UNTUK KAWANKU DARI KAMMI POLBAN

Untuk yang kesekian kalinya saya menerima email dari seorang yang nampaknya hanya sekedar meluapkan emosinya semata. Berikut ini saya postingkan Email dari kawan saya itu dan jawaban saya atas emailnya tersebut:

Kawan saya itu menulis: 

Assalamu’alaikum,
kepada akh yasser, sorry man, kammi polban emang nga bisa berdebat dengan antum, dan nga bakal, karena sehari-hari kammi di polban dihadapkan dengan kesibukan beramal (terserah jika antum ngebilangnya itu dogma), amal itu nga hanya berdebat luntang lantung nga jelas, dan kammi sadar akan itu, debat dari ujung sana sampai sekarang, nga bakal menghasilkan solusi, yang kammi tau dengan ngecor, nembok, ngikir, ngelas(aksi), indonesia bakal maju, dan sorry sekali lagi, ana sebagai author blog ini secara pribadi mengejek antum, “dasar anak ips, yang nga tau malu!!!!!nga bisa bersolusi(kalian nga bakal bisa niru ahmadinejad, karena ahmadinejad itu jurusannya teknik sipil>>>teknokrat muslim negarawan(bukan ahmadinejadnya loh, orang teknik sipilnya(jika antum ngerti(kalau nga ya nga pa2)))) yang di butuhkan oleh ummat islam sekarang ini adalah solutor cerdas, bukan debator sukses”>>>itu dari ana pribadi, bukan sebagai kader kammi polban.
oh ya ngebalesnya jangan pake perasaan ya, antum sedang berpolitik di sini, dan ana lawan antum. anggap aja seperti itu!!!
berpikirlah dengan jernih akhi!!!!
jadilah solutor cerdas, bukan debator sukses, itu pesan ana sebagai sesama muslim, afwan jiddan jika terlalu kasar.

Tanggapan dari saya, anak IPS yang gak tau malu:

Bismilahirrahmirrahim
Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Aali MuhammadAssalamu’alaika ya Aba ‘Abdillah
Assalamu’alaika ya Husain ibn ‘Ali
Assalamu’alaika ya Sayyidus Syuhada

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Kepada author blog yang terhormat, Saya mengucapkan banyak terima kasih atas kiriman email dari Antum. Sebelumnya saya mohon maaf jika saya mempostingkan email Anda di weblog ini karena memang obrolan kita berawal dari wilayah publik, sehingga saya pun akan tetap berada dalam wilayah publik, walaupun Anda lebih memilih wilayah privat untuk sekedar mengejek saya. Saya ingin mengatakan kepada Anda, tidak perlulah Anda memilih wilayah privat untuk mengejek dan menghina saya, silakan Anda mengejek dan menghina saya di depan publik. Dan insya Allah, jawaban saya tidak menggunakan perasaan, tetapi menggunakan logika dan sopan santun. Saran saya, kalau mau mengetik, lebih berhati-hati saja ya, jangan kebawa emosi, jadi bisa tertata rapi tulisannya.

Saya ingin sedikit mengklarifikasi bahwa saya tidak bermaksud berdebat dengan kawan-kawan di website http://www.kammipolban.wordpress.com, karena saya sendiri sudah tahu bahwa sangat sedikit kawan-kawan KAMMI yang mau berdebat. Menyadari akan hal itu, maka saya sekedar mengajak diskusi saja, tapi ternyata Anda menangkapnya saya mengajak debat.

Saya sangat percaya jika hari-hari yang kawan2 KAMMI lalui adalah hari-hari yang kawan-kawan berusaha penuhi dengan amalan baik. Saya percaya itu dan tidak meragukannya sedikitpun. Bahkan menurut saya, website yang kawan-kawan buat adalah satu bentuk usaha kawan-kawan untuk memenuhi hari kawan-kawan dengan amalan baik. Salah satu tulisan yang dimuat di website kawan-kawan ada yang berjudul “Belajar Bahasa Arab”. Ketika saya membaca tulisan tersebut, ada satu pendapat kawan-kawan yang tidak saya sepakati. Karena niat awal kawan-kawan membuat website itu adalah untuk beramal, maka menjawab tanggapan, komentar dari para tamu yang mengunjungi website Anda adalah sebuah amalan baik bukan? Anggap saja keyakinan saya menyimpang. Bukankah ketika Anda melakukan usaha untuk meluruskan keyakinan orang yang menyimpang itu termasuk amalan baik juga? Kecuali kalau kawan-kawan sendiri belum terlalu yakin akan kebenaran dari keyakinan kawan-kawan sehingga kawan-kawan merasa takut (mungkin) untuk menanggapi. Tapi saya pikir, asumsi saya itu pun gak benar juga. Karena sepanjang yang saya ketahui, kawan-kawan KAMMI ini militan sekali perjuangannya. Mereka tidak pernah takut, kecuali hanya kepada Allah. Sedangkan saya hanya seorang anak IPS yang gak tau malu. Jadi buat apa sih ditakutin?

Salam perjuangan untuk kawan-kawan KAMMI Polban. Sampaikan salam saya untuk kota Bandung yang telah banyak sekali memberikan saya ilmu dan pengalaman yang bermanfaat.

Semoga Allah mempermudah setiap urusan kawan-kawan semua.

Washallallahu ‘ala Muhammad wa Aali Muhammad
Wassalamu’alaikum wr.wb

Hormat Saya,
Yasser Arafat
Anak IPS yang gak tau malu.