avatar1061_1gif.jpg
Beberapa hari yang lalu saya, selaku Ketua Bidang Pembinaan dan Pengembangan Anggota HMI Hukum UNS, iseng-iseng mengadakan kuis berhadiah menyambut Maulid Nabi. Saya mengajukan dua pertanyaan. Jika yang mampu menjawab ternyata lebih dari 1 orang, maka saya undi siapa yang berhak mendapatkan buku terbaru dari Ust. Muhsin Labib. yang judulnya Kamus Shalat.

Pertanyaan itu saya sebarkan melalui sms kepada mahasiswa fakultas hukum UNS yang nomor handphonenya tersimpan di handphone.

Terinspirasi dari 2 pertanyaan yang diajukan oleh ust. Miftah Fauzi Rakhmat ketika menjadi pembicara seminar Sunni Syi’ah Bersatu di UII Jogja, saya mencoba membuat kuis ini kemarin.

Dua pertanyaan itu adalah:

  1. Dimanakah Nabi Muhammad dilahirkan? (Spesifik tempat bangunan, bukan nama kota).
  2. Apakah dua peninggalan Nabi Muhammad yang wajib kita pegang teguh sepeninggal beliau agar kita tidak tersesat? (Menurut Shahih Muslim).

Itulah dua pertanyaan yang saya ajukan. Dari semua orang yang saya kirimi sms kuis itu, tidak ada satupun yang menjawab dengan tepat. Ada beberapa orang, memang, yang menjawabnya tetapi kurang lengkap. Bahkan ada salah seorang mahasiswa FH yang menjawab, “yang wajib kita pegang teguh sepeninggal Nabi itu Al-Qur’an dan Al-Hadits. Tetapi aku yakin untuk jawaban ini kamu menyalahkannya khan?”

Saya tidak tahu apakah mereka semua penasaran atau tidak. Tidak berarti bahwa orang yang tidak penasaran akan jawaban dua pertanyaan tersebut, tidak mencintai Rasulullah Saw. Saya yakin semua muslim mencintai Rasulullah tetapi dengan kadar dan caranya masing-masing.

Ok lah, daripada berlama-lama ngoceh nanti bisa-bisa jari-jari saya kriting, saya beri tahu jawabannya.

1. Tempat Nabi dilahirkan itu di sebuah bangunan yang terletak di dekat masjidil haram dan sekarang bangunan itu digunakan sebagai perpustakaan. Walaupun saya sendiri belum pernah ke sana sih. Tetapi saya akan berikan gambarnya:

maulid-an-nabi1.jpg
maulid-an-nabi2.jpg

Kejamnya pemerintah Arab Saudi. Bangunan bersejarah tempat lahirnya Rasulullah dijadikan tempat perpustakaan. Padahal tanah di Arab Saudi masih banyak, kenapa tanah kelahiran Rasulullah diseperti itukan? Miris…!! 😦

2. Jawaban pertanyaan yang kedua adalah Al-Qur’an dan Al-itrah Ahlulbayt. Hehehe…mau jawab Al-Qur’an dan As-Sunnah yach? Heran dengan jawaban itu? Saya awalnya juga heran dengan jawaban itu. Tetapi emang bener kok.

Alhasil, tidak ada yang bisa mendapatkan buku bagus karya Ust. Muhsin Labib tersebut.