Surat Untuk Orang Tua

karya: Akbar

Bapak,

Ibu,

Apa yang kau pandang dari aku?

Apakah angka-angka di buku akhir semester?

ataukau nilai-nilai test aku tiap minggu?

Bapak,

Ibu,

Adakah kau kan marah pada aku, sambil berkata,

“Percuma aku sekolahkan kamu, kalau nilaimu seperti bebek berduyun-duyun ke sawah.”

Datanglah marah-mu

tatkala

nilaiku seperti bangku terbalik.

Bapak,

Ibu,

yang selalu aku cintai,

Apakah standard baik buruknya aku di hadapanmu?

Apakah hasil ulangan Matematika-ku?

Wahai Ayahku yang gagah,

kapiten patimura-ku di rumah.

Wahai ibuku yang sabar,

yang di kakimu bernaung syurga.

Tolong, jangan kau hargai

kepala-kepala aku dengan nilai

Tolong jangan kau stempel,

Hitam-putih aku dengan angka-angka.

Lihatlah, gagak yang serampun ada gunanya.

semut yang lemah pun ada kelebihannya.

Pak, sayapku masih terlalu gagah,

untuk kau kurung dalam sebuah sudut pandang.

Bu, potensiku masih terlalu luas,

untuk kau sudutkan dalam sebuah angka.

Aku rasa,

potensiku masih terlalu luas,

untuk kau sudutkan dalam sebuah sudut pandang.

Tangan-tanganku bergetar hebat

demi gairah yang meluap

untuk menjadi sesuatu yang aku mau.

Bapak,

Ibu, kuharap semua dugaanku itu salah.

Maaf..!!!!

aku hanya ingin menjadi sesuatu.