Khatib Jumat Teheran: Syiah Bukan Madzhab Anti Sunni

Khatib Jum’at Teheran, Ayatullah Ahmad Jannati menyatakan, “Berbeda dengan propaganda di luar yang digemborkan oleh musuh-musuh Islam, Syiah bukan madzhab anti Sunni, namun madzhab yang mengajak pada persatuan ummat Islam.” Ayatullah Jannati dalam bagian khutbah Jum’atnya mengingatkan upaya musuh-musuh Islam yang tengah menyulut perpecahan di kalangan ummat Islam dengan mengatakan, “Musuh-musuh Islam berupaya menciptakan perang saudara antar-suku dan madzab, baik antara Kurdi, Arab dan Persi, maupun antara Sunni dan Syiah.”

Dalam khutbahnya itu, Ayatullah Jannati juga menyinggung pernyataan Imam Khomeini ra dengan mengatakan, “Beliau ra senantiasa menekankan untuk membela Islam tanpa mempedulikan madzhab yang dianut. Republik Islam Iran kini membantu ummat Islam baik Sunni maupun Syiah di Bosnia Herzegovina, Palestina, Lebanon, dan Irak.”

Mengenai sejumlah pemimpin negara Islam yang terjebak dalam konspirasi Barat yang berupaya memecah belah ummat Islam, Ayatullah Jannati menandaskan, “Mereka yang seharusnya menjadi penunjuk jalan yang lurus malah menyesatkan rakyat mereka.”

Terkait serangan AS ke konsulat Iran di Arbil, Irak, Ayatullah Jannati mengecam keras serangan dan penculikan tersebut. Ayatullah Jannati juga menyinggung strategi baru Presiden AS, George W. Bush dengan menandaskan, “Jika Bush benar-benar mempunyai otak, sudah seharusnya ia menarik pasukannya dari kawasan Irak, bukannya malah menambahkan 20 ribu pasukannya ke negara ini.”

Lebih lanjut Ayatullah Jannati menyatakan, AS dan Inggris yang selalu menyuarakan slogan demokrasi dan anti teroris malah justru menjadi pelindung teroris. Dan kedua negara ini terbukti mendukung penuh gerakan teroris di Afghanistan dan Irak

Sumber: IRIB Bahasa Indonesia