Persatuan Ummat Islam Menurut Qaradhawi

Tokoh dan ulama terkemuka asal Mesir yang saat ini bermukim di Qatar, Syeikh Yusuf Qaradhawi, saat ini sedang berada di Indonesia. Berbagai kegiatan atau ceramah Qaradhawi selama di Indonesia itu diliput secara luas oleh kalangan ummat Islam. Menurut Republika, dalam salah satu ceramahnya, Qaradhawi mengatakan bahwa perjuangan Palestina saat ini bukan hanya perjuangan umat Islam semata tetapi perjuangan seluruh komponen Arab baik Islam maupun Kristen. Qaradhawi mengatakan bahwa ia telah bertemu dengan tokoh-tokoh Kristen Ortodoks dan Syiah untuk memperkuat perjuangan pembebasan Palestina tersebut.

Menurut Qaradhawi, saat ini ia serta tokoh-tokoh yang mewakili komponen masyarakat Islam telah membentuk organisasi pembebasan Al-Quds, yang dipimpin oleh tiga orang yang mewakili Suni, Syiah, dan Kristen. Mereka adalah Syeikh Abdullah al Ahmar dari Yaman, yang mewakili tokoh Suni, Syeikh Ali Akbar Muhtasami dari Iran, mewakili Syiah dan masyarakat Asia, dan salah seorang menteri di Lebanon mewakili Kristen. Organisasi perjuangan Al-Quds tersebut, menurut Qharadawi, bergerak dalam jihad sipil. “Jihad sipil bergerak untuk menanggulangi pengangguran, mendirikan sekolah, rumah sakit, dan prasarana lain di Palestina.”

Masih menurut Republika, dalam ceramah yang disampaikan di rumah dinas Ketua MPR Hidayat Nurwahid, dia menyeru soal pentingnya persatuan bagi umat Islam. Dia menceritakan, masuknya Islam ke Indonesia menjadi bukti Islam tidak disebarkan lewat pedang dan kekerasan. Kata dia, yang datang untuk menyebarkan Islam ke Indonesia bukanlah tentara dari jazirah Arab yang membawa senjata. Yang membawa Islam ke Indonesia adalah para pedagang. Karena melihat ketaatan beribadah, kejujuran, serta kebaikan para pedagang itulah penduduk Indonesia kemudian tertarik mempelajarinya dan kemudian memeluk Islam.

Di bagian lain ceramahnya, Qaradhawi mengatakan, ”Saat ini, kita harus bisa membebaskan diri dari gangguan yang merongrong Islam” Gangguan itu datang dari Amerika dan Israel dengan gerakan Zionisnya yang sangat merugikan umat Islam. Sepak terjang keduanya, terbukti sangat merugikan umat Islam, dan sampai saat ini masih menjadi pekerjaan rumah bersama Muslimin di seluruh dunia.