Rakyat Tidak LAPAR…Rakyat Tidak SAKIT

Begitu slogan dari salah satu calon Gubernur Sumatera Utara. Banner diatas aku dapatkan dari sini. Banner tersebut aku pasang di sini bukan karena ingin meminta uang karena aku telah membantu menyebarluaskan banner kampanye itu, tetapi ada hal yang menurutku patut kita cermati dari slogan-slogan yang dibawa dari calon tersebut.

Setidaknya ada 2 kalimat yang aku garis bawahi yaitu “Rakyat Tidak Lapar” dan “Rakyat Tidak Sakit”. Mengapa aku garis bawahi kedua kalimat tersebut? Karena menurutku, kedua kalimat slogan tersebut sangat mengada-ada. Kalau kita tafsirkan secara tekstual, maka maksudnya adalah Rakyat kalau dipimpinnya, itu tidak akan lapar. Rakyat kalau memilihnya dan keduanya menjadi pemimpin Sumatera Utara, dijamin rakyat tidak akan sakit. Padahal menurut saya sih, yang tentunya sangat tidak mungkin jadi calon gubernur, lapar dan sakit itu hal yang sangat alamiah. Semua orang pasti akan merasakan lapar. Semua orang pasti akan merasakan yang namanya sakit. Adakah orang yang tidak pernah lapar? Adakah manusia yang tidak pernah sakit seumur hidupnya? Sepanjang yang aku ketahui sih, tidak pernah ada orang yang seperti itu di dunia ini. Atau mungkin calon gubernur dan wakil gubernur di atas adalah manusia yang tidak pernah lapar dan tidak pernah sakit sehingga mengusung slogan tersebut untuk melambungkan namanya? Hebat euy…!!!

Ah…, rasaya kok ya aku semakin tidak percaya dengan kapasitas kedua calon tersebut. Betapa tidak…! Omongannya aja, kalau kata kader-kaderku di HMI, tidak Epistemologis. Apa lagi tuh Epistemologis? Gak nyambung aja.

Kalau kalimat slogan yang lain masih logis. Rakyat tidak bodoh, mungkin maksudnya dia akan memperbaiki kualitas lembaga pendidikan di Sumatera Utara. Kalimat ini logis karena memang tidak semua orang itu bodoh. Karena ada yang pinter dan sangat dimungkinkan semua orang bisa pinter atau tidak bodoh.

Tapi coba bandingkan jika kedua calon tersebut ingin membuat rakyat tidak lapar. Gimana caranya? Itu sangat tidak mungkin karena ada saatnya manusia sampai pada titik lapar sehingga dia harus makan. Bukankah orang makan karena lapar? Lha, kalau kedua calon tersebut ingin membuat rakyat tidak lapar, berarti kedua calon tersebut ingin membuat rakyat tidak makan. Gimana? bingung? hehehe…. 😀 sama.

Kalau rakyat juga tidak sakit, kasian donk dokter di Sumatera Utara. Nanti gak laku semuanya. Lha wong rakyatnya saja gak ada yang sakit kok.

Pak…alangkah baiknya kalau buat slogan itu yang masuk akal lah. Janganlah menjadi orang yang kesekian yang berusaha membodohi rakyat untuk memilih Anda.

Mohon maaf pak kalau memang ada kata-kataku yang kurang sopan. Itu karena aku belum dewasa seperti bapak. Aku masih perlu banyak belajar sehingga nantinya aku bisa kayak bapak, bisa nyalonin diri jadi Gubernur atau Wakil Gubernur Jawa Tengah. 🙂