Beranda > Tanggapan, Tulisan Orang > Pro-Kontra Kerusuhan Mei di Beirut

Pro-Kontra Kerusuhan Mei di Beirut

Aku postingkan tulisan ini, lagi-lagi, untuk mengcounter segala bentuk pendiskreditan terhadap Hizbullah dan pemanipulasian kebenaran pengetahuan akan kerusuhan Mei di Beirut.

Semoga, ini bisa cukup menjadi amunisi untuk ‘membunuh’ orang-orang yang dengan sadar melemahkan barisan umat Islam demi kepentingan Amerika dan Israel Laknatullah.

Mencoba mengikuti gaya khas orang-orang itu, maka aku ingin mengucapkan kata “TOBATLAH…!”

——————————————–

Pro-Kontra Kerusuhan Mei di Beirut

Oleh: Dina Y. Sulaeman

Untuk lebih jelas terkait konstelasi politik Lebanon, sebaiknya baca dulu artikel sebelumnya.

Jika kita membaca kerusuhan di Beirut selama sepekan lalu (8-14 Mei) dari media massa Barat atau pro-Barat, kejadiannya adalah, Hizbullah ngamuk setelah Perdana Menteri Siniora memutuskan menutup jaringan telekomunikasi Hizbullah dan mengganti kepala Bandara Beirut. Hizbullah (dengan embel-embel “didukung oleh Iran dan Suriah”) menyerang kelompok-kelompok pendukung pemerintah. Sebagian media bahkan menyebut bentrokan ini adalah antara mazhab Sunni melawan Syiah. New York Times memasang foto seorang wanita Druze yang menangis karena rumahnya dibakar. Tidak dijelaskan siapa yang membakar, tapi berita di bawah foto itu akan menggiring pembaca menyimpulkan bahwa pembakarnya adalah kelompok Hizbullah.

Tapi, mari kita sejenak menengok pemberitaan dari situs Al Manar, Kayhan, atau situs resmi Hizbullah. Kita akan menemukan fakta-fakta yang selama ini tersembunyi (atau disembunyikan) media Barat.

Misalnya, aksi Saad Hariri, anggota Parlemen Lebanon. Dia mempunyai kelompok bernama Al Mustaqbal. Di hari ke-6 bentrokan, Saad Hariri baru muncul dalam sebuah konferensi pers dan dengan enteng menyangkal bahwa kelompok Al Mustaqbal adalah kelompok bersenjata.

Padahal, kenyataannya, bentrokan dipicu oleh aksi-aksi teror milisi Al Mustaqbal yang dilancarkan terhadap penduduk sipil. Sebelumnya, menyusul keputusan Perdana Menteri Siniora untuk menutup jaringan telekomunikasi Hizbullah dan mengganti Kepala Bandara Beirut, Hizbullah (dan kelompok oposisi) menggerakkan demonstrasi damai memrotes pemerintah. Mereka menutup jalan-jalan di Beirut dan sekitarnya. Di sebagian besar wilayah Lebanon terjadi unjuk rasa menentang kebijakan ekonomi dan sosial pemerintahan Siniora. Aksi mogok yang digalang aliansi buruh ini juga merembet ke airport internasional Beirut sehingga melumpuhkan aktivitas di bandara ini. Sejumlah maskapai penerbangan membatalkan penerbangan hari ini dan para demonstran menutup jalan menuju bandara. Akibatnya, aktivitas perekonomian di Beirut dan wilayah lainnya lumpuh. Mayoritas pusat perbelanjaan ditutup, demikian juga sekolah dan universitas, karena para pekerja melakukan aksi mogok.

Teror Al Mustaqbal
Milisi Al-Mustaqbal kemudian melakukan berbagai teror, antara lain melemparkan bom ke tengah para demonstran, menyerang kantor partai-partai nasional, menutup jalanan, dan membakar rumah-rumah para politisi oposisi dan para pendukungnya. Di antara korbannya adalah rumah keluarga seorang anggota kelompok oposisi, Ahmed Mahmoud. Mahmoud sendiri, satu setengah tahun sebelumnya dibunuh oleh milisi Al Mustaqbal di kawasan Tariq el-Jadideh.

Di hari kedua bentrokan, penduduk kawasan Nuweiri memutuskan untuk menyerbu kantor kelompok itu dan menemukan senjata, amunisi, dan alkohol. Setelah itu, militer Lebanon datang ke lokasi dan menangkap 21 orang anggota milisi. Kejadian ini direkam dan ditayangkan oleh stasiun televisi Al Manar. Al Manar (dan stasiun televisi lain) juga menayangkan rekaman pembunuhan brutal yang dilakukan oleh milisi Al Mustaqbal di kawasan Halba, menewaskan 11 orang. Selanjutnya, aksi-aksi kelompok oposisi pimpinan Hizbullah berhasil memaksa milisi Al Mustaqbal menyerahkan kantor-kantor (markas) mereka di berbagai penjuru Lebanon. Hizbullah menyerahkan milisi itu kepada militer, begitu pula senjata dan amunisi simpanan milisi Al Mustaqbal.

Al Mustaqbal sebelumnya sudah pernah melakukan aksi teror, antara lain teror terhadap Arab University (Februari 2007) dan menembaki mahasiswa. Beberapa bulan setelah itu, milisi pimpinan Saad Hariri ini menembaki kantor Partai Sosialis Progresif (pimpinan Walid Jumblatt) di kawasan padat penduduk Aramoun. Televisi Al-Manar menayangkan rekaman aksi teror ini secara jelas memperlihatkan wajah para penembak.

Los Angeles Times (12 Mei) menurunkan laporan menarik tentang Al Mustaqbal. Dalam laporan itu dikutip pernyataan ahli keamanan Lebanon dan pejabat resmi negara itu, bahwa faksi politik utama Lebanon dengan dukungan AS telah membangun sebuah milisi di bawah kedok ‘perusahaan keamanan swasta’. Perusahaan keamanan bernama “Secure Plus” ini berada di bawah naungan kelompok Al Mustaqbal pimpinan Saad Hariri. Mereka dilatih dan dipersenjatai dengan tujuan untuk melawan kelompok Hizbullah. Dengan berkostum celana warna abu-abu dan kaos merah maroon, mereka dilatih militer dasar selama berbulan-bulan dengan gaji sebulan minimalnya $350.

Namun jangan terkecoh juga oleh gaya pemberitaan LA Times itu [1], karena senada dengan media Barat umumnya, kelompok-kelompok yang berseberangan di Lebanon digolongkan dalam kelompok Suni melawan Syiah. Padahal, ini adalah pertentangan antara kelompok pro-pemerintah (yang dibacking penuh oleh AS, Israel, dan beberapa negara Arab) melawan kelompok oposisi (yang dipimpin Hizbullah). Baik kelompok pro maupun oposan, terdiri dari berbagai agama dan mazhab; tidak ada yang melulu Sunni, dan tidak ada yang melulu Syiah.

Oposan Menang, Tapi Tidak Kudeta

Menanggapi aksi-aksi teror Al Mustaqbal (dan juga kelompok Walid Jumblatt), kelompok oposisi yang dipimpin Hizbullah melakukan perlawanan dengan cara menduduki berbagai pos penting di Beirut. Dalam aksi-aksinya, Hizbullah selalu berusaha menghindari pembunuhan (meski tentu saja, tak terelakkan, ada beberapa anggota milisi pro-pemerintah yang tewas). Para milisi dari kelompok Al Mustaqbal-nya Hariri dan kelompok Jumblatt hanya ditangkapi, dilucuti senjatanya, lalu diserahkan kepada militer Lebanon. Hanya dalam dua hari, mereka berhasil mengambil alih penguasaan kota Beirut. Kelompok oposisi mengepung tempat tinggal PM Siniora dan Saad Hariri, menguasai kantor harian Al Mutaqbal di jalan Alhamra, menangkap 100 orang anggota milisi, dan sekitar 800 orang lainnya menyerahkan diri pada militer. Selain itu, dalam penggrebekan di rumah salah satu menteri kabinet Siniora ditemukan sejumlah besar senjata dan perlengkapan militer. Sebagian besar anggota kabinet Siniora sejak Kamis malam setelah meluasnya bentrokan sudah angkat kaki dari Beirut.

Kemenangan Hizbullah membuat tokoh-tokoh pro Siniora mengubah nada bicaranya. Misalnya, Jumblatt dilaporkan telah mengirim pesan kepada pemimpin Hizbullah, Sayyid Hassan Nasrallah, untuk mengumumkan bahwa kekerasan yang terjadi di antara kedua kelompok hanyalah sementara dan kelompoknya mendukung gerakan Hizbullah (dilaporkan al-Jazeera TV). Saad Hariri juga menyatakan bahwa keputusan Siniora (untuk melucuti jaringan telekomunikasi Hizbullah) telah disalahpahami.

Puncak dari kemenangan kelompok oposisi tiba hari Rabu 15 Mei. Kabinet Siniora menyatakan membatalkan keputusan mereka untuk melucuti jaringan telekomunikasi Hizbullah dan tidak akan mengganti kepala Bandara Internasional Beirut.

Menariknya, meski sudah menang, alih-alih melakukan kudeta, Hizbullah menarik kembali pasukannya dari pos-pos yang didudukinya, mengembalikannya kepada militer, dan menyatakan kesediaan berunding. Perundingan sudah dimulai Jumat lalu di Qatar.

Semua ini membuktikan Hizbullah memang tidak ingin melakukan kudeta sebagaimana disebut-sebut sebagian media Barat. Ini pun diakui kepala intelijen Israel Major General Amos Yadlin, dalam interview-nya dengan Haaretz Kamis (16 Mei), “Hezbollah did not intend to take control… If it had wanted to, it could have done it.” ©Dina Y.Sulaeman

[1]http://www.latimes.com/news/nationworld/world/la-fg-security12-2008may12,0,6458359.story

Sumber: Dina Y. Sulaeman

  1. Mei 20, 2008 pukul 8:28 pm

    anda Syi’ah ya???
    seperti dugaan ana…hmmm
    hadakallah ya akhi

  2. Mei 21, 2008 pukul 12:34 pm

    Anda antek-antek Amerika si pemecah belah umat Islam yach? seperti dugaan inyong.

    Bentuk pendiskreditan apapun terhadap umat Islam secara umum dan umat Islam Syi’ah secara khusus, akan selalu ada husain-husain zaman ini yang akan membungkam mulut dan membelenggu tangan orang-orang seperti Anda.

    ok?

  3. syafiin
    Mei 22, 2008 pukul 3:04 am

    Kejadian kemarin adalah “kudeta” gagal Saudi, Israel dan Amerika yang kesekian kalinya.

    Sudah beberapa kali Saudi, Israel dan Amerika ingin menciptakan kembali perang saudara di lebanon dan menghancurkan satu-satunya kelompok perlawanan Islam dan Arab di luar Israel yaitu “hizbullah” tapi rupanya Allah SWT menghendaki lain.

    dalam kasus ini saya rasa pemerhati konflik Israel-hizbullah perlu juga membaca tulisan Sami Moubayed “A deadly miscalculation in Lebanon” yang dikutip situs muslim – sunni Australia (mengupas keterlibatan Saudi tentunya mewakili Amerika & Israel)

    http://muslimvillage.com/story.php?id=2726

    Soal blogger salafy/wahabi itu biasa mas Yaser mereka hanya membeo terhadap raja wahabi antek Amerika dan zionis (Saudi Arabia). apalagi kejadian kemarin arsiteknya kan Saudi Arabia.

    siapa yang nggak tahu kalo mereka antek Amerika dan zionis , sayang sih mereka tidak membaca media arab maupun asing atau blogger-blogger Arab tentang sepak terjang Kerajaan Saudi Arabia dalam konflik timur-tengah !!

  4. Mei 22, 2008 pukul 3:34 am

    bukannya Syi’ah tuhn yang bermesra-mesraan dengan Amerika dan Yahudi?? buktinya di Iraq orang Syi’ah membantai muslim Sunni…
    semoga Allah memberi hidayah kepada Syi’i…

  5. Mei 22, 2008 pukul 4:46 am

    @ aboezais

    ada bukti nggak, kok sejauh ini nggak ada literatur yang menyebutkan hal yang deminian yah ?

    Lagi pula kalo mereka bermesraan kenapa Hezbollah justru berperang dengan Israel sedangkan Saudi yang mayoritas Sunni malah membuka pangkalan militer untuk Amerika Serika dan membeli senajta hasil modifikasi Israel – F-15S (Saudi) racikan Elbit ISrael ?

  6. Mei 22, 2008 pukul 5:46 am

    @aboezaid
    ya kalau masalah dalil al-qur’an, saya yakin ente lebih menguasai daripada mas retorika. Tetapi pengetahuan akan perpolitikan timur tengah, apalagi dunia persenjataan, mas retorika lebih menguasai daripada Anda.

    Sejauh ini, Anda tidak menunjukkan bukti.

  7. Mei 22, 2008 pukul 6:01 am

    @syafiin
    Makasih banyak atas informasinya. Semoga ini bisa menjadi amunisi tambahan.

  8. hilda alexander
    Mei 23, 2008 pukul 3:33 am

    Nih ada data aktual terkait kondisi Timur Tengah. Enam negara di kawasan Teluk menyusul kenaikan harga minyak yang mencapai tingkat tertinggi dalam sejarah, berhasil menghimpun cadangan devisa tambahan sebesar 1,5 triliun dollar AS.

    Dana keuntungan dari harga minyak itu, sekitar 1 triliun dollar AS digunakan untuk pembangunan di kawasan, 300 miliar dollar AS untuk investasi di AS, 100 miliar dollar AS untuk berinvestasi di Eropa, dan hanya 100 miliar dollar AS untuk berinvestasi di Asia. Dana untuk berinvestasi di Asia itu kini lebih banyak diperebutkan China, India, Singapura, Thailand, Indonesia, Malaysia, dan Filipina.

    Nah jelas ketahuan kan, jatah investasi untuk AS jauuuuh lebih besar dari dana yang dialokasikan untuk Asia yang notabene (khususnya Asia Tenggara) memiliki kedekatan emosional. Kenapa bisa begitu?

    Kendati data yang saya ungkapkan tadi tidak berhubungan langsung dengan tulisan Yasser, tapi saya harap bisa menambah wawasan bagi kita untuk memandang sebuah persoalan secara komprehensif… tidak parsial hanya dari satu angle.

  9. Mei 23, 2008 pukul 3:35 am

    sumbernya darimana mbak?

  10. hilda alexander
    Mei 23, 2008 pukul 3:40 am

    Dari uraian Pakar Timur Tengah UGM, Dr Siti Muti’ah Setiawati dalam Seminar Internasional Mengenai Timur Tengah di Yogyakarta beberapa waktu lalu. Dikutip juga di harian Kompas 7 April 2008….

  11. Mei 23, 2008 pukul 7:57 am

    @ Ressay – Hilda

    Simple men ….

    Kebetulan saia punya sahabat dekat (cewek nih), ibunya orang Qatar bapaknya wong jowo timur yg menjadi salah satu petinggi caltex di Qatar, dia cerita sama saia banyak hal …

    1. Warga timur-tengah, arab khususnya mereka sebenarnya lebih jauh American Oriented (bukan european) dibanding kita yang orang asia.

    2. Kedekatan emosional ?

    wah maaf nih, saia bukan bermaksud sara nih, rasanya ini sudah merupakan kesalahan presepsi paling mendasar yang terjadi pada muslim di indonesia pada khususnya😕

    jangan berpikir, mentang2 sesama muslim kita akan di nomor satukan oleh mereka lho! betul kebanyakan orang indonesia menganggap orang Arab eg Saudi adalah orang paling Islam dan mengharap mereka akan menerima orang seagama selayaknya orang indonesia mengagung agungkan mereka?

    Tidak bung! banyak dari mereka menganggap kita satu tingkat derajatnya dibawah mereka😕 nah ini terkait dengan postingan saia di sini :

    http://retorika.wordpress.com/2007/12/02/orang-indonesia-orang-kebanyakan/

    memang tidak sedikit dari mereka yang tidak menganggap hal itu sebagai perbuatan yang benar (menomor duakan orang non arab) tetapi umumnya mereka yang sudah berpikiran terbuka itu adalah mereka yang telah merantau ke negri orang seperti ke Indonesia, eropa dsb.

    sehingga amat rancu dan keliru bila mengidentikan islam dengan Arab, karena seperti orang indonesia, merekapun memiliki berbagai macam budaya dan adat.

    Karena untuk membela Islam belum tentu bijaksana bila kita mengusung2 nama Arab semata, karena ISlam sendiri adalah Universal bukan identik dengan suku-negara tertentu

    Maaf oot😳

  12. hilda alexander
    Mei 23, 2008 pukul 8:04 am

    @RETORIKA
    Hehehe saya ngerti kok…. Islam bukan Arab…
    Saya hanya menunjukkan bahwa negara-negara Asia Tenggara (khususnya Malaysia dan Indoensia) yang notabene punya kedekatan emosional (sentimen keagamaan) justru hanya diberi kuota 100 miliar dolar AS saja. Itupun harus berebut dengan negara Asia lainnya….

    Sementara di AS, mereka justru memberikan kuota investasi jauuuuh lebih besar, 300 miliar dolar AS….

    begitu Bung….

    komentar-komentar saya di tulisan-tulisan yang Anda postingkan bahkan sangat menentang identtifikasi Islam sama dengan Arab….. coba cek lagi…🙂

  13. Mei 23, 2008 pukul 8:08 am

    Lupa xixixi

    ke masalah no 1.

    Kenapa mereka lebih American Oriented dibanding Asian Oriented.

    Pertama: entah kenapa life style mereka sendiri (trutama muda-mudi) betul betul American Wannabe🙂 saia sendiri nggak menyalahkan kok, its their right to be act like that.😀

    Kedua: Bisa dilihat dari tata kota mereka baik di Saudi, Dubai, Emirates Dll betul betul meniru habis tata kota di Amerika khsusunya di Los Angles.

    Ketiga: Infra struktur maupun tenaga konsultan mereka sendiri pun kebanyakan berasal dari Amerika serikat jadi nggak heran lah mereka lebih condong ke Amerika dibanding Asia. Nah!

    Sumber : pengalaman pribadi dan keluarga ndiri😆

  14. Mei 23, 2008 pukul 8:09 am

    @ mbak Hilda

    iya mbak saia tau kok😀

  15. hilda alexander
    Mei 23, 2008 pukul 8:18 am

    @RETORIKA
    tambahan nih…. Tom Wright, arsitek kelas wahid asal Inggrislah yang merancang hotel super mewah Al Burj di Dubai….

    saya sempat mewawancarainya ketika dia menjadi pembicara dalam sebuah seminar arsitektur di Hotel Sultan (rangaian acara yang berkaitan dengan peresmian Regatta, Pantai Mutiara); proyek dia selanjutnya adalah mendesain sebuah casino bay terbesar di dunia…. tebak di mana? bukan di S’pore, bukan pula di Las Vegas, atau Macau… melainkan di Kuwait… halah!!!!

    Sementara untuk Qatar, dia tengah mendokumentasikan proyek supermall mewah yang hanya akan diisi oleh tenan berbau butik dengan brand international. Bahkan Harrods pun ditendang dari sini…..

    dari ilustrasi tersebut, lantas kemana expert-expert lokalnya? apakah kualifikasi dan kapasitas mereka tidak dipercaya oleh pemegang kapital negeri petrodollar itu, atau memang ada sindrom bahwa using foreigners gengsinya jauh lebih tinggi?

    satu lagi, please dunt call me ‘mbak’, coz i’m too young to be called ‘mbak’ hehehehe……

  16. Mei 23, 2008 pukul 9:05 am

    SILAKAN KUNJUNGI UNTUK MENGETAHUI AQIDAH DIBALIK PENGKHIANATAN SYI’AH KEPADA UMAT ISLAM SEPANJANG MASA

    http://salafiyunpad.wordpress.com/2008/05/23/silsilah-pengkhianatan-syiah-terhadap-umat-islam-3/

  17. Mei 23, 2008 pukul 11:55 am

    @ MBAK … hilda:mrgreen:

    So kayaknya sentimen emosional sesama muslim yang digadang2 kebanyakan umat islam di indonesia seperti : Cinta Bertepuk Sebelah Tangan …

  18. Mei 23, 2008 pukul 6:25 pm

    Aboezayd, bantah dl dnk yg masalah hizbullah br masalah syi’ah. Kalo mau diskusi masalah syi’ah, diskusi di http://www.jakfari.wordpress.com. Kita udah siap nunggu untuk berdialog di sana. Salafy unpad, qo g bs bpkr logis dan runut. Kan unpad itu pinter-pinter kan?

  19. Mei 28, 2008 pukul 12:50 pm

    lebanon kapan damei yah?

    padahal kata saia sih, sistem pemerintahannya dah oke, terbagi rata..

    PRESIDEN orang maronit
    PM orang sunni
    JUBIR PARLEMEN orang syiah

    harusnya harmonis tha ya..

    ada ISRAEL LAKNATULLAH aje sih
    jadi si lebanon yang taun 60an ini dikenal sbage parisnya arab, langsung jadi ladang jihad!

  20. hibrul
    September 12, 2008 pukul 3:00 am

    Tolong si ressay ini cari tau dulu siapa itu hizbullah, baru berkoar-koar, jangan gampang termakan omongan dusta..
    Berbahtah2an dengan orang2 jahil masalah diin? (HMI). kalau kamu benar trus aku ikut kamu?kalau aku benar, kamu ikut aku, begitu?
    cari aja orang2 yg sama jahilnya ama kamu, trus ajaklah berbantah2an. Karena aku adalah orang yang sudah tetap dengan agamaku, sedangkan kamu tidak lebih dari sekedar jahil yang masih ragu dengan agamamu. Sadarilah itu wahai pemuda….
    Never again for this site..goodbye

  21. September 12, 2008 pukul 7:46 am

    bubye ustadz….

    ati-ati ya. Kalau rindu dengan saya, datang lagi aja kesini.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: