Tasnya Ditaruh Di Muka….

 tasidaman.jpg

Akhirnya saat-saat ujian datang juga. Mulai tanggal 31 Maret – 9 April 2008 adalah masa-masa Ujian Mid Semester. Hari pertama ujian sudah mendapatkan pengalaman lucu, unik, menarik. Terlalu berlebihan mungkin, tetapi menurutku ini memang pengalaman lucu, unik, dan menarik.

Ketika semua mahasiswa telah mendapatkan soal ujian dan lembar jawab, dosen pengawas bersabda, “Seperti biasa ketika ujian berlangsung tas Anda ditaruh di muka.” Spontan mendengar itu aku langsung tertawa. Ingin rasanya tertawa sekeras-kerasnya tetapi itu tidak sopan. Ya sudah akhirnya aku hanya bisa tertawa sekeras-kerasnya di weblog ini. hahahahaha….:D

Kalimat yang keluar dari seorang dosen itu menurutku aneh. Masa tas ditaruh di muka. Nanti ngerjain soalnya gimana.

Saya jadi teringat dengan tulisan ust. Muhsin Labib mengenai Fallacy. Kalau boleh berpendapat sih, kalimat dosen itu mengandung fallacy diksional. Mungkin maksudnya adalah Tasnya ditaruh di depan.

Fallacy diksional adalah kerancuan yang terjadi karena kekeliruan dan kesalahan bahasa (baik sengaja maupun tidak).

Nampaknya Fakultas Hukum UNS memerlukan tambahan materi kuliah yaitu Logika dan Fallacy.

Gimana Pak Dekan? Dosen Hukum UNS sering banget tuh berfallacy.

Beberapa kawanku bercerita bahwa terkadang dosen yang mengampu mata kuliah tertentu sering keceplosan. Misalnya, seharusnya dia menjelaskan materi hukum pidana, tetapi malah nyambungnya “ngrasani” (membicarakan) orang lain dan melakukan pembunuhan karakter terhadap orang itu. Ya ngakunya sih dosen, tetapi tidak ilmiah. Coba saja aku hadir di kuliah tersebut, jadi aku bisa melihat ekspresi muka tuh dosen ketika lagi membunuh karakter orang yang tidak dia sepakati.