Ketua Parlemen Iran: AS Berusaha Kobarkan Konflik Sunnah-Syiah

Ketua parlemen Republik Islam Iran, Majelis Syura Islam, Gholam Ali Haddad Adel menengarai AS sedang berusaha keras untuk mencegah persatuan antara umat Islam Sunnah dan Syiah. “AS sekarang terlihat berusaha menghalangi persatuan Dunia Islam di depan musuh-musuh Islam,” ungkap Haddad Adel pada Kongres II Kamaluddin Meitham bin Ali bin Meitham al-Bahrani, ulama komentator kitab Nahjul Balaghah, di Teheran Senin 15 Januari kemarin.

Dia menambahkan, “AS mengerahkan pasukannya ke Irak karena serakah terhadap minyak Irak sehingga tak tahu jalan keluar dari negara ini. Sebab itu, AS berusaha mengatasi problemanya sendiri dengan cara menyulut pertikaian antara Sunnah dan Syiah.” Menurut Haddad Adel, AS sengaja memanfaatkan peristiwa eksekusi Saddam dan para kroninya sebagai momen untuk membangkitkan konflik Sunnah-Syiah.

Ketua parlemen Iran kemudian menyayangkan adanya orang-orang tertentu yang mempahlawankan Saddam sambil melupakan kejahatan besarnya terhadap Iran, Kuwait, dan rakyat Irak sendiri, terutama warga Syiah dan suku Kurdi. Menurutnya, mempahlawankan Saddam justru merupakan pelecehan terhadap bangsa-bangsa Arab. Dia meminta supaya kepahlawanan bangsa-bangsa Arab jangan direndahkan dengan menganggap mereka memiliki pahlawan seperti Saddam. 

Sumber: IRIB Bahasa Indonesia