Pernyataan Sayid Nasrallah di Hari Asyura

Sekjen Hizbullah Libanon Sayid Hasan Nasrallah dalam upacara Asyura yang dihadiri ratusan ribu orang di selatan Beirut Selasa 30 Januari menjelaskan pendiriannya terkait perkembangan situasi politik Libanon. Pada upacara mengenang syahadah Imam Husain bin Abi bin Thalib as itu Nasrallah menegaskan lagi resistensi rakyat Libanon di depan Rezim Zionis Israel.

Dia mengatakan, “Rakyat Libanon tidak akan pernah menerima kehinaan, dan berkat keteguhan pada cita-cita Imam Husain as, mereka telah berperang dan menang melawan Rezim Zionis.”

Sekjen Hizbullah mengingatkan bahwa AS berniat meledakkan dendam kesumatnya terhadap rakyat Libanon dan umat Islam kawasan. Dendam itu diluapkan dengan cara menebar fitnah untuk mengobarkan konflik partisan di Libanon, Irak, dan kawasan secara umum. Menurut Nasrallah, AS merupakan sumber petaka bagi Libanon dan telah menggerakkan para anteknya untuk menyulut perang saudara di Libanon.

Pejuang kharismatik Libanon itu mengkonfirmasikan kontinyuitas gerakan reformasi yang dimotori oleh oposisi Libanon. Dia menilai reformasi sebagai gerakan yang benar karena menuntut pemerintahan persatuan nasional dan kerjasama untuk membebaskan bangsa dan negara dari kemelut politik, ekonomi, finansial, dan sosial. Nasrallah menambahkan bahwa tidak ada jalan keluar untuk masalah internal Libanon kecuali jalur politik. Dia mengatakan, “Saya menyambut baik dan mendukung segala bentuk upaya untuk mengatasi krisis politik Libanon.”

Nasrallah kemudian mengatakan kepada Kubu 14 Maret yang pro pemerintah dan berafiliasi dengan Barat bahwa rakyat Libanon tidak akan terjurumus pada konflik partisan, tetapi di saat yang sama tidak akan pernah menyerah kepada aksi-aksi penjarahan terhadap Libanon.

Pernyataan rohaniwan pejuang beserban hitam itu pada prinsipnya merupakan pembongkaran atas konspirasi AS dan Zionis serta para antek keduanya di Libanon, sekaligus penegasan atas rontoknya gertakan Washington dan Tel Aviv terhadap rakyat Libanon.

Penegasan Nasrallah bahwa senjata tidak akan digunakan untuk mengatasi masalah politik internal Libanon bertolak dari kenyataan bahwa sesuai kehendak rakyat, senjata hanyalah alat yang digunakan  para pejuang Islam Libanon dalam melawan agresi Zionis dan AS. Dan ini menjadi bukti baru ketulusan para pejuang Libanon, khususnya Hizbullah, yang acapkali dituduh berperang hanya untuk mencari simpati dan bertujuan menguasai Libanon. 

Sumber: IRIB Bahasa Indonesia