Beranda > Tulisan Orang > Raja Abdullah; Terima kasih anda telah menghina Asyura!

Raja Abdullah; Terima kasih anda telah menghina Asyura!

Raja Abdullah; Terima kasih anda telah menghina Asyura!

32178.jpgAbdullah bin Abdul Aziz, raja Arab Saudi bersama para petinggi negara menghadiri sebuah acara. Dalam acara itu, sang penceramah melecehkan Asyura. Hal ini membuat orang-orang syi’ah Arab Saudi tidak senang.

Acara tersebut diadakan di istana kerajaan Al-Yamamah. Acaranya ditayangkan langsung oleh chanel 1 TV Arab Saudi. Pertemuan ini dihadiri antara lain oleh raja Abdullah, mufti besar Syeikh Abdul Aziz bin Abdullah Ali as-Syeikh, pemimpin bidang penelitian ilmiah dan fatwa Arab Saudi, Syeikh saleh bin Muhammad al-Lahidan, ketua syura pengadilan tinggi dan seluruh ulama Wahabi. Penceramah pada acara itu adalah seorang ulama muda. Isinya ceramahnya mempertanyakan hakikat dan peristiwa Asyura. Katanya: “Sekarang kita berada di ambang hari Asyura, di bulan Muharam. Kita harus mengetahui hakikat mengenai hari ini. Kita harus berusaha menghapus kebohongan-kebohongan hari yang menyenangkan ini”.

Ia menyebutkan bahwa puasa pada hari Tasu’a (9 Muharam) dan hari ke sebelas Muharam hukumnya sunah. Ditambahkan olehnya: “barang siapa yang berpuasa pada hari-hari tersebut maka ia telah mengikuti Rasulullah saw dan Nabi Musa as. Hari Asyura adalah hari di mana Allah menenggelamkan Firaun di sungai Nil dan menyelamatkan Nabi Musa as dan para pengikutnya”.

Tanpa menyinggung syahadah Imam Husein as dan para sahabatnya di hari Asyura, penceramah membacakan beberapa ayat Al-Qur’an dan tafsirannya, ia menambahkan bahwa hari ini adalah hari besar, hari terjadinya peristiwa-peristiwa besar yang menggembirakan. Semua orang perlu tahu dan menjadikan hari ini sebagai hari kesenangan dan berpuasa. Ia bahkan mengajak hadirin untuk mempersiapkan dirinya mulai hari ini untuk berpesta pora di hari Asyura. Karena ungkapan ini, raja Abdullah berdiri menyambut penceramah dan mengucapkan terima kasih dan menciumnya.

Penayangan pidato semacam ini, di hari-hari ‘aza (kesedihan) Imam Husein as. melalu chanel 1 TV Saudi menyebabkan kemarahan orang-orang Syi’ah negara ini. Orang-orang Syi’ah yang mayoritas tinggal di bagian timur Arab Saudi.

Pemerintah Arab Saudi melarang untuk mengadakan acara untuk memperingati pembantaian Imam Husein as dan keluarga beserta rombongannya di hari Asyura. Segala bentuk ‘aza dan pembacaan ziarah Asyura di hari Asyura dilarang keras.

Pada zaman jahiliah, puasa hari Asyura menjadi perhatian. Orang-orang Yahudi berpuasa di hari itu dan mengadakan pesta pora. Hari Asyura disebut sebagai “Hari Raya Kipur”.

Sementara orang-orang Syi’ah meyakini bahwa hari Asyura adalah hari di mana Bani Umayyah bersenang-senang. Mereka bergembira karena berhasil membunuh cucu Nabi Muhammad saw. Mereka bergembira karena berhasil melecehkan kehormatan Ahlul Bait Nabi as. [Emi Ms]

Sumber: Saleh Lapadi’s Blog

Kategori:Tulisan Orang
  1. Haji Muhammad Abdullah
    Maret 9, 2007 pukul 2:29 pm

    Assalamualikum

    ALQURAN 4:84
    Kobarkanlah semangat orang orang yang beriman (untuk berperang). Mudah mudahan Allah menolak serangan orang orang kafir.

    Jihad dan Siyasyah (politik) adalah bagian dari Rukun Iman Madhab Ahlul Bait (Syiah). Untuk membangkitkan semangat Jihad dan memasukan Syariat Islam kedalam pemerintahan melalui jalur politik (Siyasyah); pengikut2 madhab Ahlul Bait (Syiah) melakukan pembahsan ayat ayat AlQuran tentang Jihad dan Siyasyah (politik) pada tangga 10 Muharram setiap tahun.

    10 Muharram merupakan HARI PAHLAWAN; karena Husain Ibn Ali dibunuh di Karbala. Masyarakat Iraq mengundang Husain Ibn Tholib ke Kufa untuk menyebarkan agama Islam. Gubernur Kufa yang bernama Ubaidillah Ibn Ziyad takut Husain Ibn Ali dipilih oleh masyarakat Kufa menjadi Gubernur.

    Khalifah Islamiyah yang dipimpin oleh Yazid Ibn Muawiyah dan Ubaidullah Ibn Ziyad penuh dengan Kolusi, Nepotism, Korupsi, Monopoly dan pelanggaran HAM; karena mereka memerintah dengan tanggan besi. Ummat Islam sangat menderita di bawah kepemipinan Yazid Ibn Muawiyah. Zakat dan pajak (Jizyah) yang dibayar oleh masyarakat dipergunakan oleh pemerintah untuk membangun istana istana Khalifah di Damaskus Syiria dan juga istana istana Guberunur di Iraq. Mereka hidub mewah di atas penderitaan ummat Islam.

    ALQURAN 9:13-14
    Mengapa kamu takut kepada mereka? Padahal hanya Allah yang berhak kamu takuti; jika kamu benar2 beriman. Perangilah mereka; pasti Allah akan menyiksa mereka dengan tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka; dan menolong kamu terhadap mereka; dan membuat hati orang orang yang beriman gembira.

    Khalifah Yazid Ibn Muawiyah di Damaskus Syiria mengirimkan pasukan tempur untuk mencegah Husain Ibn Ali tiba di Kufa Iraq. Yazid Ibn Muawiyah adalah suadar sepupu dari Ubaidullah Ibn Ziyad.

    Jihad dan Siyasyah (politik) bukan bagian dari Rukun Iman madhab Ahlul Sunnah (Sunni); sehingga pengikut2 madhab Ahlul Sunnah (Sunni) akan selalu menolak merayakan HARI PAHLAWAN pada tanggal 10 Muharram untuk memperingati mati SYAHID para Syuhada yang dipimpin oleh Imam Husain Ibn Ali di Karbala Iraq.

    Pengikut2 madhab Ahlul Bait (Syiah) di USA dan Eropa menyumbangkan darah mereka untuk Palang Merah; pada tanggal 10 Muharram; sehingga orang2 sakit di rumah sakit yang harus dioperasi dapat ditolong dan diselamatkan.

  2. Maret 9, 2007 pukul 5:04 pm

    @Haji Muhammad Abdullah
    salam ustadz,
    ngomong2 masalah Asyura, saya pernah membaca sebuah tulisan di weblog lain. nampaknya weblog tersebut miliki seorang penganut Naqsabandiyah. Dia mengatakan bahwa seharusnya kita itu berbahagia pada hari Asyura. Disamping karena pada hari itu para Nabi dibebaskan oleh Allah dari segala macam bencana, juga karena pada hari itu telah syahid cucu kesayangan Rasulullah Sawaw, Al-Husein bin Ali bin Abi Thalib. Mengapa harus bahagia padahal cucu kesayangan Nabi syahid pada hari itu? katanya bahwa cucu Nabi itu bahagia karena dapat meraih gelar sebagai syahid bahkan tidak tanggung-tanggung gelar Sayyidus Syuhada pun disandangnya. Al-Husein juga bahagia karena akhirnya dapat bertemu juga dengan kakeknya, ayah-ibuny, dan juga saudaranya. jadi seharusnya bahagia.

    bagaimana menurut Antum cara berpikir yang seperti ini?

  3. NUR ROCHIM
    Maret 16, 2007 pukul 7:24 am

    Assalamu’alikum warahmatullahi wabarakatuh, Saudaraku … Sunni, Saudaraku Syiah, Saudaraku Wahabi, Saudaraku Salafi, Saudaraku Sufi, Saudaraku Khawarij, Saudara-saudara sekalian. Pertama saya sampaikan salam hormat saya kepada pemilik Blog ini. Disini kita berdiskusi tentang sesuatu yang berbeda “kulitnya” tapi “darahnya”, “urat-nadinya”, “otaknya” adalah sama. Cobalah gunakan media ini untuk mendiskusikan dengan niat mencari saling pengertian dan pemahaman yang dapat di “terima” semuanya. Jangan mencaci, jangan sakit hati, jangan dengan niat menghina satu sama lain. Semangat diskusi kita adalah dalam kerangka “Izul Islama wal muslimiin”. Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh.

  4. Maret 16, 2007 pukul 11:52 am

    @Nur Rochim
    saya pernah membaca sebuah lontaran salah seorang ikhwan. Beliau mengatakan bahwa kita ibaratkan umat Islam ini adalah satu tubuh. kadang dalam tubuh itu ada tumor ganas yang harus kita potong dan buang dari tubuh kita. karena jika tidak seperti itu, tumor itu akan menggerogoti tubuh itu sedikit demi sedikit.

    Jadi, jika ada saudara kita yang berbeda pandangan dengan kita senangnya memecah belah umat, maka kita ajak diskusi dulu. Jika mereka masih saja keras kepala, maka langkah yang harus kita ambil untuk menyelamatkan umat ini adalah mengamputasi mereka dari tubuh umat ini.

  5. NUR ROCHIM
    Maret 17, 2007 pukul 5:12 am

    Saudara ressay, saya sangat setuju dengan pendapat dan pandangan saudara. Sebenarnya tidak ada hal ihwal yang teramat “sangat” penting untuk dijadikan perselisihan diantara kita-kita yang berbeda “faham”, namun terkadang rasa benci dan ingin saling menjatuhkan itulah yang menyemangati kita-kita ketika harus berdiskusi. Terimakasih saudara ressay, .. tetaplah istiqamah.

  6. Maret 17, 2007 pukul 10:47 am

    Diskusi itu adalah lahan bagi kita untuk terus mengasah otak dan menguji seberapa kuat argumen kita.

Comment pages
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: