Ayatollah Mohammad Ali Taskhiri seperti dilaporkan Kantor Hubungan Masyarakat Majlis Umum Forum Dunia Pendekatan Antar Madzhab Islam kepada wartawan mengatakan, berkat bimbingan Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam yang menyerukan penyusunan piagam persatuan Islam dan pelaksanaan strategi untuk mewujudkan persatuan dunia Islam. Forum Dunia Pendekatan Antar Madzhab mengemban tugas untuk mewujudkan seruan tersebut.

Ayatollah Taskhiri menambahkan, pertama-tama digelar rangkaian pertemuan ilmiah dan riset tentang imbauan Rahbar itu lalu pada tahap berikutnya disusun draf piagam yang sampai kini telah ditandatangani oleh lebih dari dua ribu ulama dan cendekiawan muslim dari berbagai negara. Setelah ditinjau ulang dan dibicarakan kembali pada konferensi internasional persatuan Islam ke 21, piagam ini akan disahkan dan akan menjadi agenda kerja paling berharga dalam menghadapi perbedaan madzhab. Piagam ini diharapkan dapat mencegah terjadinya perpecahan di antara para pengikut madzhab-madzhab Islam.

Sekjen Forum Dunia Pendekatan Antar Madzhab Islam menjelaskan tujuan penyelenggaraan konferensi ini yang tak lain adalah memupuk persatuan dan solidaritas dunia Islam serta mendekatkan pemikiran para ulama dan cendekiawan muslim, seraya mengatakan, tujuan-tujuan itu dapat mendekatkan pandangan ilmiah dan budaya mereka di bidang fiqh, ushul, teologi, dan tafsir Al-Qur’an serta menciptakan peluang bagi pembahasan tentang kesulitan yang dihadapi umat Islam untuk kemudian mencarikan solusi bagi mengatasinya.

Ayatollah Taskhiri mengungkapkan, pembahasan tentang taqrib atau pendekatan, aqidah, fiqh, kebudayaan, upaya menepikan faktor-faktor penghalang taqrib dan persatuan seperti masalah takfir (pengkafiran), juga masalah koordinasi tabligh Islam untuk memperluas budaya persatuan dan menangkal propaganda musuh, semua itu akan menjadi topik bahasan pada konferensi persatuan Islam ke 21 di Tehran.

Dijelaskannya bahwa piagam persatuaan Islam yang menjadi topik utama konferensi meliputi persamaan-persamaan yang ada diantara umat Islam. “Dengan pasti dapat kita katakan bahwa madzhab-madzhab Islam memiliki persamaan pandangan dalam 90 persen masalah. Sayangnya banyak yang melupakan 90 persamaan ini dan memfokuskan pandangan pada 10 persen perbedaan yang ada di antara mereka,” terangnya.

Kembali ke masalah konferensi, Ayatollah Taskhiri mengatakan, “Lebih dari 100 makalah telah diterima oleh sekretariat panitia konferensi persatuan. 70 makalah diantaranya lolos seleksi dewan ilmiah. Mengingat peringatan 60 tahun pendudukan Palestina oleh kaum zionis, konferensi ini juga akan mengadakan acara malam khusus untuk Palestina. Akan diadakan pula seminar dengan menghadirkan anggota Dewan Tinggi Forum Dunia Pendekatan Antar Madzhab Islam dan Dewan Pimpinan Forum.”

Ayatollah Taskhiri menyinggung pula kekhawatiran Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Ayatollah al-Udzma Khamenei terhadap aksi pembantaian umat Islam yang terjadi Pakistan. “Para pengurus Forum Dunia Pendekatan Antar Madzhab Islam selain menggelar berbagai seminar dengan topik pendekatan antar madzhab di Pakistan, baru-baru juga telah berkunjung ke Pakistan. Dalam kunjungan ini masalah persatuan Islam dan pencegahan fitnah perpecahan telah dibicarakan dengan para ulama di negara itu.”[im/mt] Majma Taghrib

Sumber: Islam Muhammadi