Bush Tolak Undangan Universitas Iran 

Setelah Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, memenuhi undangan Columbia University untuk tampil menjawab berbagai pertanyaan pada minggu lalu, kini giliran sebuah universitas Iran mengundang Presiden AS, George W. Bush untuk berbicara di kampus mengenai sejumlah isu, termasuk holocaust, terorisme, hak asasi manusia, dan kebijakan luar negeri Amerika.

Undangan yang datang dari Ferdowsi University, di Mashhad, meminta Bush menjawab sejumlah pertanyaan dari para mahasiswa dan profesor, persis seperti yang dihadapi Presiden Ahmadinejad di Columbia.

Namun, Gedung Putih menolak undangan itu seraya berdalih bahwa Bush hanya akan datang ke Iran dalam situasi-situasi yang berbeda.

“Presiden Bush hanya akan datang ke Iran yang demokratis, sebuah Iran yang para pemimpinnya mengizinkan kebebasan berbicara dan berkumpul bagi semua masyarakat dan sebuah Iran yang para pemimpinnya berbela sungkawa kepada korban-korban holocaust, bukan malah menyerukan penghancuran Israel,” kata jurubicara National Security Agency, Gordon Johndroe.

Dalam persoalan lainnya, seorang pejabat Departemen Pertahanan AS, Debra Kagan, mengeluarkan pernyataan menyerang kepada rakyat Iran dengan mengatakan, “Saya membenci semua orang Iran.” Pernyataan ini membuat National Iranian American Council (NIAC), sebuah wadah warga Amerika keturunan Iran, menuntut pemecatan Kagan. Pernyataan tersebut dikutip oleh suratkabar Inggris Daily Mail dari tiga, di antara enam, anggota parlemen Inggris yang mendengarnya langsung dari Kagan dalam sebuah pertemuan.

Namun, pernyataan resmi yang dikeluarkan Pentagon menyatakan bahwa Kagan tidak pernah merasa mengucapkan hal itu.[irm/wp]

Sumber: http://www.icc-jakarta.com/content/view/719/61/