Beranda > Tanggapan > Muslim Pengecut (Tanggapan Untuk Ustadz Ghania Rasyid di Weblognya)

Muslim Pengecut (Tanggapan Untuk Ustadz Ghania Rasyid di Weblognya)

Pagi hari saat terbangun dari tidur, seperti biasa, ku buka Laptop kesayangan. Mencoba menjelajah dunia maya yang begitu luas dengan menggunakan laptop butut warisan sang ayah.

Iseng jalan-jalan ke beberapa weblog, aku menemukan satu tulisan yang menarik perhatianku. Tulisan yang dibuat oleh kawan Ghania Rasyid di weblognya.

Beliau menulis tentang Syi’ah. Dari tulisannya, terlihat jelas ketakutan yang saat ini tengah dia alami. Ketakutan akan menyebarnya virus-virus Syi’ah di dunia maya. Syi’ah yang dahulu tidak begitu terkenal di dunia maya, sekarang hampir disetiap sudut dunia maya (emang ada sudutnya) ada orang Syi’ah yang membuat weblog.

Aku coba iseng untuk berkomentar disana. Tetapi hasilnya, beberapa komentarku di hapus. Bahkan namaku (ressay) diganti menjadi “saudara B”. Satu sikap yang tidak patut dilakukan oleh seseorang yang ngakunya pernah aktif di Lembaga Dakwah Kampus.

Yang sangat disayangkan dari tulisannya tersebut ialah tidak adanya referensi yang dia cantumkan. Biasa, orang yang gak punya ilmu tetapi menulis seolah-olah dia punya ilmu memang akan bersikap seperti itu. Membeo kepada ulama yang dia bertaqlid kepadanya. Taqlid buta yang memang membutakan mata dan hati.

Kepada para blogger yang telah membaca tulisan tersebut dan telah membaca tulisan ini, silakan kunjungi www.jakfari.wordpress.com sebagai bentuk perbandingan. Gak usah takut, kalau memang keyakinan Anda selama ini benar, seharusnya Anda tidak usah takut untuk berkunjung ke www.jakfari.wordpress.com

Kategori:Tanggapan Tag:
  1. Mei 6, 2008 pukul 6:03 pm

    Betul, kita sama-sama belajar lagi.

  2. suciptoardi
    Mei 7, 2008 pukul 2:19 am

    bgitu aja kok repot..

  3. Mei 7, 2008 pukul 2:33 am

    ^_^

  4. titikagus
    Mei 7, 2008 pukul 2:43 am

    Sy respect dg kprihatinannya..tp maaf mas sy krg stuju dg cr mengungkapkannya..trs krg elegan..

  5. Mei 7, 2008 pukul 3:48 am

    @ Yasser

    makasih atas tampilanya

    @ Amin S

    sebenarnya simple, ini karena anda menyertakan lebih dari 2 tautan dalam satu posting komentar, dan secara otomatis akan dianggap spam oleh Akismet

    lain kali kalau mau menyertakan link lebih dari dua (2) harus melakukan beberapa kali postingan.

    ntar saia cek span saia🙂

  6. Mei 7, 2008 pukul 4:28 am

    @titikagus
    lalu yang bagus dan elegan cara mengungkapkannya seperti apa?

    @RETORIKA
    Ok, cukup sekian pembahasan mengenai komentar Amin S di Retorika.

  7. ckasih
    Mei 7, 2008 pukul 5:39 am


    shocked: MALAYSIA MAKE NEW RULES FOR CHRISTIANS!!

    EVERY CHRISTIANS MUST SAY “ALLAH” RATHER THAN “GOD” & DONT SAY “TRINITY” ANYMORE..
    This is because English language not suitable anymore because the original Bible is in Arabic.

    The full story is here: ckasih.blogspot.com

  8. hilda alexander
    Mei 7, 2008 pukul 2:00 pm

    @Saudara A dan Saudara B
    Anda diminta untuk meluruskan aqidah dulu sebelum posting komen di blognya Ghaniyyu… xixixixixixixi🙂

  9. Mei 7, 2008 pukul 3:16 pm

    @ressay2
    anda itu lucuuuuuuuuu. jangan2 komentar saya ini juga dihapus. wah kalau gitu apa bedanya ama yang dilakukan ustad diatas.
    @hilda
    anda itu gimana sih, tg diluruskan aqidah yang mana, masak ada, saat mau koment mesti merenung, lalu kalau dapat ilham baru nulis koment. anda lucccuuuuuuuu. sapa sih anda manusia atau bukan ,,,jangan2 suster ngesoooooooot.

    hiiiiiiiiiiiiiiiiiiii………..hi………kabuuuuuuuuuuur.

  10. hilda alexander
    Mei 7, 2008 pukul 3:24 pm

    @sunny2008
    kuliahnya di mana dek? capeeeeee deeeeh

  11. Mei 7, 2008 pukul 3:53 pm

    @sunny
    Terima kasih. Baru Anda orang yang mengatakan saya lucu. Semoga itu bukan suatu bentuk keanehan. Jadi misalnya, Semua orang mengatakan jeruk itu enak. Tetapi ada satu orang yang tiba-tiba mengatakan jeruk itu gak enak, pahit. Biasanya semua orang itu akan menganggap orang yang mengatakan jeruk itu gak enak dan pahit sebagai orang aneh. Ini sebuah penilaian Subyektif dominan atau yang biasa orang sebut sebagai penilaian obyektif.

    Semoga Anda tidak pusing.

  12. Mei 16, 2008 pukul 3:19 am

    ke objektifan itu sebenarnya subjektif yang dimenangkan aja loh… gue sepakat banget dech!
    kalo mo ngomongin masalah benar ato salah itu mesti jelas kawan, pasti salah satu nya aja.
    namun kalo ngomongin masalah nilai…wah kalo ini mah relatif kali, semua orang bisa benar menurut pengetahuannya masing-masing sampai ada perbandingan terhadapnya.
    nah syi’ah vs sunni ini mo ngomongin yang manah nya..???? jadi bingung nich awak.
    jujur aja sejak saya terdampar ke dunia ini tidak pernah dibekali lebel itu ama Tuhan. so menurut saya jangan-jangan ini mah cuman ulah komunitas(masyarakat) awal aja (sebelum saya) untuk sekedar sedikit menentukan identitas seorang bayi (oa..oa..oa..) yang hadir ditengah komunitasnya. BTW sunni dan syi’ah itu juga apa? gue jadi bingung???? trus kalo hmi (saya juga kader) itu yang mana, salah satunya ato jadi yang ketiga …he…he…~_~

  13. Mei 16, 2008 pukul 8:01 am

    @Andri Irawan
    Benar atau salah dalam pandangan manusia memang menurutku itu sangat relatif dan parsial. Karena kita ini makhluk yang parsial. COba saja kita meminta semua orang di dunia ini untuk mendefinisikan nasi, pasti akan memberikan definisi yang saling berbeda satu dengan yang lainnya.

    Maka, sesuatu yang mutlak sajalah yang mengetahui kebenaran mutlak.

    Jadi kalau kata orang-orang sufi, yang mengetahui seseorang itu termasuk wali atau bukan adalah seorang wali juga.

  14. Firman
    Mei 17, 2008 pukul 10:19 am

    Mas Ressay, saya mau nanya satu hal, anda sebagai seorang muslim apakah seutuju dengan ajaran yang terdapat dalam syi’ah rafidhoh?

    Saya hanya mau menyampaikan salah satu hadist nabi yang intinya menjelaskan bahwa Rasulullah SAW melaknat siapapun yang mencela para sahabat Nabi Muhammad SAW (semua sahabat termasuk Abu bakar, Umar, Usman, dan Ali, Dan para sahabat lainnya). Jadi apapun ideologinya (baik itu syi’ah, sunni, dll) kalau dalam ideologinya mencela dan menjelek-jelekkan para sahabat Rasulullah SAW, maka ideologi tersebut perlu dikritisi dan diluruskan.

    Jika anda pengikut Nabi Muhammad SAW, maka anda harus taat pada hadistnya. Sebagai seorang muslim kita harus meluruskan kemungkaran yang terjadi dengan segala kemampuan, yaitu dengan tangan , atau lisan, jika tidak mampu jg maka cukup diingkari dalam hati, sedangkan cara yang terakhir tersebut (dengan hati) adalah menunjukkan selemah-lemahnya iman.

    Syukron, wassalamu’alaikum WR WB

  15. Mei 17, 2008 pukul 3:39 pm

    Assalamu’alaikum wr.wb
    Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Aali Muhammad.

    Kalau pingin mendebat syi’ah, silakan di http://www.jakfari.wordpress.com. Insya Allah akan ditanggapi dengan ilmiah. Kalau disini mah Anda hanya akan mendapatkan tanggapan yang tidak ilmiah dari seorang anak kecil.

    Saya hanya berpesan, pelajari lagi sejarah Islam secara kritis, bukan hanya taqlid buta. Insya Allah akan Anda temukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan Anda.

    wassalam.

Comment pages
  1. Mei 7, 2008 pukul 4:31 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: