Beranda > Tulisan Orang > Ketika Seorang Intelektual Pemberani Memperkenalkan Seorang Diktator Kejam

Ketika Seorang Intelektual Pemberani Memperkenalkan Seorang Diktator Kejam

Ketika Seorang Intelektual Pemberani Memperkenalkan Seorang Diktator Kejam
Oleh: James McEnteer

Sebelum berbicara kepada pembicara kita, saya mempunyai sedikit poin yang penting untuk digarisbawahi. Pertama, hanya karena kami mengundang seorang maniak di sini untuk berbicara, bukan berarti kami mendukung ide-idenya. Apakah terminologi tekanan politik berarti sesuatu bagi kalian? Cukup. Kedua, bagi mereka yang merasa terhina oleh kehadirannya dan karena apa pun yang ia yakini lalu berharap kami tidak akan mengundangnya di sini atau ia tidak pernah dilahirkan, saya tidak sepenuhnya sependapat dengan kalian.

Namun, sebagai seorang pendukung kebebasan berbicara terkemukan di negara ini yang seharusnya membela kebebasan berbicara, maka saya benar-benar tidak mempunyai pilihan, okay? Jadi hentikanlah surat-surat dan spam-spam yang mengerikan itu. Ketiga, jika si maniak ini mengatakan sesuatu yang menyerang dan menyakitkan kalian, saya benar-benar minta maaf dan berharap dapat mengoleskan “obat pembunuh rasa sakit” kepada setiap kalian. Keempat…oh tidak masalah. Kami telah menjadwalkannya. Kami tidak ingin terlihat mundur karena perkataan orang-orang. Jadi kami terus maju. Saya ingin kalian tahu saya benar-benar tidak menyukai hal ini, okay?

Kini, izinkan saya berpaling kepada anda, Tuan Presiden. Anda telah memenjarakan ratusan orang secara tidak adil dan tanpa pengadilan serta proses peradilan apa pun. Anda telah menolak mereka untuk didampingi penasehat hukum (dengan menghapuskan habeas corpus). Anda mengizinkan mereka untuk disiksa. Anda telah melakukan tindakan-tindakan kekerasan yang brutal terhadap rakyat dari tujuh negara, termasuk Afghanistan dan Irak.

Anda telah berbohong mengenai alasan anda bagi kekerasan tersebut. Dan, jutaan warga sipil yang berdosa telah terbunuh, atau terluka atau menjadi pengungsi berkat kebijakan-kebijakan anda yang brutal dan tanpa dasar hukum. Keputusan-keputusan anda yang tidak kompeten dan sesat kini telah membunuh lebih banyak orang Amerika lebih daripada yang dilakukan Osama bin Laden atau para teroris 11 September. Anda sekarang benar-benar telah menjadi pembunuh massal terbesar Abad ke-21.

Tampaknya kami hanya bisa mengharapkan kekejaman dari anda. Pada akhirnya, anda telah memerintahkan lebih banyak hukuman mati daripada penguasa modern mana pun. Bahkan, orang-orang yang terbukti sakit jiwa pun tidak kebal dari sistem yang anda sebut sebagai ‘keadilan’. Anda memalukan, sebagaimana rezim anda juga memalukan karena telah melecehkan hak-hak orang lain, baik orang Amerika maupun non-Amerika.

Mari kita perjelas, Tuan Presiden. Anda merepresentasikan seluruh sifat seorang diktator yang kejam lagi picik. Anda tidak mempunyai integritas, kredibilitas, dan kompetensi. Anda berkata dan para penjilat anda di Kongres sepakat bahwa Iran telah mensuplai senjata kepada musuh-musuh anda di Irak. Banyak orang takut anda akan menyerang Iran, selain kegagalan anda dalam menangani kekacauan yang anda sendiri sebabkan di Afghanistan atau Irak. Melakukan hal itu akan sangat tidak bermoral dan tidak bertanggung jawab. Namun tentu saja, hal itu persisnya adalah gaya anda.

Anda menyebarkan dusta. Anda melakukan urusan-urusan resmi secara rahasia. Anda memata-matai warga negara anda sendiri. Anda masukkan siapa pun yang mempertanyakan kebijakan anda dalam daftar larangan terbang dan mengintimidasi mereka. Mengapa anda begitu takut dengan warga Amerika yang mengekspresikan opini-opini mereka bagi perubahan?

Jujur dan dalam segenap kejujuran, Tuan Presiden, saya ragu anda mempunyai keberanian intelektual untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Saya menduga anda akan menampilkan pola pikir yang fanatik yang membentuk karakter dari setiap yang anda ucapkan dan lakukan. Saya merasa dunia modern yang beradab ini berteriak mengekspresikan perlawanan terhadap apa yang anda yakini.[irm/counterpunch]

James McEnteer adalah penulis Shooting The Truth: The Rise of American Political Documentaries (Praeger, 2006).

Sumber: http://www.icc-jakarta.com/content/view/720/38/

Kategori:Tulisan Orang
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: