Media Internasional Sorot Pidato Rahbar

Pernyataan Pemimpin Tertinggi atau Rahbar, Ayatollah Al-Udzma Ali Khamenei, soal nuklir Iran yang disampaikan di Hari Iedul Ghadir menjadi sorotan utama media-media internasional. Kantor Berita AFP dalam laporannya menyatakan, Iran sama sekali tak akan menganulir kebijakannya soal haknya dalam mengembangkan teknologi nuklir sipil. Kantor berita ini juga mengutip bagian pidato Rahbar yang memperingatkan koalisi yang dibentuk AS, Inggris dan negara- negara Arab untuk menekan Republik Islam Iran.

Rahbar dalam bagian pidatonya menegaskan, “Teknologi nuklir yang dicapai oleh ilmuwan pribumi merupakan kebanggaan bangsa Iran dan dunia Islam. Jika sebagian negara Arab dan Islam mengira bahwa dengan membentuk koalisi yang diprakarsai oleh AS-Inggris atau malah ikut-ikutan menjatuhkan embargo kepada Iran, mereka dapat memuaskan kehendak Zionis Israel, maka kebijakan ini merupakan kesalahan yang fatal.”

Sementara itu, Kantor Berita Associated Press ketika menyinggung masalah nuklir Iran melaporkan pertemuan Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Saud Al-Faisal, dengan Menteri Luar Negeri Perancis, Philippe Douste-Blazy. Kedua pihak dilaporkan menghimbau Iran supaya menangguhkan teknologi nuklirnya.

Dalam perkembangan lainnya, kunjungan Perdana Menteri Rezim Zionis, Ehud Olmert ke Beijing sejak hari ini hingga tanggal 9 Januari menjadi berita utama media-media dunia. Sumber-sumber pemberitaaan menyebut kunjungan Olmert ini sebagai langkah untuk menyulut perang urat syaraf terhadap Iran. Diberitakan juga, masalah nuklir Iran adalah salah satu topik yang dibahas dalam pertemuan Olmert dengan Beijing.

Di saat para pejabat Zionis mengakui kepemilikan senjata nuklir rezim ini dan pemerintah Washington tengah merancang untuk memproduksi hulu ledak nuklir generasi baru, AS dan Rezim Zionis kian meningkatkan tekanan mereka atas program nuklir Iran. Koran New York Times hari ini menulis, “Dengan menggunakan teknologi terbaru, AS berniat memproduksi hulu ledak nuklir generasi baru sebagai ganti dari hulu ledak dan senjata nuklir generasi lama.” Sementara itu, Koran El Pais, terbitan Spanyol dalam sebuah artikelnya menulis, “Memproduksi teknologi nuklir merupakkan langkah urgen yang tak dapat dipungkiri.” Koran ini juga menyebutkan, 200 instalasi nuklir di dunia akan diaktifkan dalam dua dekade mendatang.

Sementara itu, Koran Al-Ahram, terbitan Kairo menyinggung adanya keinginan negara-negara Arab untuk mengembangkan teknologi nuklir sipil dengan mengatakan, “Menurut rencana, instalasi nuklir Maroko dengan bantuan AS dan Perancis akan segera dioperasikan. Namun pada saat yang sama, negara-negara Barat dengan segala kekuatan mereka terus menekan Iran yang berupaya mengembangkan teknologi nuklir sipilnya.”

Sumber: IRIB Bahasa Indonesia