KRONOLOGIS AKSI BADKO HMI SUMUT

TENTANG FILM “ FITNA

Berikut ini kronologis aksi yang sempat ricuh tersebut dan diakhiri dengan penangkapan terhadap peserta aksi.

1. Pada tanggal 01 April 2008 Pengurus BADKO HMI SUMUT dengan beberapa kader HMI melakukan manajemen aksi di Kantor BADKO HMI Jalan Adinegoro 15 Medan pada pukul 21.00 WIB s.d 23.00 WIB.

2. Selesai manajemen aksi, maka 2 orang kader HMI memberikan surat ke kantor KAPOLTABES MEDAN bagian SAT INTELKAM, dengan nomor surat 130/B/03/1429 tentang pemberitahuan aksi. Pihak KAPOLTABES tidak menerima surat tersebut dan menyatakan bahwa konsentrasi personil difokuskan untuk pengamanan jalannya kampanye calon Gubernur.

3. Pada hari Rabu tanggal 02 April Pengurus BADKO HMI SUMUT memutuskan untuk terus melakukan aksi ke Konsulat Belanda yang berada di Jalan Mongonsidi, massa berkumpul di kantor BADKO HMI sejak pukul 10.00 s.d 11.00, setelah massa berkumpul kurang lebih 40 orang maka rombongan berangkat ke kantor
Konsulat Belanda.

4. Rombongan yang berangkat dari kantor BADKO HMI sampai di lokasi pada pukul 11.20 WIB, setelah di lokasi maka aksi di mulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

5. Aksi di mulai dengan penyampaian aspirasi dari kader HMI, pada saat itu tidak seorangpun petugas keamanan yang berada di lokasi.

6. Aksi mulai memanas karena tidak seorangpun dari pihak konsulat Belanda yang merespon dan menemui rombongan aksi. Maka aksi dilanjutkan dengan pembakaran ban bekas oleh peserta aksi.

7. Setelah ban dibakar aksi semakin memanas dan tidak ada himbauan dari pihak keamanan untuk memadamkan api. Maka aksi pun mengarah kepada penghancuran pagar kantor Konsulat Belanda.

8. Beberapa menit kemudian pagar kantor konsulat Belanda mengalami kerusakan sehingga kader HMI bisa masuk ke dalam halaman kantor dengan leluasa, aksi dilanjutkan dengan menurunkan bendera Negara Belanda serta dilanjutkan dengan aksi pembakaran bendera.

9. selesai aksi pembakaran bendera dilanjutkan dengan penumbangan papan plank konsulat Belanda dan juga membakarnya.

10. selesai aksi pembakaran tersebut aksi mulai mereda, rombongan melakukan aksi duduk bersama di depan kantor konsulat Belanda sambil bernyanyi. Rombongan aksi sedang melakukan penertiban barisan untuk persiapan pulang ke kantor BADKO HMI.

11. Tidak lama kemudian, datang serombongan mobil pihak keamanan yang membawa personil dengan jumlah yang lebih besar, para personil mendatangi para kader HMI yang sedang duduk bersama. Dan tanpa ada proses dialog terlebih dahulu, terdengar tembakan 4 kali dari pimpinan pasukan keamanan serta melakukan penangkapan para peserta aksi dan memasukkannya ke dalam mobil yang sudah disiapkan.

12. Aksi dibubarkan paksa oleh pihak keamanan dengan cara menangkapi para peserta aksi, aksi pun menjadi tidak terkoordinir, ada sebagian kader HMI yang tertangkap, namun ada juga yang mampu meloloskan diri dari kejaran aparat keamanan. Kondisi semakin tidak terkoordinir ketika pihak keamanan menembakkan tembakan ke atas langit sebagai peringatan sebanyak empat kali tembakan.

13. Tindakan petugas keamanan yang membabi buta ini ternyata membuat para peserta aksi membubarkan diri dan ada juga yang tertangkap, para peserta aksi yang tertangkap di gelandang ke markas POLTABES MEDAN untuk dilakukan proses penyidikan.

14. Hingga kronologis ini di buat para peserta aksi masih dalam proses penyelidikan.