Ahmadinejad: Tindakan Negara-Negara Besar Dunia Terhadap Iran Ilegal

Presiden Republik Islam Iran, Mahmoud Ahmadinejad. kembali menegaskan bahwa langkah sejumlah kekuatan-kekuatan utama dunia yang menentang hak bangsa Iran dalam mengembangkan teknologi nuklir sipil merupakan kebijakan illegal serta sarat dengan muatan politik. Seraya menyinggung serangkaian upaya musuh yang terus menekan hak bangsa Iran, Ahmadinejad Selasa kemarin kembali menegaskan tekad kuat bangsa ini dalam mengembangkan teknologi nuklir sipil.

Pernyataan senada juga disampaikan oleh Menlu Iran, Manouchehr Mottaki, ketika bertemu dengan Menlu Uni Emerat Arab (UEA) di Teheran. Mottaki dalam pertemuan tersebut menyambut baik keputusan Dewan Kerjasama Teluk Persia (GCC) untuk menggunakan dan mengembangkan teknologi nuklir sipil dalam rangka mengantisipasi krisis minyak dan bahan bakar fosil. Mottaki dalam jumpa pers bersama Menlu UEA juga menegaskan, “Instalasi nuklir Bushehr di Iran selatan mempunyai standar di atas rata-rata. Sama sekali tak ada hal yang perlu dikhawatirkan terkait instalasi ini.” Sebelumnya, delegasi UEA diundang oleh Republik Islam Iran untuk meninjau langsung instalasi nuklir Busher.

Sementara itu, media-medai massa dan kalangan politis Barat berupaya memaparkan propaganda yang menyuarakan bahwa negara-negara Arab mengkhawatirkan program nuklir Iran. Koran As-Sharqu Al-Awsat, edisi kemarin menulis meningkatnya keingginan negara-negara dunia untuk mencapai teknologi nuklir sipil. Koran itu juga mengisyaratkan urgensi penggunaan teknologi nuklir dengan mengatakan, ” Hingga kini, ada 29 instalasi nuklir tengah berada dalam proses pembangunan. Disamping itu, negara-negara Arab juga menyatakan kesiapan mereka untuk mencapai teklogi nuklir sipil.” Berdasarkan data resmi Badan Energi Atom Internasional (IAEA), hingga kini, ada 442 instalasi nuklir tenaga listrik yang tengah aktif tersebar di 30 negara, sedangkan AS dengan 103 instalasi adalah negara yang mempunyai situs nuklir terbanyak di dunia. Adapun Perancis mempunyai 59 instalasi, sementara Jepang mempunyai 55 Instalasi.

Kantor Berita Jerman, DPA, dalam laporannya yang mengutip keterangan Menteri Energi AS, Samuel Bodman, menulis, para pejabat Tokyo dan Wasington tengah merancang proyek kolektif untuk membangun instalasi nuklir baru. Televisi Jerman yang mengutip Kanselir Jerman, Angela Markel, tengah merancang pengoprasian instalasi nuklir.

Sumber: IRIB Bahasa Indonesia