Kontroversi Pemblokiran Situs Porno – Kemungkinan Akibat yang Muncul

avatar1061_1gif.jpg

Kontroversi

Akhir-akhir ini sedang ramai-ramainya isu mengenai pemblokiran situs porno yang direncanakan akan mulai dilakukan oleh pemerintah dalam bulan April-Mei ini. Di kampus saya mendapati beberapa kawan bertanya, “Bagaimana pendapatmu mengenai diblokirnya situs porno?” Saya jawab saja, “Saya tidak mau menjawab bagaimana pendapat saya, tetapi saya akan menyampaikan jawaban yang kira-kira diajukan oleh orang yang senang nonton bokep, anti bokep, orang-orang yang tidak pernah nonton bokep tetapi bukan berarti mereka anti bokep.

Masing-masing kelompok itu pasti memiliki jawaban yang berbeda sesuai dengan kepentingan yang ada dalam pribadinya.

Orang yang senang nonton bokep, mungkin tiap hari bisa menghabiskan 100 judul film bokep, pasti akan berpendapat bahwa pemblokiran situs porno itu bertentangan dengan HAM (apa sih HAM itu?) dan mereka menolak keras rencana tersebut.

Bagi orang yang Anti Bokep, mungkin mereka akan menyambut baik rencana pemerintah tersebut. Nonton bokep itu sama aja mendekati zinah dan melihat hal-hal yang diharamkan untuk dilihat. Itu bertentangan dengan ajaran agama…! kata mereka.

Berbeda dengan orang yang tidak pernah nonton bokep tetapi tidak berarti mereka membenci bokep. Mereka biasa-biasa aja dengan rencana pemerintah tersebut. Toh selama ini mereka belum pernah merasakan bagaimana nikmatnya nonton bokep (kalau memang nonton bokep itu enak).

Di dunia blog juga sedang ramai membahas masalah pemblokiran tersebut. Seperti yang dipostingkan oleh beberapa blogger disini, disini, dll.

Ada yang sependapat dengan rencana pemerintah tersebut, ada juga yang berpendapat bahwa ketika situs porno itu dilarang, bagaimana cara kita untuk mendewasakan diri. Seperti yang ditulis oleh kawan kita yang satu ini. Selain berpendapat seperti itu, dia juga mempertanyakan bagaimana metode pemerintah untuk memblokir situs-situs porno tersebut? Apakah Manual berdasarkan blokir alamat website yang diinput oleh ISP? Atau otomatis memfilter semua alamat website yang berbau porno?

Apapun pendapatnya, mari kita sikapi dengan dewasa. (Apakah dewasa di sini berarti boleh nonton film bokep?)

 

Kemungkinan Akibat

Dari rencana pemerintah itu dan adanya pemberitaan di media massa bahwa rencana pemerintah itu akan dilaksanakan pada bulan April-Mei menurut saya bakal ada dampak-dampak yang terjadi di masyarakat.

Walaupun ini masih sekedar asumsi belaka, semoga dapat diterima dan disikapi dengan dewasa oleh para pembaca.

Masyarakat sudah tahu bahwa bulan April- Mei itu rencana pemerintah menuntaskan pemblokiran situs porno, maka masyarakat yang doyannya sarapan, makan siang, dan makan malamnya itu film bokep akan berusaha keras merogoh koceknya untuk membayar sewa internet karena mereka mendownload film bokep yang belum sempat ia donwload, sebanyak-banyaknya. Jadi dipuas-puasin sekarang dulu karena beberapa bulan ke depan dia tidak akan dapat menikmati layanan gratis download film pemuas syahwat itu.

Hal itu akan menaikkan traffic website porno. Website-website porno itu akan lebih banyak dan lebih sering dikunjungi oleh orang-orang pemuja film bokep karena mereka memforsir tenaga dan waktu mereka untuk mendownload film-film bokep yang ada.

Kemungkinan Akibat yang akan terjadi setelah itu adalah akan bertambah angka perjalanan orang Indonesia yang ngakunya akan pergi berlibur ke luar negeri, padahal mereka mau mendownload film bokep sebanyak-banyaknya untuk kemudian dikonsumsi pribadi atau mungkin bisa dikomersilkan.

Atau mungkin juga akan bertambah maraknya penyelundupan film-film porno lebih banyak lagi ke Indonesia karena banyak orang Indonesia yang memesannya.

Entah Anda sependapat dengan saya atau tidak, itulah asumsi atau prediksi akibat yang mungkin terjadi menurut saya. Kita lihat saja apakah akan seperti itu atau tidak.