Peringati Hari Raya Ghadir Khoum, Rahbar Serukan Wahdah Islamiyah

Rahbar atau Pemimpin Revolusi Islam Iran, Ayatullah Udhma Sayid Ali Khamenei, menguraikan sejarah dan keagungan peristiwa Ghadir Khum. Di depan ribuan warga kota suci Qum, Iran, dalam sebuah acara menyambut hari raya Ghadir Khoum Selasa 8 Januari kemarin, beliau menjelaskan bahwa peristiwa Ghadir Khoum membuktikan keagungan, kesempurnaan dan pandangan ke depan ajaran Islam.

Peristiwa Ghadir Khum juga mengandung seruan kepada persatuan umat Islam di bawah satu pimpinan. Untuk itu beliau mengatakan bahwa tugas penting muslimin, terutama ulama, cendekiawan, para pemimpin dan politikus saat ini ialah mengupayakan persatuan yang lebih kuat lagi di kalangan umat Islam, serta mendorong kebangkitan semangat Islam di tengah masyarakat luas, dan menghindari perselisihan dan perpecahan di dunia Islam.

Ayatullah Udhma Sayid Ali Khamenei, menyebut langkah Rasul Allah saaw mengangkat seorang pribadi yang langka dan istimewa dari segala sisi, di hari Ghadir Khum, sebagai pelaksanaan keputusan Ilahi, yang merupakan kelengkapan dan kesempurnaan agama Islam, dan dengan pengangkatan ini maka jalan kelanjutan risalah Nabi Besar Muhammad saaw telah terbentang.

Rahbar Revolusi Islam menambahkan, “Imam Ali as adalah manifestasi takwa, ketaatan penuh kepada agama, tidak memandang siapa pun selain Allah dan kebenaran, perjuangan tak kenal takut di atas jalan Allah, keluasan ilmu, ketinggian akal, kehebatan menejemen, manifestasi kekuatan, tekad dan semangat. Pengangkatan seorang pribadi seperti ini di hari Ghadir Khum, membuktikan adanya sistim kepemimpinan dan persatuan umat Islam di sepanjang zaman.

Seraya menekankan bahwa peristiwa penting seperti ini tidak seharusnya dijadikan sebagai alasan untuk menciptakan perpecahan diantara muslimin dan untuk melemahkan Islam, Sayid Ali Khamenei mengatakan, “Musuh-musuh Islam ingin menjadikan peristiwa Ghadir Khum ini sebagai jalan untuk mengobarkan perang saudara diantara muslimin. Mereka pun tidak akan merasa puas dengan yang lebih kecil daripada yang demikian ini. Untuk itu kaum Syiah tidak boleh menyatakan pendapat atau gerakan sekecil apa pun yang akan membantu konspirasi musuh ini. Selain itu saudara-saudara kita Ahlussunnah juga harus meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati jangan sampai dijadikan sebagai alat oleh musuh-musuh yang selalu berusaha menyalahgunakan emosi dan sensitifitas keagamaan.

Rahbar Revolusi Islam juga menyinggung berbagai kegagalan politik dan militer AS di Irak, Afganistan, Lebanon dan Palestina, yang diakui oleh para pejabat tinggi negara agresor ini. Beliau menambahkan, melihat berbagai kegagalan tersebut, maka negara-negara arogan pimpinan AS, dalam rangka membendung gelombang kebangkitan Islam di dunia yang bersumber dari tegaknya pemerintahan Islam di Iran, berusaha menciptakan perselisihan di antara Syiah dan Sunni. Untuk itu dalam kesempatan pertemuan dengan masyarakat Iran ini, Ayatullah Udhma Sayid Ali Khamenei, Rahbar atau Pemimpin Revolusi Islam kembali menekankan kewajiban ulama dan para cendekiawan muslim baik Syiah atau Sunni untuk selalu menganjurkan persatuan dan menjauhkan umat Islam ini dari perpecahan.

Sumber: IRIB Bahasa Indonesia