Beranda > News > ASYURO NASIONAL IJABI

ASYURO NASIONAL IJABI

ASYURO NASIONAL IJABI

Bersama al-Husain

Lanjutkan Missi Suci para Nabi

Kematian ada dalam hidupmu yang ditaklukkan; dan kehidupan apa pada kematianmu yang menaklukkan (Ali bin Abi Thalib, kw).

Menurut Al-Qur’an, tugas para Nabi bukan hanya untuk mengajarkan ibadah dan doa. Missi mereka adalah “melepaskan mereka dari beban penderitaan mereka dan dari belenggu yang memasung kebebasan mereka” (QS 7: 157). Pada tahun-tahun pertama dakwahnya, Rasulullah SAW lebih banyak menyampaikan ktitik sosial ketimbang mengajarkan ibadat. Ia mengecam para tiran yang menyebabkan kesengsaraan rakyat, orang kaya yang mengabaikan derita orang miskin, dan orang besar yang merampas hak-hak orang kecil.

Karena itu, dakwahnya berhadapan dengan para tiran di zamannya; khususnya berhadapan dengan kaum aristrokrat Quraisy – Bani Umayyah. Muhammad SAW  sebagai tokoh revolusioner berhadapan dengan Abu Sofyan, tokoh reaksioner. Dalam perjuangannya, ia dan keluarganya diboikot secara ekonomis, pengikut-pengikutnya dikejar-kejar dan dianiaya, dan ia sendiri akhirnya diusir dari tanah kelahirannya. Di tempat hijrahnya, ia tidak henti-hentinya diperangi. Melalui perlawanan yang tegar, setelah memenangkan lebih dari 80 peperangan, ia akhirnya berhasil meruntuhkan kepongahan para tiran.

Setelah penaklukan Makkah, ketika ia pulang dari haji Wada’, pada tanggal 18 Zulhijjah, ia mengumumkan pengangkatan penerus perjuangan: Ali bin Abi Thalib. “Siapa saja yang menerima aku sebagai mawla (pemimpin) hendaklah ia juga menerima Ali sebagai mawla-nya”, katanya di tengah-tengah ribuan sahabatnya. Tetapi setelah Rasulullah SAW meninggal dunia, secara perlahan tapi pasti, Bani Umayyah merebut kekuasaan kembali. Pada zaman Ustman, yang juga anggota dari keluarga besar Bani Umayyah, mereka hampir menguasai seluruh wilayah kaum Muslimin.

Ketika Ali ditunjuk sebagai khalifah setelah terbunuhnya Utsman, ia berusaha untuk menegakkan kembali keadilan Islam. Ia mendapatkan perlawanan yang tak henti-hentinya dari para penguasa Bani Umayyah.
Para pengikutnya mengkhianatinya. Seorang demi seorang dari sahabatnya yang setia wafat dipanggil Tuhan. Sementara itu, para tiran menggunakan kekayaan dan kekerasan untuk menguasai rakyat banyak. Pada tanggal 17 Ramadhan tahun 40 H/661 M, di dalam relung mihrabnya Ali syahid terbunuh ketika shalat subuh.

Hasan bin Ali, anak lelaki pertama Ali bin Abi Thalib, diangkat menjadi khalifah. Ia melihat ketakutan dan kezaliman telah menyelimuti Madinah, Kufah, Basrah dan kota-kota besar dunia Islam. Kaum Muslimin yang saleh tidak henti-hentinya mendapat penganiayaan. Muawiyyah juga terus-menerus memfitnah keluarga Nabi dan menyebarkan keresahan. Setelah berunding dengan Husain, ia memutuskan untuk menghentikan semua derita umat ini melalui perjanjian damai dengan Muawiyah. Di antara isi perjanjian itu adalah:

<!–[if !supportLists]–>1. <!–[endif]–>
Rakyat Syiria, , Hijaz, Yaman dan kota-kota lainnya tidak boleh dianiaya.

<!–[if !supportLists]–>2.
Para pengikut dan sahabat Imam Ali serta perempuan dan anak-anak mereka harus dilindungi dari mara bahaya.

<!–[if !supportLists]–>3. <!–[endif]–>Muawiyyah harus segera menghentikan kecaman dan laknat kepada Ahlul Bayt (kutukan kepada Imam Ali pada setiap kutbah shalat Jum’at), dan Muawiyyah tidak boleh menunjuk pengganti sesudahnya.

Segera setelah perjanjian damai itu, Muawiyyah masuk ke
kota Kufah. Ia berkata: “Hai penduduk Kufah, adakah kamu mengira aku memerangi kalian agar salat, zakat dan haji. Aku tahu kalian sudah melakukan salat, zakat dan haji. Kuperangi kalian untuk menguasai kalian. Untuk itu, aku akan tumpahkan darah; dan seluruh perjanjian yang telah aku buat akan akau letakkan di bawah injakan kakiku.” Ia melanggar perjanjian itu, pertama-tema dengan membunuh Imam Hasan dengan racun dan Imam Hasan pun syahid pada tahun 50 H/670 M. kedua, ia meneruskan pembantaian dan penganiayaan kepada para pengikut Imam Ali. Ketiga, ia dan para pejabatnya menggunakan harta umat (Baytul Mal) untuk kepentingan pribadi, dan terakhir, ia mengangkat Yazid sebagai putra mahkota dan memerintahkan dengan paksa agar rakyat menerimanya.

“Yazid adalah manusia yang selalu berbuat dosa dan maksiat, peminum khamar, pembunuh orang yang tak bersalah. Ia lakukan kefasikan dan kemaksiatan secara terbuka. Orang sepertiku tidak mungkin berbaiat kepada orang seperti yazid,’ kata Husain. Cucu Rasulullah itu akhirnya memutuskan untuk melakukan perlawanan terhadap Yazid.

Imam Husain yang menghabiskan malamnya dalam beribadah kepada Tuhan, dan menghabiskan siangnya dalam berkhidmat kepada kemanusiaan, sekarang berhadapan dengan orang yang menghabiskan malamnya untuk bermaksiat kepada Tuhan Yang Maha kuasa, dan menghabiskan siangnya untuk untuk berkhianat kepada manusia.

Hussain beserta keluarganya meninggalkan Madinah menuju Makkah. Begitu sampai di Makkah, ia menerima 12.000
surat dari Kufah. Mereka mengundang Imam Husain untuk datang ke Kufah dan membaiatnya sebagai Khalifah. Husain mengirim Muslim bin Aqil sebagai utusan untuk berkoordinasi dengan para penduduk Kufah.

Dari Mekkah, dengan meninggalkan wuquf di Arafah, Husain beserta keluarga dan sahabat-sahabatnya berangkat menuju Kufah. Kawan-kawannya mendesak Husain untuk membatalkan kepergiannya; tapi Husain berkata: “Aku berangkat bukan karena ambisi, pamer, untuk berbuat zalim atau untuk menimbulkan kerusakan. Aku berangkat untuk menimbulkan kemaslahatan pada umat kakekku. Aku ingin memerintahkan makruf dan melarang kemungkaran.” Maka berangkatlah kafilah Husain dalam terik matahari musim panas yang membakar, untuk menempuh perjalanan sejauh 1800 km.

Ketika kafilah Husain sampai di dekat Kufah, ia menerima berita yang sangat mengejutkan. Muslim bin Aqil dan dua orang pendukungnya di Kufah sudah dibunuh Ibnu Ziyad, gubenur Kufah. Husain lalu mengumpulkan pengikutnya dan menceritakan berita itu. Karena ketakutan, sebagian pengikutnya meninggalkan Imam Husain. Imam Husain melanjutkan perjalanannya sampai ia berhadapan dengan 1000 penunggang kuda yang dipimpin oleh al-Hur. Ia didesak ke sebuah tempat yang kemudian disadari Imam Husain sebagai
Karbala, pada tanggal 2 Muharram, 61 H.

Ibnu Ziyad mengirim pasukan tambahan di bawah pimpinan Umar bin Sa’ad. Pada tanggal 9 Muharram, pasukan Umar mengepung kemah-kemah Imam Husain. Ia meminta Umar untuk menangguhkan serangan sampai kesokan harinya. Bersama para pengikutnya yang setia Imam menghabiskan malam dalam ibadah. Imam berkata “Musuh hanya menghendaki nyawaku. Dengan senang hati aku ijinkan kalian untuk pulang.”
Para pengikutnya berkata: “Demi Allah, tidak mungkin da tidak pernah terjadi. Kami hidup bersama Anda atau mati bersama Anda.”

Pada tanggal 10 Muharram atau Asyura, berhadaplah 72 pecinta Tuhan dengan 500 penyembah setan. Segelintir penegak keadilan berhadapan dengan ribuan pendukung kezaliman. Sudah beberapa hari kelompok keluarga Rasulullah kehausan karena jalan ke sungai Eufrat ditutup musuh. Beberapa saat sebelum terjadi pertempuran, al-Hur menyesali perbuatannya dan bergabung dengan Imam Husain.

Menjelang sore hari, sudah 70 orang pengikut Imam Husain syahid, setelah perjuangan yang sangat keras di tengah-tengah sengatan matahari dan kehausan. Musuh bertindak sangat kejam, dengan secara membabi buta membunuh siapa saja, termasuk Ali Ashgar, putra Imam Husain yang masih berusia 6 bulan yang terpanah bersimbah darah dalam pelukan tangan Imam Husain. Mereka juga membakar kemah-kemah perempuan dan anak-anak. Pembantaian keluarga Nabi ini berakhir ketika ribuan tentara Yazid mengeroyok seorang Husain. Syimir memenggal kepala Imam Husain dan ribuan kuda mencabik-cabik dan menginjak jenazahnya. Kepala Imam Husain bersama kepala-kepala para syuhada lainnya ditancapkan di ujung tombak dan diarak sepanjang 965 km. Di samping dan di belakang mereka, para perempuan dan anak-anak diseret dalam belenggu.

Inilah sebuah prosesi yang paling mengharukan dalam sejarah umat manusia berlangsung. Sebuah prosesi yang melambangkan perlawananan tanpa henti etrhadap kezaliman para tiran! Bagi setiap Mukminin, setiap hari adalah Asyura, dan setiap bumi adalah Karbala (kullu yaumin Asyura, kullu ardhin Karbala).

Kini, Peringatan Sepuluh Muharram (Asyura) juga telah menjadi tradisi bangsa Indonesia selama berabad-abad. Orang Jawa bahkan menyebut bulan pertama tahun Hijriah ini sebagai bula Syura, merujuk kepada kata Asyura. Upacara Tabut di Padang dan Bengkulu, Bubur Syura di Jawa, Bubur Merah-Putih di Aceh dan pulau Jawa pada umumnya, adalah beberapa contoh lainnya dari tradisi peringatan syahadahnya Imam Husain.

Sepuluh Muharram mengabadikan tragedy yang paling mengenaskan dalam sejarah Islam: Husain, cucunda Nabi SAW, berserta keluarga dan para sahabat setia pengikut Nabi Muhammad SAW  lainnya dibantai di padang Karbala. Husain dibunuh hanya karena ia ingin mengembalikan lagi missi agama kakeknya: yakni: “Melepaskan beban derita manusia dan belenggu-belenggu yang  memasung kebebasan mereka” (QS Al A’ raf, 7: 157). “Amdhi ‘ala diin al-Nabiy.”, kata Husain di Karbala. “ku hanya melanjutkan missi Nabi.”

Imam Hussain melihat di zamannya bahwa agama yang seharusnya mendatangkan Rahmat bagi seluruh alam semesta, diubah menjadi agama yang menyebarkan bencana. Atas nama agama, para tiran menumpahkan darah, menjatuhkan kehormatan dan merampas harta kekayaan rakyat. Husain bangkit untuk menegakkan agama yang memihak orang yang teraniaya, mengenyangkan yang lapar, mengobati yang sakit, menghibur mereka yang menderita.

Dalam memperingati Asyura ini, Pimpinan Pusat Ikatan Jamaah Ahlu Bait Indonesia (IJABI) ingin mengajak umat Islam untuk melanjutkan missi Imam Husain, yang pada gilirannya melanjutkan missi para Nabi. Karena itu, missi Husain adalah missi semua agama. Perjuangan Imam Husain berbeda dengan kaum Marxis, karena ia menentang penindasan bukan untuk pertentangan kelas. Dalam bahasa Panca Sila: Ia memperjuangkan ‘Keadilan dan Kemanusiaan yang Adil dan Beradab’ atas dasar ‘Ketuhanan Yang Maha Esa. Ia kecewa dengan kekuasaan yang tidak lagi ditegakkan di atas ‘Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan dan Perwakilan’.

Saat ini PP IJABI melihat gejala yang memprihatinkan dalam kehidupan bangsa Indonesia. Apa yang terjadi pada zaman Husain, kini tampak lagi di tengah-tengah kita. Agama kini telah digunakan untuk memecah-belah kesatuan bangsa, merampas hak-hak rakyat, dan menindas orang yang lemah. Panca Sila adalah karya bangsa Indonesia yang melanjutkan missi para nabi ‘in a nutshell

Insya-Allah, PP IJABI akan menyelengarakan Peringatan Asyura tahun 2007 (1428 H)  ini dengan bingkai Panca Sila sebagai modus vivendi bangsa Indonesia dengan tema: BERSAMA IMAM HUSAIN LANJUTKAN MISSI PARA NABI.

Peringatan Asyura Nasional IJABI dimulai dengan rangkaian peringatan Asyura di setiap wilayah di seluruh Indonesia, kemudian berpuncak pada Peringatan Asyura Nasional di ibukota RI, Jakarta pada Hari Sabtu, tanggal 10 Maret 2007, bertempat di Islamic Center Jakarta, Kramat Jaya, Jakarta Utara, terdiri dari dua kegiatan inti:

  1. International Seminar, dari jam 10.00 – 12.00; dengan tema: “Interfaith dialogue on Imam Husayn as the Bearer of Prophetic Missions.”

Moderator :  Jalaluddin Rakmat (Ketua Dewan Syuro IJABI)

Pembicara :  Dr. Elias (Cendikiawan Muslim Syiah Thailand),

Dr. Hasyim Muzadi (Cendikiawan Muslim Sunni-NU, Indonesia)

Mr. Ashouk (Cendikiawan Hindu India)

…………….. (Kedubes Vatikan)

Sarjono (Sesepuh Aktifis Gereja Kristen Jawa)

Wayono Raharjo (Ketua Aliran Kepercayaan Indonesia)

Haksu Onga Wijaya (Kong Hu Chu, Indonesia)

Bikhu Yuen      (Aliran Sinto, Kedubes Jepang)

  1. PERINGATAN ASYURO NASIONAL IJABI 2007:
    1. Sambutan para tokoh nasional RI.
    2. Penampilan budaya Asyura  wilayah/daerah oleh PW/PD IJABI se Indonesia.
    3. Pembacaan Riwayat Asyura, oleh: KH Prof.Dr. Jalaluddin Rakhmat, M.Sc
    4. Doa Ziarah, oleh Ustadz Saiful Saragih.

Adapun Peringatan ASYURA  IJABI Wilayah DKI & Jabodetabek, akan diselenggarakan pada hari Selasa, 30 Januari 2007, jam 19.00 – selesai di Aula Student Center UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Jakarta, dengan menghadirkan KH Said Agil Siradj*, Buya Syafii Ma’arif*, Romo Benny Susetyo, Ahmad Dani “Dewa”, KH Dr.Jalaluddin Rakmat.

PERINGATAN ASYURA DI DAERAH-DAERAH:

Sedangkan ASYURA IJABI Wilayah Jawa Barat akan diselenggarakan pada hari Ahad/Minggu, 28 Januari 2006, jam 19.00 –selesai, bertempat di Gedung Ista Kana, Jl. Kawaluyaan No.9,  Soekarno Hatta,  Bandung.

ASYURA IJABI Wilayah JAWA TENGAH, akan diselengarakan pada hari   Senin,  29 Januari
2007, jam 19.00- Selesai, di Pondok Haji Manyaran, Semarang, Sekaligus Acara Pelantikan
Pengurus Wilayah dan beberapa Pengurus Daerah IJABI Jawa Tengah. Acara ini dihadiri
oleh Ketua Dewan Syuro IJABI: KH Dr. Jalaluddin Rakhmat, M.Sc dan Ketua PP IJABI, Drs.
Furqon Buchori.

ASYURA IJABI Wilayah JAWA TIMUR dan PD IJABI Lumajang, Insya Allah akan diselenggarakan pada hari Senin, 29 Januari 2007, jam 14.00 – selesai, di Pondok Bustanul Arifin, Lumajang, Jl. Desa Sumber Suko, Lumajang.

ASYURA  IJABI Wilayah Sulawesi Tenggara, Senin 29 Januari 2007, Jam 19.00 – selesai di
Auditorium DIKJAR Sulawesi Tenggara, Jl. Setia Budi, Kota Palu, Sulteng.

ASYURA PW IJABI Bali di Yayasan al-Kisa, Denpasar,  hari Ahad, 28 Januari 2007

ASYURA di Lombok, Senin, 29 Januari 2007, di Pesantrennya Ustadz Hasyim.

(AYS)

Sumber: JALAL CENTER

Kategori:News
  1. zainal
    Desember 31, 2008 pukul 5:25 am

    perjuangan untuk melawan muawiyah zaman modern belum selesai.

  2. Desember 31, 2008 pukul 8:14 am

    Pekikan “Pantang Hina…! Lawan…!” akan membuat malam-malam para tiran menjadi menyeramkan.

  3. andy
    April 9, 2010 pukul 3:34 pm

    tlg mnt alamat pw ijabi lombok. saya dr jkt ingin mengikuti pengajian

    • April 10, 2010 pukul 5:21 pm

      saya ndak tau pak…

  4. Juni 4, 2010 pukul 12:11 am

    minta alamat ijabi denpasar, saya butuh partner kerja baragkali ada ikhwan denpasar yang belum kerja, sy ada kerjaan juni 2010 ini konsulting diklat. hub sya 081321995789. lihat profile usaha sy: http://www.kkpdiklatpim.com, ada di menu lowongan kerja

    • Juni 7, 2010 pukul 3:36 pm

      salam.
      coba hubungi bu Nike 0818 4060 83

  5. mochammad nursalim
    September 28, 2010 pukul 1:33 am

    minta no hp ijabi jawa tengah dong, tx.

    • September 28, 2010 pukul 10:59 am

      Tinggal di daerah mana?

  6. kaustar
    Desember 15, 2010 pukul 1:54 am

    hidup mulia atau mati syahid

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: