Eksekusi Saddam

Pelaksanaan hukuman gantung atas mantan diktator Irak Saddam Husein menjadi bahan ulasan berbagai pemberitaan di Indonesia. Umumnya, koran-koran di Indonesia mencoba menampilkan diri sebagai media yang netral, bahkan cenderung bersimpati kepada Saddam. Jawapos, misalnya menulis, kematian Saddam Sabtu lalu telah membakar kembali semangat perlawanan pendukung Saddam. Selain gelombang protes dari dalam negeri Irak, keluarga Saddam menggalang dukungan di negara pengasingan.

Raghad Hussein, putri tertua Saddam, kemarin memimpin demonstrasi besar-besaran di Amman, Jordania. Unjuk rasa itu mengutuk hukuman gantung mantan penguasa Irak selama 24 tahun tersebut. Raghad mengajak semua loyalis Saddam untuk bersatu melawan pemerintahan Irak yang disebutnya boneka AS. Dua anak perempuan Saddam, Raghad dan Rana Hussein, bersama sembilan anak mereka mengungsi ke Jordania pada 30 Juli 2003 atau empat bulan setelah invasi AS ke Irak. Mereka dalam perlindungan kelompok kemanusiaan di Amman.

Sedangkan Republika menulis, Saddam kini telah tiada. Sisi baik maupun sisi buruk dalam kehidupan Saddam tetap dikenang warga dunia, terutama yang tinggal di Irak. Protes warga di Irak dan Yordania, kemarin menunjukkan adanya kecaman terhadap para tokoh Syiah yang memimpin perjuangan rakyat Irak melawan penjajah. Tokoh Syiah yang dikecam itu adalah Muqtada Al Sadr dan Ayatullah Ali Sistani. Hal ini sangat rawan mengadu domba kelompok Sunni dengan kelompok Syiah. Jika konflik ini benar-benar tersulut entah berapa banyak lagi warga Irak yang harus menjadi korban konflik tragis akibat skenario yang dimainkan dunia Barat ini.

Yang tidak diungkap oleh media-media Indonesia soal Saddam ini adalah masih sangat menumpuknya kekecewaan yang ada pada kelompok Syiah akibat eksekusi Saddam yang sangat dipercepat itu. Saddam dihukum mati hanya atas kejahatan membantai 148 warga Dujail tahun 1982. Sebenarnya ia masih harus menjalani pengadilan untuk kejahatan lain yang dituduhkan kepadanya, semisal kejahatan pemakaian senjata kimia dalam membantai ribuan warga Syiah dan Kurdi. Akan tetapi, pengadilan semacam ini sangat mungkin akan mengungkap keterlibatan sejumlah negara Barat dalam menyuplai senjata-senjata terlarang tersebut. Begitu juga dengan kejahatan agresi terhadap Iran dan Kuwait yang juga diindikasikan melibatkan negara-negara Barat.

Dengan dieksekusinya Saddam sebelum ia diadili untuk kejahatan-kejahatan lainnya, upaya membongkar keterlibatan negara-negara Barat dalam berbagai kejahatan Saddam selama berkuasa, jelas akan menemui banyak halangan.