Seakan-akan aku punya Tuhan selain Engkau

Oleh: Arif Rahman Hakim*

 

Matahari menyinari seisi bumi…
Seperti engkau
Menyinari roh di dalam jasadku ini…selamanya
Seperti hujan kau basahi jiwa yang kering.
(DEWA 19)

Banyak ciptaan Tuhan di bumi. Mulai dari tumbuhan, hewan, bumi, planet, bintang, bulan, sampai manusia. Semua ciptaannya memiliki ciri yang unik sehingga membuatnya menarik satu sama lain. Ada juga ciptaannya selain manusia (pada umumnya) memiliki kesamaan namun menarik. Apa sih yang membuatnya menarik?

Saya, Anda, kita tentu pernah mengeluh, “Uh…panas bener nih hari atau pahit bener sih buah mangga ini…” dan masih banyak lagi keluhan yang diucapkan kepada beberapa ciptaan Tuhan. Tapi pernahkah Anda menyadari ketika Anda mengumpat terhadap matahari, bulan, bintang, pohon mangga, rumput, dan lainnya; mereka semua tidak sakit hati, tidak pernah pundung, bahkan tidak ngambek. Lalu cobalah Anda imajinasikan dengan menggunakan kata bayangkan, misalnya bayangkan bila matahari enggan bersinar, bayangkan jika bulan tak lagi tampak, bayangkan jika rumput tak lagi tumbuh, bayangkan bila bintang tak lagi bersinar, dan bayangkan yang lain. Anda sudah bisa bayangkan juga khan…apa yang akan terjadi.

Nah, sampai di sini saya akan mencoba menjawab beberapa pertanyaan yang muncul di atas, ternyata mereka senantiasa membalasnya dengan sesuatu yang baik. Buktinya matahari tetap bersinar, bulan tetap tampak beserta siklusnya, tumbuhan tetap berbuah, rumput tetap bergoyang dan masih banyak lagi. Itu menunjukkan salah satu sifat Allah SWT yang diungkapkan dalam nama rahman dan rahim melalui ciptaan-Nya.

Ada dua kelompok nama-nama Allah SWT yaitu Jamaliyyah, yang menunjukkan kasih sayang-Nya kepada kita; dan Jalaliyyah, yang menunjukkan keagungan-Nya. Ustadz Jalal dalam salah satu bukunya menyebutkan: kebanyakan nama Allah SWT berkenaan dnegan sifat Jamaliyyah; yang berkenaan dengan sifat Jalaliyyah hanya sedikit, seperti kata Al-Kabir, Al-Jabbar, dan Al-Aziz. Menurutnya, sesudah kata Allah nama Al-Rahman adalah nama Allah SWT yang paling banyak disebut. Kata itu didampingkan dengan kata Allah. Ketika Allah SWT berbicara tentang Asmaul Husna, Al-Rahman dibaca satu nafas dengan kata Allah (Lihat surat Bani Israil ayat 110). Kata yang paling banyak disebut lagi yaitu Al-Rahim, Al-Rahman, dan Al-Rahim berasal dari kata rahima yang artinya menyayangi dan mencintai.

Sehingga saking sayang dan cintaNya Allah SWT kepada kita, tidak hanya diampuni saja dosa kita namun tanpa sadar Dia tutup kejelekan kita; digantinya kejelekan tingkah laku kita dengan kebaikan. Karena itulah dalam sebuah doa yaitu doa kumail diawali dengan “Ya Allah, aku bermohon kepadaMu dnegan rahmatMu yang meliputi segala sesuatu.” Tidak hanya itu, dalam secarik penggalan doa yang dimunajatkan Imam Ali Zainal Abidin bin Husain bin Ali bin Abi Thalib, “Ya Allah, setiap hari Engkau berkhidmat kepadaku. Seakan-akan tiada hamba yang selain aku. Padahal setiap hari pula para malaikat mengantarkan kemasiatanku kepada-Mu. Seakan-akan aku punya Tuhan selain Engkau.” Ini semakin menunjukkan kasih sayang Allah SWT jauh lebih besar daripada kemurkaan-Nya. Allah lebih cepat ridho-Nya dari pada murka-Nya.[]

 

*Penulis adalah Alumni SMA Plus MUTHAHHARI BANDUNG dan Ketum HMI Komisariat Fak. Ekonomi UNS