ISLAM TUH CINTA DAMAI, FITNA…

dsc00499.jpg

Nampaknya, mau gak mau, aku harus membuka lagi sekilas pembahasan mengenai Film FITNA yang sangat kontroversial bahkan mungkin lebih kontroversial dari Film Passion of The Christ, seperti yang dikatakan mba Hilda.

 

Pasalnya, ketika sedang asyik melintasi kawasan boulevard Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggunakan sepeda motorku, aku dikagetkan dengan sekelompok orang yang bergerombol sambil loncat-loncat di Boulevard UNS. ”Gerombolan” itu terbagi menjadi dua bagian, bagian depan dan bagian belakang. Ada sebagian dari mereka yang membawa bendera sambil digoyang-goyang (kayak penari aja) dan kertas karton yang bertuliskan sesuatu.

 

Bagian terdepan adalah para lelaki (ikhwan, katanya) yang menggunakan penutup muka berkepalkan tangan ke atas sambil berteriak-teriak. Sedangkan pada bagian belakang, terlihat para wanita (akhwat, kata anak KAMMI) menggunakan jilbab besar (jilbaber), penutup muka dan berkepalkan tangan ke atas juga namun mereka terlihat tidak ikut berteriak. Tapi aku masih ragu kalau mereka tidak ikut teriak seperti layaknya para lelaki yang berada pada bagian depan. Mungkin saja mereka berteriak, tetapi karena suara mereka tidak sekeras suara para lelaki yang sangat menakutkan itu, berakibat suara kaum hawa tidak lagi terdengar.

dsc00500.jpg

Setelah ku parkirkan motorku, aku didatangi oleh seseorang yang memberikan press release. Aku baca lembaran itu baik-baik walaupun terlihat silau karena matahari begitu terik pada saat itu. Aku dapati tidak ada pernyataan sikap mereka pada lembaran tersebut. Yang ada hanyalah pernyataan sikap dari beberapa tokoh dan ulama.

Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid, menilai film FITNA akan membuat fitnah bagi umat Islam. Ketua MUI, KH. Kholil Ridwan juga ikut-ikutan bersuara. Beliau mengimbau umat Islam tidak menanggapinya dengan aksi kekerasan.

Yang aku tangkap tujuan dari demo mereka adalah mereka ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa Islam itu indah, cinta kedamaian, dan menghindari kekerasan. Ya, itulah yang mungkin ingin ditunjukkan oleh film ayat-ayat cinta, bahwa ada sisi keromantisan dalam Islam. Tetapi ada sisi-sisi kebengisan yang ditunjukkan oleh sekelompok umat Islam garis keras (menurut press release tersebut), yang itu dimunculkan dalam film FITNA.

Untuk mengabadikan demo itu, aku iseng-iseng ikut memotret dengan menggunakan handphone K610i ku, bareng dengan para fotografer yang menggunakan kamera canggih-canggih.

Oh ya, for your information, bahwa pendemo tersebut menamakan dirinya sebagai Forum Bersatu Mahasiswa Islam Solo yang terdiri dari Puskomda, Forbes LDK se-UNS, KAMMI UNS).

Berikut hasil jepretannya, tapi mohon maaf jika hasilnya tidak bagus (sebenarnya bisa bagus). Aku tampilkan Thumbnail biar gak berat.

dsc00498.jpg
dsc00501.jpg
Halah…malah sempat-sempatnya nggaya di tempat demo.