sangat menentukan. Para petinggi dan ulama, serta para cendekiawan mengemban beban dan tugas yang berat di pundak mereka. Segala bentuk kelemahan, kelesuan dan kelalaian mereka dapat berakhir dengan bencana. Para ulama harus tanggap dalam menghadapi fitnah perselisihan madzhab. Para cendekiawan mengemban tugas untuk memberikan dorongan semangat dan harapan bagi para pemuda. Para politikus dan para pemimpin harus menjaga rakyatnya di arena ini sehingga rakyat dapat besandar pada mereka. Pamerintah-pemerintah Islam harus merapatkan barisan dan menguatkan solidaritas diantara mereka. Kekuatan yang besar ini hendaknya dimanfaatkan untuk menghadapi kaum imperialis.

Saat ini, Agen-agen spionase Amerika dan Inggris di Irak, Lebanon, negara-negara utara Benua Afrika dan di beberapa kawasan lainnya, mengerahkan seluruh kemampuan untuk memecah belah dan menciptakan perselisihan, perpecahan antar mazhab ditengah umat islam. Oleh karena itu, pertemuan akbar para haji harus dapat menjadi obat yang melindungi kita dari penyakit fatal dan mematikan ini. Allah berfirman:” Taatilah Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kalian bercerai-berai sehingga menyebabkan kalian gagal dan kekuatan kalian melemah, dan bersabarlah, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bersabar.” Ayat ini harus selalu menjadi perhatian kita semua.

Manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Dengan memanjatkan doa untuk umat Islam dan untuk kedatangan Imam Mahdi yang dijanjikan -salam Allah atasnya dan semoga Allah mempercepat kedatangannya- bersihkanlah diri kalian di samudera spiritual yang luas ini.

Semoga taufiq dan kesejahteraan bagi anda sekalian dan semoga haji anda diterima oleh Allah swt.[M Ammar]

Sayyid Ali Khamenei
————————-
3 Dzul Hijjah 1427

Nb:Mohon disebarluaskan

Sumber: ISLAT