Pagi hari saat terbangun dari tidur, seperti biasa, ku buka Laptop kesayangan. Mencoba menjelajah dunia maya yang begitu luas dengan menggunakan laptop butut warisan sang ayah.

Iseng jalan-jalan ke beberapa weblog, aku menemukan satu tulisan yang menarik perhatianku. Tulisan yang dibuat oleh kawan Ghania Rasyid di weblognya.

Beliau menulis tentang Syi’ah. Dari tulisannya, terlihat jelas ketakutan yang saat ini tengah dia alami. Ketakutan akan menyebarnya virus-virus Syi’ah di dunia maya. Syi’ah yang dahulu tidak begitu terkenal di dunia maya, sekarang hampir disetiap sudut dunia maya (emang ada sudutnya) ada orang Syi’ah yang membuat weblog.

Aku coba iseng untuk berkomentar disana. Tetapi hasilnya, beberapa komentarku di hapus. Bahkan namaku (ressay) diganti menjadi “saudara B”. Satu sikap yang tidak patut dilakukan oleh seseorang yang ngakunya pernah aktif di Lembaga Dakwah Kampus.

Yang sangat disayangkan dari tulisannya tersebut ialah tidak adanya referensi yang dia cantumkan. Biasa, orang yang gak punya ilmu tetapi menulis seolah-olah dia punya ilmu memang akan bersikap seperti itu. Membeo kepada ulama yang dia bertaqlid kepadanya. Taqlid buta yang memang membutakan mata dan hati.

Kepada para blogger yang telah membaca tulisan tersebut dan telah membaca tulisan ini, silakan kunjungi www.jakfari.wordpress.com sebagai bentuk perbandingan. Gak usah takut, kalau memang keyakinan Anda selama ini benar, seharusnya Anda tidak usah takut untuk berkunjung ke www.jakfari.wordpress.com