Tokoh penting Gerakan Hezbollah Lebanon menyatakan bahwa perundingan antar faksi politik Lebanon di Qatar tidak membahas tentang perlucutan senjata Hezbollah. Mohammad Raad, ketua fraksi Hezbollah di parlemen Lebanon yang mewakili Hezbollah dalam perundingan Doha Qatar kepada televisi Al-Manar mengatakan, pertemuan Doha tidak membahas masalah senjata Hezbollah, sebab kubu oposisi tidak akan memberikan kesempatan kepada pemerintah untuk melakukan tekanan.

Raad menambahkan, perundingan mengupayakan terbentuknya pemerintahan persatuan nasional, penyusunan undang-undang pemilu dan pemilihan presiden.

Wakil Hezbollah dalam perundingan mengatakan, kami siap untuk mencapai kesepahaman lewat perundingan Qatar dan kesepakatan mengenai prinsip-prinsip nasional bersama. Kami tidak menuntut hal yang berlebihan, namun juga menolak pihak lain memaksakan kehendak mereka.

Mohammad Raad menegaskan bahwa gerakan perlawanan atau moqawamah dan persenjataannya adalah garis merah yang tidak boleh dilanggar. Raad dalam lanjutan pembicaraannya menyatakan bahwa pihaknya tetap menjaga sikap lunak untuk mencapai kesepakatan dengan kubu pemerintah. Akan tetapi, kami juga siap mengambil keputusan jika ada tekanan yang ingin menguatkan posisi pemerintah.