Beranda > Tanggapan, Tulisan Orang > Krisis Lebanon Antara Perlawanan dan Rencana Amerika, Bukan Syiah-Sunni

Krisis Lebanon Antara Perlawanan dan Rencana Amerika, Bukan Syiah-Sunni

Tulisan ini aku tampilkan guna menjawab postingan yang sangat mencoreng wajah umat Islam di weblog sebelah. Mencoreng wajah umat Islam karena weblog tersebut telah termakan propaganda yang disebarkan oleh Amerika dan media-media Indonesia yang meraup keuntungan dari berita yang dipotong substansi sebenarnya, sehingga bersikap seperti layaknya orang jahil.

Bagi orang jahil seperti itu, aku hanya bisa menyampaikan, “Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pelimpah kasih itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan ’salam’.” (QS. 25:63)

Krisis terbaru Lebanon sejatinya terjadi setelah unjuk rasa nasional kaum buruh yang diprakarsai oleh Serikat Buruh Lebanon. Demonstrasi itu menuntut penaikan gaji dan perhatian pemerintah yang lebih terhadap nasib kaum buruh serta menurunkan harga-harga makanan yang cenderung naik. Unjuk rasa itu sangat beralasan, karena setelah perang 33 hari tahun 2006 antara Hizbullah Lebanon dengan Rezim Zionis Israel yang berakhir dengan kekalahan memalukan Israel, kabinet Fouad Siniora kehilangan legitimasinya setelah keluarnya beberapa menteri dari kalangan Syiah. Mereka keluar setelah memiliki bukti-bukti pemerintah membantu Israel dalam perang 33 hari.

Krisis Lebanon semakin menjadi-jadi setelah bulan November tahun lalu Emil Lahoud meletakkan jabatannya sebagai presiden. Proses pemilihan presiden baru Lebanon mengalami kegagalan hingga 19 kali. Masalahnya kembali pada pembangkangan kelompok pemerintah yang disebut 14 Maret untuk melakukan pemilihan sesuai dengan Undang Undang Dasar Lebanon. Karena pemilu presiden Lebanon yang dipilih parlemen ditetapkan harus berdasarkan mufakat atau dua pertiga dari jumlah anggota parlemen. Kelompok 14 Maret adalah kelompok pertama di Beirut yang ingin memaksakan kehendaknya melangkahi aturan dalam UUD Lebanon. Di sini semakin jelas, bahwa istilah yang dipropagandakan oleh Amerika dengan menyebut kubu oposisi sebagai pro-Suriah tidak benar. Sayangnya, media-media Indonesia mengamini istilah itu tanpa melihat kenyataan yang sebenarnya terjadi di sana.

Coba cermati pengaruh media Barat! Kubu oposisi yang menuntut pelaksanaan pemilu presiden sesuai UUD dituduh pro-Suriah. Sementara kubu 14 Maret yang lebih tepat disebut pro-Amerika didukung oleh negara-negara Barat, padahal nyata-nyata melanggar UUD.

Kondisi ini terus berlanjut hingga unjuk rasa kaum buruh yang tidak punya motivasi politik, tapi dituduh oleh pemerintah digerakkan oleh kalangan oposisi. Pemerintah kemudian menindak unjuk rasa tersebut dengan kekerasan dan konflik semakin memuncak. Semua itu ditambah dengan pernyataan pemerintah bahwa sistem komunikasi Hizbullah tidak sah dan mencopot jabatan Brigjen Wafiq Sheir, kepala keamanan bandara Beirut. Keesokan harinya direaksi secara keras oleh Sekjen Hizbullah dengan menyebut bahwa sistem komunikasi Hizbullah merupakan bagian dari senjata Hizbullah dalam melawan Rezim Zionis Israel. Dengan tegas Sayyid Hasan Nasrullah menyatakan, “Barang Siapa yang coba-coba menggugat sistem komunikasi Hizbullah berarti menyatakan perang dan Hizbullah akan memutuskan tangan orang-orang tersebut.”

Dalam konferensi persnya yang disiarkan lewat video link, Sayyid Hasan Nasrullah menjelaskan urgensi sistem komunikasinya baik di tahun 2000 ketika berhasil mengusir Israel dari Lebanon Selatan, gencatan senjata setelah tragedi Qana di mana hal itu harus disosialisasikan kepada seluruh anggota Hizbullah dan banyak para pejuang Hizbullah yang syahid akibat mempergunakan telepon seluler. Sayyid Hasan Nasrullah juga menegaskan bahwa sistem komunikasi ini telah ada sejak tahun 2000 dan tidak untuk komersial, lalu mengapa baru dipermasalahkan sekarang. Sekjen Hizbullah juga menjawab isu yang menyebutkan bahwa sistem ini dipakai untuk memata-matai pemerintah mengatakan bahwa hal itu tidak mungkin dan Hizbullah siap untuk dilakukan investigasi terkait masalah ini.

Ironisnya, Kantor Berita Indonesia, Antara pada hari Jumat (9/5) secara sepihak hanya menukil ancaman Sayyid Hasan Nasrullah kepada pemerintah bila berani mengincar senjata Hizbullah. Padahal Sayyid Hasan Nasrullah menjelaskan bahwa dalam masalah ini, Hizbullah punya dua tangan; yang pertama akan bersikap tegas bila pemerintah tetap memaksakan keinginannya dan tangan yang kedua adalan dialog. Hizbullah sebagaimana ditekankan Sayyid Hasan Nasrullah siap untuk berdialog dengan pemerintah dalam hal apa saja.

Dengan memotong bagian lain dari ucapan Sayyid Hasan Nasrullah, media-media Indonesia dan tentunya Barat ingin mencitrakan bahwa Hizbullah yang memulai perang. Padahal, pemerintah pro-Amerika yang tidak memiliki legitimasi lagi itulah yang memulai perang.

Hal yang sangat menarik lagi dalam konferensi pers itu, Sayyid Hasan Nasrullah sejak awal mengingatkan bahwa opini dunia dan Arab tidak boleh tertipu. Karena selalu saja ada yang menakut-nakuti akan munculnya fitnah konflik antar mazhab. Sayyid Hasan Nasrullah mengatakan, “Saya tidak takut dengan fitnah Sunni-Syiah, karena masalah ini sudah selesai dan tidak boleh ada satu orang pun yang mempergunakan isu ini dalam masalah kali ini. Hari ini ada kekuatan nasional dan perlawanan yang sedang melawan rencana Amerika di Lebanon. Siapa saja boleh memilih akan memihak yang mana.”

Ketika ditanya oleh koran Al-Safir Lebanon mengenai peran Arab Saudi dalam kondisi saat ini, Sayyid Hasan Nasrullah menjawab, “Saya mengingatkan agar saudara-saudara kami di Arab Saudi untuk tidak mengulangi kesalahan mereka di perang tahun 2006. Jangan sampai Arab Saudi memihak salah satu pihak di Lebanon dan tunjukkan bahwa mereka merasa penting terwujudnya kestabilan keamanan di Lebanon.”

Namun masalah fitnah mazhab ini kemudian digembar-gemborkan oleh televisi Al-Arabiya bahwa perang yang terjadi di Lebanon adalah konflik mazhab antara Syiah dan Sunni. Tidak cukup itu, salah satu mufti Arab Saudi, Abdul Aziz bin Abdullah Al Al-Sheikh, sebagaimana dinukil oleh situs Al-Muheet menyebut apa yang dilakukan Hizbullah tidak berasal dari Islam. Bahkan dia menuduh apa yang dilakukan Hizbullah sebagai upaya mempermudah masuknya Yahudi dan negara-negara besar di negara-negara Islam. Tidak terlalu jauh dengan apa yang disampaikan oleh salah satu mufti Arab Saudi ini, Antara hari Jumat (9/5) dalam laporannya menyebutkan, “Sumber-sumber keamanan mengatakan Hizbullah dan para pejuang dari gerakan Amal — keduanya kelompok Syi`ah — menyerbu kantor-kantor kelompok “Future” pimpinan Hariri di bagian barat Beirut yang didominasi Muslim.” Dan tanpa disadari, atau sadar, Antara telah memprovokasi umat Islam dalam memandang krisis baru yang terjadi di Lebanon.

Sebagaimana kata Sayyid Hasan Nasrullah dalam konferensi persnya, perang kali ini adalah antara perlawanan dan rencana Amerika!

Sumber: IRIB Bahasa Indonesia

  1. Juni 1, 2008 pukul 4:07 am

    He3x,udah ja bu diskusi aja di http://www.jakfari.wordpress.com. Undang saja temen2 ente.

  2. Juni 1, 2008 pukul 11:50 am

    @ Hildalexander

    nggak juga sih,
    Soalnya Iran mayoritas senjatanya buatan Russia 30% Amerika Serikat 30% dan China 30% sisanya buatan lokal.

    Sedangkan Suriah sedikit beda, hampir 70% senjatanya buatan Soviet/Russia sisanya buatan Prancis dan Korea Utara.

    Sedangkan Israel meski terlihat buatan amerika, sesungguhnya itu adalah buatan lokal yang dimodivikasi. (Teringat A4 Skyhawk yang pernah diporasikan oleh TNI AU -1980 s/d 2003) meski tua tapi kualitasnya terjamin.

  3. coang
    Juni 21, 2008 pukul 5:43 pm

    @aboezaid
    lagu lama para orang dungu, taunya menabur benih perpecahan, cocoknya orang seperti kamu harus sering2 diajak ziarah kubur, biar keseringan ingt mati, dan cepat berbenah diri..

  4. Narasinga Narpada Maharama
    September 3, 2008 pukul 7:32 am

    Syaikh Al Luhaidan : ‘Hizbullah’ adalah Hizbusy Syaithan
    Penulis: Syaikh Shalih bin Muhammad Al Luhaidan
    Fatwa-Fatwa, 19 Agustus 2006, 17:31:38

    Fatwa Syaikh Shalih bin Muhammad Al Luhaidan
    Ketua Majlis Qadha’ A’la (Saudi Arabia)

    Penanya: “Syaikh, kami memiliki beberapa pertanyaan. Kami minta izin kepada Anda untuk menyebarkannya.”
    Pertama ada pertanyaan yang berbunyi :
    “Kami mendengar di sebagian media adanya celaan kepada negeri kita ini (Saudi ) dan pemerintahnya, khususnya di akhir-akhir ini. Hal ini terjadi setelah (kejadian) Israel menyerang Libanon. Beberapa komentar sangat kelewatan hingga mereka menjadikan negara Saudi, Israel dan Amerika adalah satu kelompok. Semuanya kafir dan saling berwala’ (berloyalitas).
    Maka apa komentar anda, sebab kami mengetahui bagaimana pemerintah kami mencintai Islam dan kaum Muslimin? (Pemerintah kami) juga mendakwahkan Islam yang benar lagi murni, bahkan diantara mereka (pemerintah) dan para ulama saling memberi nasihat dan musyawarah dalam agama.

    Maka jawab beliau:
    Kekufuran itu adalah kalimat klasik yang biasa mereka lontarkan. Yang mereka ucapkan tidak lain adalah dusta. Tidak diragukan lagi bahwa kerajaan Saudi Arabia adalah yang menjadi target untuk diganggu oleh Amerika…
    Bukankah mereka telah menekan lembaga-lembaga sosial dan berambisi untuk menghentikan dan membekukan bantuan (kaum muslimin untuk muslimin).

    (Amerika) menghalangi usaha-usaha baik mereka (Arab Saudi) –semoga Allah melenyapkan kepongahannya (Amerika) dan menghancurkan kekuatannya-. Bukankah mereka menuduh para pembesar (negeri ini) bahwa mereka mendanai terorisme?! Yaitu apa yang mereka salurkan berupa sedekah untuk orang-orang fakir dari kaum muslimin dan yang mereka perbantukan kepada yayasan-yayasan sosial dalam mengajarkan ilmu.

    Maka yang mengatakan bahwa Saudi bersama Yahudi dan Amerika, tidak lain hal itu diucapkan oleh orang yang di hatinya ada kedengkian terhadap aqidah ini dan para pembawa serta pembelanya. Kedengkian-kedengkian itu hanya akan menjerumuskan pelakunya ke lembah kehinaan dan kejelekan.

    Tidak diragukan lagi… bahwa di dunia Islam tidak ada negara yang bisa memberikan bantuan melalui badan-badan dan lembaga-lembaga sosial seperti yang dilakukan oleh negara ini , baik atas nama pemerintah ataupun pribadi.

    Saya tidak suka kalau disebut “Israil (yang membantai-pent)”, sebab Israil adalah nama lain dari Nabi Allah, Ya’qub alaihissalam.
    Adapun mereka, (yang membantai), adalah famili para babi dan monyet…
    Tidak diragukan lagi bahwa mereka adalah Yahudi, bukan Israil. Tapi mereka menggunakan nama itu. Kemudian menjadi kesalahan dari ummat ini, baik itu negara Islam atau yang menjadikan Islam sebagai simbolnya menamakan mereka dengan nama Israil.
    Negara Yahudi menamakan dirinya dengan Israil, yakni di atas dasar keyahudian.
    Dan tidak diragukan lagi bahwa setiap orang yang berakal di dunia ini, apakah dari Nashrani di Barat ataupun orang kafir di Timur, melainkan dia tahu bahwa Amerika sangat gigih untuk melecehkan dunia Islam – diantaranya termasuk Arab Saudi-.

    Namun – dengan pertolongan Allah sajalah – dikarenakan kita berpegang teguh kepada agama kita yang benar dan kita menggigitnya – dengan gigi geraham kita – secara jujur, serta kita mengikhlaskan amal kita untuk Allah. Maka Allah menolong hamba-hambanya yang beriman. Tidak ada penyebab terlambat datangnya pertolongan Allah melainkan karena kehinaan hamba-hamba-Nya tersebut, yakni disaat mereka menyia-nyiakan agamanya.

    Maka kita mohon kepada Allah agar menampakkan kekuasaan-Nya -dengan segera tanpa ditunda- atas Amerika yang akan membahagiakan kaum mukminin…Iya.”

    Penanya: “Jazakallahu khairan, Syaikh.”

    Ada penanya berkata:
    “Syaikh Shalih bin Muhammad Al Luhaidan yang mulia, semoga Allah menjaga Anda dan membimbing Anda. Tidak tersamarkan atas Anda berbagai kondisi yang dialami kaum muslimin di dunia Islam, terjadi berbagai fitnah dan peperangan. Khususnya peperangan yang terjadi antara Yahudi dan kelompok Hizbullah yang merupakan kelompok Syi’ah di Libanon. Maka apa sikap seorang muslim terhadap peperangan ini?
    Sebab kita mendengar adanya ajakan untuk berjihad bersama mereka dan mendo’akan kemenangan untuk mereka ketika qunut.
    Kaum muslimin menjadi bingung terhadap hal ini. Maka apa pengarahan dari Anda?”

    Jawab:
    “Tidak diragukan lagi bahwa kelompok yang menamakan dirinya dengan Hizbullah (kelompok Allah-pent) adalah Hizbur Rafidhah (kelompok rafidhah). Dan Rafidhah telah diketahui (kesesatannya-pent) dan telah diketahuinya (sesatnya) manhaj metode mereka. Hakikat mereka adalah mereka menganggap mayoritas Ahlus Sunnah…(bahwa-pent) semua Ahlus Sunnah adalah orang kafir. Inilah mereka dan perkara ini tidaklah samar bagi orang yang menelaah buku-buku mereka.

    Maka kita berlindung kepada Allah, jika kebenaran menolong dan membela mereka serta membantu mereka, hal itu akan membuat mereka semakin kuat. (Ingatlah) mereka bagian dari Iran. Tidak ragu lagi (benarnya-pent). Hanya saja ucapan pemimpin Mesir, bahwa Syi’ah yang ada di negara itu berbeda dengan Iran. Sesungguhnya kecondongan dan Iman mereka bersama Iran.

    Namun manusia jika mereka ditimpa musibah, hendaknya mereka berusaha untuk mengobatinya dengan apa yang tepat dijadikan sebagai obat berbagai kondisi tersebut.

    Adapun apa yang menimpa Libanon secara umum, kalau tidak bisa dikatakan semua, dalangnya adalah kelompok ini. Mereka yang menamakan dirinya dengan kelompok Allah (Hizbullah), sebenarnya mereka adalah Hizbusy Syaithon (Kelompok/Partai Setan) ! Sekian.

  5. September 3, 2008 pukul 3:24 pm

    ndak heran aku baca fatwa itu. Baca aja berita-berita tentang Lebanon. Disaat faksi-faksi di Libanon sepakat untuk bersatu, ada satu faksi pemecah belah umat Islam yaitu salafy/wahabi antek2 zionis yang menolak bersatu.

Comment pages
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: