Mulai dari Ayat-Ayat Cinta, Fitna, dan April MOP

 

aprilmop.jpg

Sedang asyik ku jamah keypad handphoneku, tiba-tiba sebuah pesan singkat masuk. Ternyata dari salah seorang kawan yang meminta tolong di download-kan film Ayat-Ayat Cinta dan FITNA yang saat ini sedang marak dibicarakan dan disaksikan orang.

 

Ku balas saja, “Insya Allah kalau gak lupa. Kalau lupa diingetin.” Kata-kata yang retoris sebenarnya yang menunjukkan bahwa aku ini ogah-ogahan download film-film itu. Bukan karena tidak tertarik dengan film itu dan tidak mau membantu teman, tetapi karena saat ini tidak ada waktu untuk download. Waktuku habis disibukkan dengan aktivitas baca buku (ceile sok belajar) untuk persiapan menghadapi ujian mid semester yang datang begitu cepat.

 

Sempat juga aku berdiskusi dengan beberapa kawan di basecamp Wisma Becak. Salah seorang kawan ada yang mengatakan bahwa dia pernah mendengar Film FITNA ini sebagai sebuah reaksi atas Film Ayat-Ayat Cinta. Film ayat-ayat cinta secara tersirat ingin sekali menampakkan bahwa Islam itu bisa sebegitu romantisnya. Islam itu tidak seperti pandangan barat selama ini bahwa Islam itu agama radikal, agama kekerasan yang senangnya membunuh, bom bunuh diri, dll.

 

Untuk menunjukkan sisi kebrutalan Islam, maka salah seorang politikus Belanda membuat film tandingan yang menurut saya itu adalah film dokumenter. Film itu diberinya nama FITNA. FITNA ini ingin menyampaikan pesan kepada seluruh dunia akan bahaya Islam. Jika Islam berkuasa, maka yang ada adalah pembantaian, perang, dsb. Islam itu agama yang sadis. Sosok Islam seperti itulah yang ditonjolkan dalam film FITNA tersebut. Tidak ada sisi-sisi keromantisan dalam Islam. Jadi, sebagai reaksi atas boomingnya film ayat-ayat cinta, maka dibuatlah film FITNA.

 

Kawan-kawan yang lain nampak sekali khidmat mendengarkan penjelasan itu. Saya coba melontarkan asumsi ketengah-tengah diskusi. Saya berasumsi jangan-jangan penayangan film FITNA ini terkait dengan April MOP yang sebentar lagi akan datang. Menurut saya, apa yang disajikan oleh FITNA itu adalah sebuah kebohongan, walaupun memang ada beberapa perbuatan yang benar dilakukan oleh sebagian umat Islam yang meneriakkan slogan jihad. Tetapi itu tidak dapat merepresentasikan Islam secara keseluruhan.

 

April MOP membolehkan kita semua untuk berbohong pada hari itu. Pada hari itu sikap berbohong dianggap sebagai sikap yang bisa ditolerir. Jadi ketika ada orang bodoh pada hari itu, orang yang dibohongin tidak diperkenankan untuk marah.

 

Pembahasannya tidak sampai sini saja. Karena April MOP sendiri sangat kontroversial. Ada beberapa versi mengenai sejarah April MOP. Ada juga perbedaan pendapat mengenai April MOP. Ada yang sepakat dengannya, ada yang mengatakan bahwa kita sebagai umat Islam tidak layak untuk memperingati April MOP juga karena kebiasaan itu merupakan peringatan peristiwa pembantaian umat Islam di Spanyol pada 1 April 1487 Masehi, seperti yang dipostingkan disini.

 

Terlepas dari kontroversi April MOP tersebut, saya berasumsi jangan-jangan apa yang dilakukan si pembuat film FITNA itu sebagai bentuk ekspresi dia menyambut kedatangan April MOP. Dia bebas berbohong dengan menampilkan film mengenai ISLAM yang sebenarnya ISLAM sendiri tidak seperti.

Ayat-ayat cinta, Fitna, April MOP. Ketiganya itu tema-tema yang sedang hot-hotnya di dunia weblog. Ketiganya berjalan secara bergiliran.

 

Bagaimana menurut Anda?