Beranda > Tulisanku > Ahmadiyah dan Pemerintah

Ahmadiyah dan Pemerintah

Gini nih kalau bawaannya males mulu sampai-sampai males mau nulis apa. Sebenarnya saat ini aku males banget nulis. Tetapi seakan-akan ada satu dorongan dari dalam diri, yang memaksaku untuk tetap menulis walaupun nantinya berbentuk tulisan ngawur. Lebih baik nulis ngawur daripada gak nulis, pikirku. Setidaknya ketika kita nulis ngawur di weblog, bisa diluruskan oleh banyak orang. Sedangkan nulis itu sendiri bagian dari lanjutan kerja otak dalam memahami sesuatu. Apa yang kita tulis, itulah yang kita pahami. Kalau gak nulis, maka kita tidak tau apakah pemahaman kita akan sesuatu hal itu benar atau tidak.

Belakangan aku tertarik untuk berdiskusi mengenai Ahmadiyah. Tentunya dengan berdiskusi, aku dipaksa untuk membaca referensi yang terkait dengan Ahmadiyah. Kian hari aku kian larut dalam diskusi mengenai Ahmadiyah, entah itu di dunia maya maupun di sekre HMI.

Dan saat ini aku sedikit tertarik untuk menulis mengenai kontroversi Ahmadiyah yang akhir-akhir ini muncul. Ahmadiyah yang dinilai oleh umat Islam mayoritas sebagai aliran sesat bahkan agama di luar agama Islam, dipaksa untuk membubarkan organisasi mereka. Seruan itu muncul pasca Badan Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat menyatakan Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) sebagai aliran yang menyimpang dari ajaran pokok Islam.


Perbedaan pendapat pun terjadi juga ditengah-tengah masyarakat awam. Ada yang mengamini, “Iya Ahmadiyah itu sesat dan harus bubar atau masuk Islam…!” Ada juga orang awam yang tidak sepakat, “Itu melanggar hak konstitusional orang-orang Ahmadiyah.”

Kedua belah pihak menyampaikan argumen mereka masing-masing. Yang berpendapat Ahmadiyah layak dibubarkan, berargumen bahwa Ahmadiyah itu sesat bahkan di luar Islam dengan membawa artikel yang dimuat di buletin LPPI. Sedangkan pihak yang berpendapat Ahmadiyah tidak layak dibubarkan berargumen dengan logika konstitusional.

Aku tidak ingin terjebak pada pembahasan apakah memang benar Ahmadiyah itu sesat atau tidak, karena pada dasarnya aku juga tidak terlalu sepakat dengan beberapa pemikiran Ahmadiyah. Tetapi bedanya aku dengan orang-orang yang merasa dirinya paling benar sendiri, aku tetap menghormati pemikiran dan keyakinan Ahmadiyah.

Kalau menyinggung orang-orang yang merasa dirinya paling benar sendiri, merasa paling shaleh sendiri, aku jadi teringat dengan kisah iblis ketika membangkang perintah Allah untuk sujud kepada Adam. Iblis berkilah, “Aku lebih baik dari dia.”

Jadi kalau menurutku, orang yang selalu merasa dirinya paling benar sendiri, merasa dirinya paling shaleh, merasa dirinya paling berhak atas surga Tuhan, maka orang itu termasuk golongan iblis.

Kembali ke pembahasan Ahmadiyah. Ahmadiyah yang aku rasa tidak pernah berbuat kerusuhan di masyarakat, dipaksa untuk membubarkan diri. Pembubaran ini disuarakan dengan dalih Ahmadiyah telah keluar dari ajaran pokok Islam.

Kalau kita mencermati fenomena ahmadiyah ini, kita akan mendapati satu kesimpulan bahwa segala hal yang meresahkan agama tertentu itu bisa dituntut untuk membubarkan diri. Segala hal yang dinilai bertentangan dengan ajaran agama tertentu, harus dibasmi.

Bahkan kalau kita mau membuka konstitusi negara ini, di sana ada satu aturan mengenai pelarangan terhadap paham-paham tertentu seperti misalnya Leninisme, Marxisme, dll. Segala macam paham yang itu mengancam konstitusi negara ini, maka kita sebagai warga negara berhak untuk menuntut pembubaran atas paham tersebut.

Jadi ada 2 kesimpulan sebenarnya yang dapat kita tampilkan:

  1. Sekiranya ada suatu kelompok atau paham yang itu bertentangan dengan ajaran agama tertentu, maka kelompok itu dapat dituntut pembubarannya.
  2. Sekiranya suatu kelompok atau paham yang itu bertentangan dengan konstitusi, maka paham atau kelompok itu dapat dituntut pembubarannya.

Point pertama, kelompok atau paham yang bertentangan dengan ajaran agama tertentu. Sebenarnya kesimpulan ini masih rancu. Berangkat dari point nomor satu, muncul pertanyaan yaitu bertentangan dengan ajaran agama menurut pemahaman kelompok mana? Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa Islam itu terdiri dari berbagai macam mazhab. Masing-masing mazhab mengklaim mazhab mereka saja yang benar sedangkan yang lain salah.

Setidaknya aku bisa menyimpulkan bahwa kelompok yang bisa dibubarkan itu kelompok yang bertentangan dengan ajaran agama versi Pemerintah. Jadi kalau Anda itu termasuk dalam kelompok agama yang pemikiran dan keyakinannya berbeda dengan ajaran agama versi pemerintah, maka bersiap-siaplah Anda untuk diprotes bahkan diminta pembubarannya.

Jadi, kebenaran itu ada di pihak pemerintah / penguasa. Siapa yang ingin selamat, bergabunglah dengan penguasa. Jadilah anjing-anjing pemerintah yang senantiasa menjulurkan lidah untuk diberikan makanan dan perlindungan agar Anda tidak dibubarkan.

Sedangkan point kedua berbicara mengenai kelompok atau paham yang bertentangan dengan konsititusi, seperti misalnya Marxisme dan Leninisme yang diklaim pemerintah sebagai paham terlarang karena bertentangan dengan Pancasila.

Dari point kedua tersebut, aku jadi bertanya-tanya, “Mengapa hanya Marxisme dan Leninisme yang dilarang?” Bukankah kelompok-kelompok yang mengusung slogan TEGAKKAN SYARIAH ISLAM, TEGAKKAN KHILAFAH ISLAMIYAH juga mengancam konstitusi negara Indonesia yang berlandaskan Pancasila? Kelompok-kelompok Islam tersebut ingin sekali menegakkan pemerintah Islam dan menggulingkan pemerintah sekuler ala Pancasila. Bukankah ini sebuah ancanam? Mengapa Pemerintah terkesan lembek? Apakah karena pemerintah saat ini sedang memelihara anjing-anjing tersebut? Apakah mungkin pemerintah lupa bahwa anjing yang kita pelihara suatu saat akan menggigit kita bahkan membunuh kita.

Untuk saat ini mungkin pemerintah akan menyingkirkan pihak-pihak yang dianggap mengancam anjing-anjingnya demi kesenangan si anjing. Tetapi mungkin suatu saat, pemerintah akan bunuh oleh anjing-anjing itu.

Kasarkah? Mungkin ini adalah salah satu dari sekian banyak tulisan yang kasar. Mohon maaf, anjing ini hanya sebuah kiasan saja bukan anjing secara wujud.

Kok jadi panjang gini yach?😕

  1. Mei 17, 2008 pukul 1:26 am

    semoga diberikan kepada anda juga. Apalagi saya.

    Silakan baca dan renungkan makna dibalik surat al-Fatihah ayat 6-7 yang berulang kali Anda baca dalam shalat-shalat yang Anda lakukan.

  2. mita
    Mei 17, 2008 pukul 8:53 am

    yang aku tahu, kebenaran hanya milik Allah bukan milik manusia, MUI, pemerintah, masyarakat, dll. ciri2 islam: percaya rukun iman, menjalankan rukun islam. ahmadiyah islam or bukan, bukan hak kita sebagai manusia untuk mengklaim, serahkan semuanya pada Tuhan, aman.
    MGA sebagai nabi or bukan, setiap turunnya nabi akan selalu banyak pertentangan, begitu kata AL-Qur’an Suci.
    buat apa kita mencela akidah orang, memangnya apa yang kita lakukan sudah diridhoi Allah SWT? kunci utama adalah berhati bersih tidak sedikitpun ada kebencian tersirat dihati kita. rangkullah orang2 ahmadiyah dan hormati akidah mereka

  3. yuro
    Mei 25, 2008 pukul 1:50 am

    aslmkm,
    ikut nimbrung yo…….
    saya setuju dengan hidup Pancasila
    negara kita dibangun dari berbagai macam bentuk orang, suku, agama( dari yang punya agama sampai yang tidak beragama atheis) dll
    masalah keyakinan dan beda penafsiran adalah hal yang wajar di dalam sejarah islam itu sendiri sudah ada. dan itu adalah masalah kita dengan tuhan kita (Allah swt)
    coba kita tengok sebentar apakah orang yang ingin membubarakan Ahmadiyah lebih Islam dari orang ahmadiyah itu sendiri?
    mengapa orang yang mengaku Islam tetapi tidak menjalankan Sholat, puasa, zakat dll seusai perintahNya tidak dituduh menodai Islam??????? dan dibiarkan saja…………
    Yang penting Hidup Pancasila
    jangan sekali-kali meninggalkan sejarah
    lihatlah film G30S/PKI jaman orde baru
    di bag akhir ketika PKI sudah dikepung di lubang buaya dlm rapat ada kata2 : “SELAMAT BERJUANG BUNG, DENGAN MUKA YANG BARU”
    be carefull
    wasalam

  4. Ryansyah
    Mei 25, 2008 pukul 5:51 am

    Kalo saya lihat antara yg anti Ahmadiyah (JAI) dan pengikut ahmadiyah, mereka sama-sama percaya, nanti di akhir zaman ada nabi lagi , yaitu Almasih atau Imam Mahdi atau nabi Isa as. Hanya Ahmadiyah yakin sudah turun sedang yang anti JAI belum, gitu aja kok ribut ?

    Cuma memang yang anti JAI itu berkeyakinan, yang akan turun itu Nabi Isa yang dulu, karena menurut mereka Nabi isa as. itu masih hidup dan ada di langit. Jadi gak ada Nabi lagi setelah Nabi Muhammad saw. Karena yang nanti turun itu bukan Nabi baru, tetapi Nabi Isa as yang dulu. gituuu …….

    Tapi jika saya lihat di Alquran , surah Al-Anbiya ayat 34, yang artinya :
    “Dan Kami tidak pernah menjadikan seorang manusia sebelum engkau hidup kekal. Maka jika engkau mati, apakah mereka akan hidup kekal ? ”
    Dari ayat ini, jelas sekali bahwa tidak ada nabi sebelum Nabi Muhammad yang masih hidup ….. iya khan …….

    jadi …. Imam mahdi atau Nabi Isa atau Almasih itu orang baru …..berpangkat Nabi dan tugas nya sama seperti Nabi Isa as. yaitu menegakkan ajaran Nabi sebelumnya ……

    gitu aja kok pusing …… maaf saya bukan ustad atau Dai , jadi kalo ada kata yang salah mohon maaf

    Ryans

  5. Mei 26, 2008 pukul 6:49 am

    bagi Saya mending lebih milih objektif kognitif, objektif efektif dan objektif psikomotorik masalah Ahmadiyah. Ahmadiyah ngaku MGA sbg nabi ? Why not ? apakah langsung kita ikut-ikutan latah kaaafffffirrrrrrrrrrrrrrr….!!!!!!!, Sesaaaaaaaaaaaat!!!! naifnya kita, punya otak logika tapi jarang digunakan, harusnya kita uji dgn Al-Qur’an dan AlHadits, Logikanya setelah diskusi dgn orang2 Ahmadiyah….. Imam Mahdi akan datang ini semua orang Islam sebagian besar setuju, lantas siapa ? apakah lewat PEMILU atau dipilih oleh DEPAG atau MUI,FPI<MMI atau HTI….Semua akur ALLAH…lha kalo itu setuju….biar Allah urusannya, kalau tidak,…. celaka kita mengurusi bukan urusan kita tapi urusan Allah…Surah Al-Anbia Allah yang akan mengutus Nabi dan Rasul, misalnya MGAnya Ahmadiyah kita vonis sesat dan palsu …eee…ternyata itu betul-betul dari Allah , celakalah kita……..kalau memang semua orang ngaku nabi bisa…tapi nanti dulu di surah Al-Haqoh siapa saja yang mendustakan atas namaku Allah yang akan menarik urat lehernya, ngeri..khan ! serahkan saja yang buat SK yaitu ALLAH Subhana Wata’ala bereskhan………..!!!!

  6. Andi Mapalaga
    Juni 11, 2008 pukul 7:32 pm

    akur bang jerry, syusyah memang kalo buicaranyua pake dengkul, alias gak pake otak…… hehehehehehe.

  7. bluduk
    Juni 16, 2008 pukul 4:21 pm

    ko tu org sok pintar tpi dongok bego goblok.

    tanpa ko sadari ko mrupakan iblis yang ko maksud.

    ko tu ahmadiyah kan ,,,????

    di akhir jaman akan banyak muncl pendusta besar jika ko slah melangkah alngkah mlangnya nsibmu.

    ingant tiada tuhan selain ALLAH
    Muhammad utusan ALLAH + penutup dari para nabi. yg sleeeeeeeeeeeeeeebiehnya adlah nebi palsu atau Pendusta Besar.

  8. Juni 17, 2008 pukul 10:37 am

    Terima kasih karena sudah mengatakan saya ini dongok, bego, dan goblok. Jarang-jarang saya dikatain seperti itu.

    Ya sekali-kali ndak papa lah katain.

    “Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus, bukan jalan mereka yang sesat dan Kau murkai”

  9. atyatussalam
    Juni 21, 2008 pukul 5:06 am

    eh bluduk!!low mikir pake dengkul yeeee.!

  10. arini_nnisa
    Juni 21, 2008 pukul 5:35 am

    ngapain sih pusing pusing! loe pade sholat istiharoh aje!!kan smwa tw islam ntu gak akan bisa disatuin, coz Rasullah S.A.W berabda : Islam akan terpecah belah menjadi 74 Golongan, sudah pade pecah mana bisa diSatuin???!!!
    Perbedaan itu adalah Rahmat kan ada hadisnya!! jangan saling menghujat cobalah!!bisa saling menerima perbedaan.Biarrrrrrrrrrrrrrr Indonesia Tuch Rukun!
    gak gontokkan!! klo gw seh percaya ne Politik !! Untuk mengganti Negara Pancasila dengan Negara Islam..
    Untuk habib-habib jangan memaksakan kehendak!!
    Emangnya pejuang Indonesia tempo duloe Orang Yang Beragama Islam aje!!????
    Jangan memaksa kehendak melalui tangan Negara.
    Pancasila Yes….!!
    Islam Radikal No!!
    Ingat loe!! SADAR DIRI BUKAN BERARTI MENANG SENDIRI
    !!

  11. Juni 21, 2008 pukul 4:01 pm

    Sepanjang yang saya ketahui Islam akan terpecah menjadi 73 golongan, bukan 74 golongan.

    Semoga ketika kita menyuarakan sesuatu yang kita anggap sebagai sebuah kebenaran, kita menyampaikannya dengan cara yang benar juga.

  12. life!
    Juli 3, 2008 pukul 6:42 am

    nah ini ada beberapa pertanyaan yang mudah-mudahan gw bisa dapet jawabanya dari forum ini..
    Kita selain ahmadiyah percaya, kalo nabi Isa itu belum turun, dan yang bakal turun nanti nabi Isa yang katanya hidup dijaman sebelum rasulullah kan?berarti nabi Isa sudah hidup lebih kurang 2000 tahun yang lalu? gimana manusia bisa hidup selama itu yak?
    jawabannya cuma atu, karena Allah menghendaki…(dan ga ada penjelasan lainnya) walaupun logika ga menyetujui ini harus diterima..(klo ngga nanti kita bisa dibilang sesat)

    tapi yang bikin bingung sekarang, kita sudah menghadapi perang dunia 1 dan perang dunia 2, yang katanya adalah perang terburuk sepanjang sejarah peradaban manusia, dan jumlah korbannya katanya neh, kalo digabung jumlah korban semua perang manusia dari zaman adam samper sekarang tetep aja lebih banyak perang dunia ke 2..banyak banget kemuduran dalam agama(terutama islam) yang terjadi diperadaban manusia..manusia makin asing sama Tuhan..
    Dan yang paling menyedihkan, ketika berbicara tentang negara islam/dunia islam, kita bicara tentang kemiskinan, kebodohan, perilaku sewenang-wenang pemimpinnya, poligami, pelecehan sexual,penyiksaan pembantu TKW lah..dan banyak lgi deh yang laen
    Dunia yang maju adalah dunia yang jauh dari tuhan, negeri-negeri dimana kehidupan lebih baik, peradaban lebih maju adalah negeri-negeri sekuler yang jauh dari Tuhan…
    dengan semua kondisi ini, kenapa nabi Isa yang masih hidup dilangit itu belum turun yah?
    sementara umat yang masih percaya sama tuhan masih menantikannya, da masih berharap dia akan turun dari langit…

  13. islamiccommonroom
    Juli 3, 2008 pukul 7:43 am

    Dan entah kenapa, jawaban yang terlintas cuma jawaban nyeleneh :
    1. Nabi isa as sudah terlalu tua (2000 tahun bro…) jadi mungkin aja udah terlalu pikun dan ga tau lagi kalau dia harus turun lagi kebumi, dan udah ga kuat juga body-nya untuk turun lagi…atau mungkin saja beliau sudah keburu Wafat di atas sana..

    2. Nabi Isa as keenakan diatas sana..jadi udah males untuk turun lagi..dan jangan-jangan udah keburu jadi tuhan lagi…

    entahlah…

  14. Juli 4, 2008 pukul 7:50 am

    Permasalahan Ahmadiyah terletak pada masalah kedatangan Nabi Isa Almasih diakhir zaman…Ahmadiyah meyakini bahwa Mirza ghulam Ahmad Adalah nabi Isa yang dijanjikan akan turun diAkhir Zaman itu…sementara kaum muslim pada umumnya meyakini nabi Isa yang dijanjikan akan turun diakhir zaman itu masih hidup dilangit..

    Permasalahan kepercayaan seorang Nabi hidup dilangit ini ternyata juga pernah terjadi pada zaman dahulu..
    Umat Yahudi menolak kedatangan Nabi Isa as 2000 tahun yang lalu..selain itu mereka juga menolak kenabian Nabi Yahya as…ini bukannya tanpa alasan..
    Menurut Nubuwatan yang mereka percaya, Almasih atau mesiah atau juga Mesias yang dijanjikan akan datang ditengah-tengah mereka setelah Elia (nabi Ilyas as) turun untuk membukakan jalan bagi sang Almasih ini..Umat Yahudi meyakini kalau Elia (Nabi Ilyas as) tersebut terangkat kelangit bersama kereta perangnya, dan masih hidup dilangit menunggu kedatangan Almasih..
    Nabi Isa as ditanya oleh para pemuka yahudi, jika ia adalah almasih yang dijanjikan itu lalu mana Elia? nabi isa as mengatakan Kalau Yohanes pembaptis (nabi yahya as)-lah Elia yang dimaksud oleh Nubuwatan tersebut..ketika pemuka yahudi tersebut bertanya pada nabi yahya, apakah ia adalah nabi Ilyas yang turun dari langit, nabi yahya mengatakan tidak, nabi Ilyas tersebut sudah lama berlalu…
    Pertanyaan terbesarnya adalah pakah mungkin kita mengikuti kesalahan orang-orang yahudi?
    karena rasulullah memperingatkan, sesungghnya umatku akan mengikuti umat-umat yahudi dan nasrani, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta…
    diskusi di http://islamiccommonroom.wordpress.com/2008/06/11/dan-sejarah-itu-pun-berulang/ yuk…

  15. taenk
    Desember 12, 2008 pukul 7:27 pm

    halo salam kenal,
    saya setuju dengan comment mba mita..
    saya juga ingin menambahkan comment dari Irenaeus Ahmad..
    SESAT ato Tidak SESAT hanya ALLAH SWT yg menetukan.
    ISLAM ato Bukan ISLAM hanya ALLAH SWT yg menentukan.
    saya mendukung kerukunan antar umat beragama.
    menurut saya, ahmadiyah menjalankan rukun islam dan rukun iman. kitabnya Al Qur’an, Pergi Haji Ke Mekah, bayar zakat, dsb.
    mengenai masalah khataman nabiyin yg di persoalkan adalah kata khatam bukan ? sebagian orang berpendapat khatam itu adl penutup/akhir.
    berarti klo saya khatam Al Qur’an sy tdk boleh membaca lagi donk klo di artikan sebagai penutup/akhir ?
    Ali bin abu thalib di sebut oleh rasulullah sebagai Khatamun aulia, tp knp masih ada wali songo yah ?
    Masjidil aqso di sebut sebagai khatamman masjidil, tp kok boleh mendirikan masjid lagi sih ?
    bahasa arab itu maknanya luas dan tidak bisa di telan mentah2 begitu saja.
    Khatamman itu adl jamak dalam bahasa arab yg artinya adl “KEMULIAAN”
    khatamman nabiyyin adl nabi yg paling mulia dari seluruh nabi.
    begitupun dengan khatammun aulia dan khatamman masjidil
    ** kata2 saya diatas adl untuk orang yg berfikiran jernih dan intelektual.
    tolong agar bisa difahami mksd yg tersirat.

  16. Desember 12, 2008 pukul 7:35 pm

    waduh karena saya bukan seorang intelektual, jadi tulisan itu tidak ditujukan untuk saya donk?

  17. geri
    Desember 13, 2008 pukul 6:06 pm

    sebenernya kalian tau ga nabi Mirza Ghulam Ahmad itu telah wafat? dan sekarang Jemaat Ahmadiyah dipimpin oleh Khalifah ke-5? Jumlah pengikut jemaat ahmadiyah di seluruh dunia sekitar 200 juta orang?
    kenapa ALLAH membiarkan orang yang mengaku nabi kalo emang sesat?
    kenapa ajarannya semakin berkembang?
    mengaku jadi seorang nabi itu bukan perkara kecil, kalo palsu, ALLAH pun akan murka dan ga mungkin ajarannya berkembang.
    ada ga dalam sejarah, orang yang mengaku nabi tapi padahal palsu, terus ajarannya berkembang ke seluruh dunia?

  18. Desember 13, 2008 pukul 6:30 pm

    Oh gitu yach. Jadi kalau aku saat ini mengaku sebagai Nabi kemudian pengikutku ini eksis beratus-ratus tahun itu menandakan bahwa aku ini memang berada pada kebenaran?

    Kalau itu logika yang Anda bangun, bukankah Iblis hidup ratusan tahun? bukankah iblis masih eksis sampai sekarang dari mulai awal penciptaan Adam?

  19. Ryansyah
    April 26, 2009 pukul 4:51 am

    Aku sih 100% yakin ama Alquran, ama firman Tuhan, sunnah kemudian hadish, silakan ngaku nabi, tapi ingat resikonya, jika bukan nabi beneran, cuma ngaku2 aja, jangankan hitungan tahun hitungan minggu juga Allah.swt akan merejam urat lehernya dengan tangan NYA sendiri.
    itu yang aku baca di Alquran. Silakan pake akal jangan pakai nafsu.

Comment pages
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: