Antara Perayaan Asyura dan Penyaliban di Philipina

 

 _42510975_flag_afp220.jpg
Biasanya ketika saya membuat postingan di weblog ini, judulnya saya beri warna selain hitam. Biasanya merah, hijau, biru, dll. Tetapi itu tidak memiliki makna sama sekali. Baru pada postingan saya kali ini warna tulisan itu memiliki makna tersendiri. Warna merah identik dengan darah. Ya..!! Postingan saya kali ini berkaitan dengan erat dengan darah dan pembantaian.Baru-baru ini saya melihat beberapa dokumentasi dari penyaliban yang ada di Philipina. Apakah Yesus bangkit kembali lalu disalibkan kembali? Tidak..!! Kali ini yang disalib adalah para pengikut Yesus. Mereka melakukan seperti itu karena ingin ikut merasakan betapa menderitanya Yesus demi umatnya.
Ada sebagian pemikir berpendapat bahwa yang disalib bukanlah Yesus, melainkan Yudas, bukan karena pengkhianatan yang dilakukannya tetapi karena kecintaannya kepada Yesus. Salah satu pemikir ini adalah musadiqmarhaban. Ok, langsung aja kita lihat gambar-gambarnya. Berikut beberapa gambarnya:
salib1.jpgsalib2.jpg
salib5.jpgsalib9.jpgMelihat gambar seperti itu, saya jadi teringat dengan beberapa gambar peringatan Asyura yang dilakukan oleh sebagian umat Islam Syi’ah di Timur Tengah (karena saya belum mendengar di Indonesia ada yang melakukan seperti itu).

Berikut gambar-gambarnya:

iphp.jpg i4php.jpg

i3php.jpg i2php.jpg

Sekilas terdapat persamaan diantara keduanya. Sama-sama menyiksa diri, sama-sama mengenang ketertindasan dan penderitaan sosok yang dikagumi bahkan mungkin dikultuskan.

Walaupun banyak orang yang mengatakan saya ini seorang Syi’ah (walaupun definisi syi’ah harus disepakati terlebih dahulu), tidak menutup kemungkinan saya mengkritik Syi’ah. Dan seharusnya begitu pula bagi para penganut mazhab dan agama lain. Terkadang ada perilaku menyimpang dari beberapa penganut agama dan aliran kepercayaan dan itu harus dikritisi bukan untuk disembunyikan.

Menurut saya, perbuatan seperti gambar-gambar di atas adalah perbuatan yang berlebihan dan menurut Islam sesuatu yang berlebihan itu dilarang keras.

Dikabarkan bahwa peringatan dengan cara penyaliban warga kristiani ini mendapat dukungan dari gereja-gereja katolik. Penyaliban yang menyayat hati ini ini, diharapkan bagi warga kristiani bisa mendalami apa yang pernah dialami oleh Yesus Kristus.

Berbeda dengan sikap gereja-gereja katolik tersebut, banyak ulama Syi’ah yang telah melarang dan mengharamkan perbuatan melukai diri pada peringatan Hari Duka Asyura. Beberapa marji’ taqlid dalam Syi’ah mengharamkan para muqallidnya untuk melakukan hal seperti itu.

Selain itu, perbuatan seperti itu dapat memberikan stigma negatif orang luar terhadap agama atau mazhab yang diyakininya. Ini yang sudah dirasakan betul oleh orang-orang Syi’ah. Salafy/wahabi yang dari dulu sampai sekarang sangat membenci Syi’ah bahkan menghalalkan menumpahkan darah orang Syi’ah, selalu mendiskreditkan Syi’ah dengan gambar-gambar itu.

Bagaimana menurut Anda?