Rekaman Video Eksekusi Saddam, Skenario Barat

Penayangan rekaman video eksekusi Mantan Presiden dan Diktator Irak, Saddam Hussein mencerminkan skenario AS untuk memicu perang suadara di Irak. Menurut para analis, rekaman video eksekusi Saddam secara tak resmi itu dilakukan dengan sengaja. Suasana yang ditampilkan dalam rekaman video sangat sarat dengan ciri khas Syiah. Dalam tayangan video itu juga terdengar sekelompok orang yang dihubungkan dengan Moqtada Sadr mencaci Saddam. Rekaman video amatiran itu juga menayangkan penandatangan PM Irak, Nouri Maliki, yang merestui eksekusi Saddam tanpa menayangkan penandatangan Presiden Irak, Jalal Talebani yang notabene bermadzhab Sunni. Penayangan rekaman vidoe itu mempunyai sederet indikasi untuk menyulut permusuhan Sunni-Syiah.

Para pengamat juga menilai, bahwa dalam proses pengadilan, hanya tuduhan pembantaian terhadap warga Syiah desa Dujail saja yang diangkat, dan atas dasar tuduhan itulah Saddam kemudian divonis mati. Padahal kejahatan-kejahatan-kejahatan Saddan bukan hanya terhadap warga Syiah, bahkan juga terhadap warga Sunni, terutama suku Kurdi Irak. Hal ini juga dianggap sebagai sebagai bagian dari skenario AS untuk dijadikan sebagai bahan menyulut permusuhan Sunni – Syiah.

Sementara itu, berbagai media berkali-kali menayangkan warga Tikrit yang berbelasungkawa dengan kematian Saddam, dan pada saat yang sama, ditayangkan pula warga Iran yang bergembira dan bersuka cita. Hal ini juga menunjukkan adanya propaganda beracun Barat untuk menyulut sentimen anti Iran.

Sabtu lalu, setelah Saddam dieksekusi, Nuri Maliki mengucapkan selamat kepada seluruh warga Irak dan mengingatkan rakyatnya untuk tidak terpancing dengan propaganda media massa Barat.