Baru-baru ini saya mendapatkan email dari seorang yang beriman. Dengan santun dan penuh kewibawaan, nampaknya, dia menulis email itu untuk saya.

Berikut “pesan dari surga” yang beliau tulis untuk saya:

Wahai calon saudaraku, tidak pernah saya jijik terhadap suatu kelompok ( lebih menjijikan dari kotoran yang terkotor), kecuali para pengikut abdullah bin saba’ seorang yahudi dengan berpura- pura menjadi islam, namun membuat suatu ajaran yang sangat hina, dan begitu pula para pangikutnya. Dengan membuat ajaran yang mencampuradukan antara ajaran yahudi, nasrani, majusi, hindu, budha, dll ( seandainya itu makanan pasti membuat orang muntah).

Wahai calon saudaraku, seandainya anda berpikir dengan otak yang bersih, coba bayangkan adakah ajaran dari Allah yang maha pengasih tentang peringatan pukul- pukulan kepala ( asyuro) sampai kepalanya berdarah, kasihan…… apakah ini ajaran agama ??????
“maaf untuk gambar saya Copy paste” karena saya belum pernah seperti itu….

Wahai calon saudaraku, adakah islam yang bersih ini mengajaran tentang prustitusi dengan selogan mut’ah, sehingga wanita muslimah yang suci ” dengan berjilbab” tecoreng namanya karena nafsu binatang para laki- laki dan perempuan syiah, dengan berbagai penyakit kelamin dst…karena berzina….
Wahai calon saudaraku, banyak sekali kebohongan- kebohongan syi’ah dengan membuat dalil- dalil palsuuuu yang perlu anda pikirkan antara lain dengan menjama’ sholat 5 waktu menjadi 1 waktu, Al- quran yang katanya kurang, bukan yang kaum muslimin kenal selama ini yaitu 30 juz. dll (baca buku “Gen Syiah” ) karangan Sheikh Mamduh.


Mudah- mudahan Alloh membukakan pikiran anda dan orang- orang syiah yang lain, trimakasih.

Sedikit tambahan : Saya Suni Dari Bondowoso, saya punya cerita, ditempat saya ada pemimpin syiah yang benama Ja’far dia orang yang sering dipermainkan dikampung arab Bondowoso ” sangat buoodoh ” tapi anehnya kok jadi pemimpin yaa…hihihi . dan ada cerita lain lagi tentang syiah di Bondowoso, yaitu orang – orang yang datang kepengajian syiah kan dapet uang, ada banyak orang dari saudara- saudara saya kaum muslimin baik orang kota atau orang desa yang kebetulan kagak punya uang dateng untuk menertawakan pengajiannya, dan yaa begitulah pulangnya dengan menteraktir temen-temen sambil meceritakan ttg kebodohan orang syiah sambil makan- makan. kasihan dech elu…., sebenarnya saya bisa banyak cerita tentang kebodohan syiah, tapi mau saya tambah satu lagi saja, yaitu ada perempuan syiah yang cantik sekarang masih umur 19 atau 20 an tahun ( seandainya menikah dengan anak presiden pasti mau karena cuantik), ech tapi kasian karena bapaknya syiah yang ajarannya binatang awalnya anaknya di paksa mut’ah denga sang guru, dan sekarang ech jadi pelacur dikota- kota besar.
Bersambuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuung ke Episode 2
—————————– asli bukan copy – paste ———————————-

TANGGAPAN DARI SAYA:

Beberapa paragraf yang saya cetak tebal di atas adalah pesan surga dari orang beriman itu. Kepada orang beriman yang telah berbaik hati menasehati saya dengan tulisannya yang santun dan berwibawa, saya ingin mengucapkan banyak-banyak terima kasih. Semoga Alloh SWT membalas amar ma’ruf nahi mungkar yang telah Anda lakukan.

Saya yang awam ini hanya ingin sedikit saja memberikan pendapat saya. Semoga Anda berkenan untuk membacanya.

Ada sebuah hadits Nabi (kalau tidak salah, sih), “Kenalilah kebenaran, maka kalian akan mengetahui siapa-siapa yang berada pada kebenaran.”

Jadi, jika kita memang ingin meraih kebenaran, alangkah baiknya jika kita kenali seperti apa kebenaran itu. Jadi, jika Anda mengambil contoh-contoh tentang perbuatan beberapa orang yang, mungkin, menyimpang maka itu bukan suatu tindakan yang bijaksana.

Jika Anda ingin mengkritisi Syi’ah, yang Anda anggap sesat, ya silakan Anda kritisi keyakinan dan pemikirannya. Tentunya dengan sikap ilmiah, bukan dengan sikap yang emosional dan seperti layaknya orang dungu.

Satu hal yang ingin saya kritik dari tulisan Anda. Sepanjang yang saya ketahui, Syi’ah itu shalatnya bukan 1 waktu, seperti yang Anda tuliskan, tetapi yang benar adalah 3 waktu.

Apa yang Anda sampaikan sebagai tambahan, menurut saya, baru sekedar informasi. Kita harus mampu membedakan antara informasi dan pengetahuan. Informasi itu masih belum ternilai benar atau salahnya. Jika sudah dinilai benar atau salahnya, maka itu disebut pengetahuan.

Dikarenakan apa yang Anda sampaikan masih sekedar informasi, maka tidaklah perlu saya bercapek-capek menyanggah tulisan Anda.

Semoga Allah mempermudah setiap urusan Anda.

Wassalam.