Penghasilan Bapak Cukup Gak?

Ada cerita lucu sekaligus menggelitik, lagi-lagi, dari seorang kawan. Selamat menikmati:

Alkisah, ada seorang calon presiden yang sedang melakukan kampanye. Seperti biasa yang terjadi pada kampanye-kampanye yang pernah ada, sering kali calon presiden itu melakukan survei (blusukan, dalam bahasa jawanya) ke sejumlah pasar.

Setelah sibuk berkeliling, calon presiden itu berhenti pada sebuah toko yang ada dalam pasar tersebut dan melontarkan pertanyaan kepada si pemilik toko.

“Gimana Pak keadaannya?” tanya sang Capres dengan tersenyum manis. 🙂

“Baik Pak.” jawab si pemilik toko sambil malu-malu.

“Biasanya penghasilan bapak sehari-hari brapa?” tanya Sang Capres dengan mimik muka yang sok peduli.

Si pemilik toko itu menjawab, “Ya penghasilan sehari-hari cuman 15 ribu.”

Dengan masih memasang mimik muka sok peduli sang capres kembali bertanya, “Apakah itu cukup untuk menghidupi keluarga bapak?”

“Mau gak mau dicukup-cukupin pak padahal harga barang-barang pokok kian hari kian melambung tinggi.” jawab pemilik toko dengan muka memelas.

“Oh begitu? kalau begitu, untuk menaikkan taraf hidup bapak, alangkah baiknya jika bapak nanti saat pemilu memilih saya. Insya Allah akan kami usahakan kehidupan rakyat-rakyat akan menjadi lebih baik.” Sang capres menanggapi dengan muka yang kini berubah menjadi sok bijaksana.

Tanpa disangka-sangka, si pemilik toko mengajukan beberapa pertanyaan sebelum sang capres beranjak pergi dari tokonya, “Kalau Bapak Penghasilannya sehari brapa? Cukup gak Pak untuk menghidupi keluarga bapak sehari-hari?”

Sang Capres dengan muka kebingungan plus bengong kayak kambing congek terdiam. Sementara sang capres sedang kebingungan, tim sukses dari capres tersebut berusaha mengajak sang capres untuk mewawancarai pedangang lainnya.

————————

Komentarku: Ya pantes ajalah si capres yang kayak kambing congek itu bingung mau jawab apa. Kalau mau jawab gak cukup, berarti dia boong. Kalau jawab cukup, maka sebenarnya lebih. Kalau mau dijawab lebih, kok ya gak nyumbang ke orang-orang miskin.

hahahaha…. 😀