Beranda > Tulisan Orang > Mengapa Rasulullah dirindukan dan dicintai?

Mengapa Rasulullah dirindukan dan dicintai?

Mengapa Rasulullah dirindukan dan dicintai?*

Oleh: Jalaluddin Rakhmat

Rasulullah itu adalah orang yang sangat dicintai oleh para sahabatnya, umumnya para sahabat mencintai Rasulullah Saw, walau ada sebagian sahabat yang diam-diam membenci Rasulullah. Tetapi mayoritas sahabat itu sangat mencintai Rasulullah Saw.

Pernah suatu malam Rasulullah mendengar suara beberapa orang di luar kamarnya, Rasulullah menegur: “Kenapa kalian berkumpul di sini?” lalu mereka menjawab: “Ya Rasulullah, kami tidak bisa tidur khawatir ketika kami tidur nanti, orang-orang kafir datang dan membunuhmu.” Mereka sukarela menjadi satpam Rasulullah Saw, datang sendiri, tidak dibayar. Tetapi Rasulullah Saw mengatakan, “Tidak, Allah melindungi aku, pulanglah kamu ke tempat kamu masing-masing.”

Ada seorang pedagang minyak wangi, di Madinah. Setiap kali pergi ke pasar, dia singgah dulu ke rumah Rasulullah Saw, dia tunggu sampai Rasulullah keluar. Setelah Rasulullah keluar, dia hanya mengucapkan salam lalu memandang Rasulullah saja, setelah puas dia pergi. Suatu saat setelah dia ketemu Rasululllah dia pergi, lalu tak lama kemudian balik lagi dari pasar dan dia datang kepada Rasulullah Saw dan meminta izin, “Saya ingin melihat engkau ya Rasulullah, karena saya takut tidak bisa melihat engkau setelah ini.” Dan Rasulullah mengizinkannya.

Kemudian, setelah kejadian itu Rasulullah tidak pernah melihat lagi tukang minyak wangi itu. Disuruhnya sahabatnya pergi melihat, ternyata ia sudah meninggal dunia tidak lama setelah dia pergi dari pasan dan memandang wajah Rasulullah Saw itu. Lalu kata Rasulullah Saw: “Kecintaannya kepadaku akan menyelamatkan dia di hari akhirat.”

Ada lagi seorang sahabat Rasulullah bernama Abu Ayyub Al-Anshari. Ketika Rasulullah hijrah ke Madinah, beliau beristirahat dahulu di pinggiran kota menginap di rumah Abu Ayyub Al-Anshari. Rumahnya itu dua tingkat, Abu Ayyub dan istrinya di tingkat atas dan Rasulullah Saw di bawah. Pada malam hari Abu Ayub dan istrinya tidak bisa tidur karena mereka takut menggerakkan tubuhnya, semua terbujur seperti sebongkah kayu menahan dirinya untuk tidak bergerak. Mereka takut kalau bergerak, nanti debu-debu dari atas itu berjatuhan kepada Rasulullah. Setelah Rasulullah mengetahui hal itu, beliau sangat terharu lalu kepada Abu Ayub diajarkan sebuah doa sebagai penghargaan beliau atas cinta yang tulus dari Abu Ayub.

Dalam perang Uhud, ketika kaki Rasulullah terluka, ada seorang sahabat melihatnya lalu mengejar Rasulullah. Dia pegang kaki itu lalu dia bersihkan luka itu dengan jilatannya. Rasulullah kaget lalu berkata, “Lepaskan! Lepaskan!” Sahabat itu berkata: “Tidak Ya Rasulullah, aku tidak akan melepaskannya sampai luka ini kering!”

Ada lagi seorang sahabat, yang setelah Rasulullah meninggal dunia, membanggakan mulutnya yang tidak ada gigi lagi. Saat perang Uhud itu juga, Rasulullah cedera karena rantai pelindung kepalanya menusuk pipinya. Lalu seorang sahabat menarik rantai itu dengan giginya, tapi sebelum rantai itu keluar, seluruh giginya rontok. Dia bangga bahwa giginya itu berjatuhan karena membela Rasulullah yang dicintainya. Sehingga menjadi satu kebahagiaan tersendiri. Ini, sekali lagi masalah cinta, dan cinta itu selalu tidak wajar.

Ada satu contoh lagi kecintaan orang kepada Rasulullah Saw. Menjelang suatu peperangan, Rasulullah sedang membariskan pasukannya karena Rasulullah selalu merapikan barisan pasukannya. Ternyata ada seorang sahabat, mungkin karena perutnya terlalu besar, selalu perutnya itu berada di luar barisan. Kemudian Rasulullah lewat dan memukul perutnya itu agar dirapikan dengan barisan. Lalu sahabat itu memandang Rasulullah dan berkata: “Engkau diutus untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam, kenapa kau sakiti perutku?” Lalu Rasulullah turun dari kudanya, dan menyerahkan alat pemukul itu, lalu berseru: “Pukullah aku! Sebagai qishas atas kesalahanku.” Kemudian orang itu berkata: “Tapi engkau pukul langsung kepada kulit perutku.” Lalu Rasulullah segera membuka pakaiannya, tiba-tiba sahabat itu memeluk Rasulullah dan mencium perutnya. Rasulullah kaget dan berkata: “Ada apa denganmu?” Sahabat itu menjawab: “Ya Rasulullah, genderang perang sudah ditabuh, mungkin ini adalah saat terakhir perjumpaanku denganmu. Saya ingin sebelum meninggal dunia, sempat mencium perutmu yang mulia.”

Dan sahabat itu kemudian gugur di medan perang setelah mencium perut Rasulullah Saw. Rupanya ini hanya strategi dia agar bisa mencium perut Rasulullah Saw.

Kelak, setelah Rasulullah meninggal dunia, kecintaan para sahabat itu diungkapkan dengan kerinduan yang luar biasa kepada Rasulullah Saw.

Bilal yang selalu adzan semasa hidup Rasulullah tidak mau beradzan lagi setelah wafat Rasulullah karena Bilal tidak sanggup mengucapkan “Asyhadu anna Muhammad Rasululah” karena ada kata-kata Muhammad di situ. Tapi karena desakan Sayyidah Fatimah yang saat itu rindu mendengar suara adzan Bilal, dan mengingatkan beliau akan ayahnya. Bilal akhirnya dengan berat hati mau beradzan. Saat itu waktu Subuh, dan ketika Bilal sampai pada kalimat Asyhadu anna Muhammad Rasulullah, Bilal tidak sanggup meneruskannya, dia berhenti dan menangis terisak-isak. Dia turun dari mimbar dan minta izin pada Sayyidah Fatimah untuk tidak lagi membaca adzan karena tidak sanggup menyelesaikannya hingga akhir. Ketika Bilal berhenti saat adzan itu, seluruh Madinah berguncang karena tangisan kerinduan akan Rasulullah Saw.

Mengapa Rasulullah dirindukan atau dicintai? Itu bukan hanya karena Allah SWT membuka hati mereka untuk rindu, tetapi karena akhlak Rasulullah yang menarik kecintaan mereka. Dan akhlak itu adalah Sunnah. Sekiranya kita mencontoh akhlak beliau ini, pasti kitapun akan dicintai oleh banyak manusia. Tentu tidak oleh semua manusia, karena Rasulullah juga tidak dicintai oleh sem ua manusia, tidak dicintai oleh semua sahabat dan tidak dicintai oleh semua makhluk. Tapi sekiranya kita mempraktekkan akhlak Rasulullah itu dalam pergaulannya dengan orang banyak, pasti kitapun akan menjadi manusia, yang dicintai oleh kebanyakan umat manusia.

*Potongan dari Ceramah yang disampaikan pada Pengajian Lebak Bulus 8 Mei 2003

Kategori:Tulisan Orang
  1. April 6, 2011 pukul 5:11 pm

    Subhanallah,Alhamdulillah,Wala Ila Ha Illallah, Allahu Akbar, Allahumma Sholli Ngala Muhammad Wa Ala Alihi Sayidina Muhammad. Ini benar-benar cerita atau kisah yang patut kita tiru, teladani dan Amalkan. InsyaAllah. Amin.

  2. Juni 5, 2011 pukul 7:03 am

    my tears flowin out while readin tisarticle , touchable ~

  3. arif
    Agustus 15, 2011 pukul 6:31 pm

    air mata saya berlinang ingin melepas kerinduan ini …. ya Rasullulah…..

  4. fitri
    Oktober 22, 2011 pukul 7:07 am

    ya allah kumohon hambamu ini inggin skali bertemu dgn rasulullah walau hanya dalam mimpi dan kumon berilah hamba dan keluarga hamba syafaat rasullullah di akhirat nanti dan ya allah berilah hambamu kesempatan untuk menggunjunggi makam beliu dan beribadah haji aminnnnnnnn

  5. Arif
    November 20, 2011 pukul 9:56 am

    Assalamualaikum.
    Mohon share.
    Terima kasih yang teramat.

  6. Pengikut Muhammad
    November 24, 2011 pukul 7:50 am

    Aku bukan seorang ahli ibadah…
    Tapi entah mengapa disaat mendengar nama Muhammad, kerinduan ini memuncak seperti sudah hidup bersama2 dan tidak bertemu lama pula…
    Asyhadua(n)lailahailallah….
    Waasyhaduanna Muhammadarrosulullah…

  7. Danie
    Desember 29, 2011 pukul 1:22 pm

    Ya RASULULLAH kapan umatmu ini bisa bertemu denganmu..?
    Walau umatmu ini bertemu hanya dngn waktu 1detik atau itupun hanya mimpi,
    Tetapi 1 detik itu bagaikan waktu yg lama dan tak bisa terlupakan…
    Subahanallah
    Maafkan dosa2 hambamu ini Ya ALLAH…

  8. pengingat
    Januari 8, 2012 pukul 1:32 pm

    hanya engkaulah rasul tidak ada rasul setelah engkau, tidak ada keagungan selain engkau bilamana ada itulah pemahaman orang-orang sesat

  9. Januari 17, 2012 pukul 8:20 am

    aku rindu padamu ya Rasulullah… berilah syafa’atmu pada umat mu ini…

  10. Februari 1, 2012 pukul 12:27 pm

    subhaanallah.,.

  11. Februari 4, 2012 pukul 11:46 am

    saya mohon share

  12. Februari 20, 2012 pukul 1:21 pm

    Allahuma Sholi Alla Muhammad
    Terima kasih atas artikelnya sob🙂

  13. Maret 7, 2012 pukul 7:26 am

    Y bagindaaaaaaaaaaaaaaaa

  14. September 7, 2012 pukul 12:50 am

    Semoga dengan membaca tadi kita dimasukkan ke surga karena membaca tentang Rasulullah

  15. September 14, 2012 pukul 2:35 pm

    aku rindu padamu ya rosulullah,,,

  16. Oktober 1, 2012 pukul 4:47 am

    Salam ya Nabi ya Rosulullah, engkau lah Cahaya hati umatmu ya Muhammad berlalunya waktu dan jauhnya Engkau ya Rosulullah tetapi masih terasa dekat disini kami semua umatmu mencintai dan merindukan engkau ya Rosulullah

  17. jack
    Oktober 4, 2012 pukul 11:55 pm

    Ya Nabi..ya rosul..

  18. November 5, 2012 pukul 7:36 am

    YA ALLAH YA RASULULLAH,AKU RINDU PADA MU BERILAH KAMI SEKELUARGA PERTOLONGAN MU SLL YA ALLAH SWT, DAN BERILAH KAMI SEKELUARGA SYAFAAT MU YA RASULULLAH SAW AMIIN YA RABBAL ‘ALAMIIN

  19. fauzanazas
    Februari 23, 2013 pukul 3:02 pm

    terharu bgt bacany!

  20. Bambang
    Agustus 27, 2013 pukul 8:25 pm

    YA ALLAH aku rindu dengan ROSULLAH jadikan hambamu umat yang dicintainya YA HABIBIE YA ROSULLAH

Comment pages

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: