Sebenarnya aku ingin sekali tidak ber-argumentun Ad Hominem lagi. Tetapi lagi-lagi aku terpaksa melakukannya demi membela diri atas pembunuhan karakter yang dilakukan oleh Ustadz Ghania Rasyid.

Tanpa sengaja aku temukan komentar dari Ustadz Ghani Rasyid di guestbook weblognya oRiDo. Dia mengatakan bahwa Ressay itu ternyata Syi’ah. Baru tau kalau HMI itu Syi’ah. Itu kata beliau di guestbook tersebut.

Kalau boleh saya menafsirkan komentar beliau tersebut, sebenarnya ada satu premis lagi yang mungkin belum beliau sebutkan.

Nampaknya Ustadz Ghani Rasyid ini berusaha untuk berlogika. Beliau sebenarnya menampilkan 2 buah premis. Yang pertama ialah Ressay itu Syi’ah (walaupun harus disepakati dulu definisi Syi’ah itu apa). Premis yang kedua, Ressay itu HMI. Lalu beliau menyimpulkan bahwa HMI itu Syi’ah.

Silakan bagi Anda yang sudah mempelajari logika secara mendalam untuk menganalisa komentar dari Ustadz kita yang satu ini.

Menurutku, kesimpulan yang beliau ambil itu salah. Mencoba mengikuti logikanya Ustadz Ghani Rasyid,

Premis I : Ghani Rasyid itu Salafy

Premis II: Ghani Rasyid itu kuliah di ITS.

Kesimpulan: ITS itu Salafy.

Setelah mendiskreditkan Syi’ah dengan tidak ilmiah di weblognya, beliau juga membunuh karakterku di beberapa weblog yang beliau kunjungi dengan menggunakan logika yang salah.

Saran saya kepada Ustadz Ghani Rasyid, “Sudahlah tidak usah menguras energi Anda untuk membunuh karakter saya, karena itu sebenarnya hanya akan membawa pada pembunuhan karakter Anda.”

————

FYI: Beliau sudah menutup komentar pada tulisannya.

Beliau menulis, “Saya tutup komen-komen lain sampai disini, mohon maaf. Mutasyakkir katsiran.”