Beranda > News > Polisi Gila Obrak-Abrik Kampus UNAS

Polisi Gila Obrak-Abrik Kampus UNAS

Baru-baru ini aku baca berita tentang terungkapnya perselingkuhan 2 kapolsek dan penembakkan yang diduga dilakukan oleh polisi ketika demo mahasiswa yang menolak kenaikan harga BBM sedang berlangsung. Sontak saja aku kaget membaca itu. Bahkan muncul kegeraman tersendiri dalam batinku melihat realita yang ada.

Belum cukup berita itu membuat dada ini kembang kempis begitu cepat, pagi ini dadaku seakan semakin cepat saja detaknya. Cerita itu berawal saat polisi hendak membubarkan demonstrasi 300 mahasiswa di depan kampus Unas, Jalan Sawo Manila, Pejaten, Jakarta Selatan, itu Sabtu (24/5/2008) pukul 05.00 WIB. Mahasiswa UNAS yang sedang berdemo menolak kenaikan harga BBM dibubarkan secara paksa oleh aparat kepolisian. Mahasiswa UNAS yang saat itu kebingungan mencari perlindungan, lari tunggang langgang menuju kawasan kampus UNAS menghindari kejaran polisi yang berjiwakan preman pasar.

Melihat mahasiswa itu masuk kampus, sekumpulan orang yang berlindung dibalik seragam suci polisi itu terus mengejar sampai ke dalam kampus.

Dilaporkan oleh detik.com bahwa di dalam kampus UNAS saat itu terjadi pengepungan yang dilakukan oleh ratusan polisi terhadap 50 mahasiswa. Penyerbuan polisi ke dalam kampus UNAS membuat sejumlah saksi mata tercengang. Mereka melihat para polisi itu menggebuki, menelanjangi, dan memasukkan mahasiswa-mahasiswa itu ke dalam truk polisi.

Karena digebuki, mahasiswa lari kocar-kacir ke dalam kampus. Polisi mengejar. Mahasiswa lari berpencar. Ada yang berhasil lompat pagar ke luar kampus. Ada yang bersembunyi di sejumlah ruangan.

Namun naas bagi sekitar 50-an mahasiswa. Mereka terpojok di sebuah lapangan kampus. Karena tak ada kemungkinan lari lagi, mereka bertahan dengan cara duduk di lapangan itu.

“Mereka melakukan aksi duduk supaya polisi menghentikan aksinya. Tapi justru polisi membuat lingkaran dan beramai-ramai memukuli kami memakai pentungan dan tameng mereka,” kata Baron.

“Itu pembantaian!” kenang Baron yang kemudian berhasil kabur dengan meloncati pagar. Dari balik pagar itu, Baron menyaksikan rekan-rekannya terus digebuki.

Kesaksian Baron dikuatkan satpam Unas bernama Iwan. Dari sebuah WC di lantai 4, Iwan melihat 50-an mahasiswa dikepung polisi. “Mereka diinjak-injak. Pokoknya polisi sadis sekali,” kenang Iwan.

“Baju-baju para mahasiswa itu dicopoti. Mereka (mahasiswa) teriak-teriak minta ampun,” kata Iwan.

Setelah ‘dibantai’ itu, truk polisi datang mengangkut mereka. Mereka itulah sebagian dari 100 mahasiswa Unas yang dibawa ke Mapolres Jakarta Selatan.

Kegarangan para polisi bermental preman tengik itu tidak cukup sampai disitu. Selain memukuli mahasiswa (yang kalau diperbolehkan bawa clurit pasti akan menggorok leher polisi itu), mereka lantas mengobrak-abrik KOPMA UNAS lalu menjarah aset-aset milik KOPMA UNAS.

Minuman sachet, buku tulis, dan alat tulis lainnya yang berada di dalam Koperasi Mahasiswa (Kopma) Universitas Nasional terlihat berceceran di lantai. Rak-rak tempat menaruh barang dagangan juga sudah berdiri tak beraturan.

Begitulah kondisi ruangan berukuran 2×3 m2 tersebut. Isinya sudah carut marut bersama pecahan kaca. Tidak ada lagi barang-barang tertata rapi.

“Polisi melakukan penjarahan di Kopma. Di kopma barang-barangnya habis semua. Rokok juga diambil. Duit, minuman-minuman, pintu kopma didobrak,” kata Abhe, mahasiswa fakultas hukum yang juga menjaga Kopma Unas, ditemui di Kampus Unas, Jl Sawo Manila, Pejaten, Jakarta, Sabtu (24/5/2008).

Dari pantauan detikcom, pintu kopma rusak akibat dibuka paksa. Gemboknya patah. Ketika masuk ke dalam, di lantai berserakan semua barang dagangan. Minuman-minuman kaleng dan gelas yang ada di dalam 2 kulkas hanya tinggal beberapa saja.

Beberapa mahasiswa masih bergerombol tidak jauh dari kopma yang berada di gedung serbaguna, menyatu dengan gedung perpustakaan pusat. Di depan kopma hanya ada satpam yang berjaga-jaga.

“Kita marah dengan polisi karena kampus kita dihancurin oleh polisi. Kita nggak nyangka polisi masuk ke dalam kampus. Kan tidak ada peraturan yang memperbolehkan mereka masuk ke dalam kampus,” kata Oting, mahasiswa jurusan Hubungan Internasional Unas, dengan kesal.

Menurutnya, polisi bukan hanya menjarah kopma. Barang milik pribadi mahasiswa seperti dompet dan handphone disita. “Lihat, tas kami kosong. Semuanya dibawa oleh polisi,” ketus Oting.

Mengetahui kampusnya diobrak-abrik oleh segerombolan pengecut berselimutkan seragam suci polisi, Rektor Unas Umar Basalim memprotes keras aksi polisi itu.

“Penyerbuan polisi ke kampus, kami memprotes keras tindakan itu,” kata Umar dalam sambutan acara Wisuda Universitas Nasional di Panti Prajurit Balai Sudirman, Jl Soepomo, Jakarta Selatan, Sabtu (24/5/2008).

Kehadiran Ketua DPR Agung Laksono di acara wisuda itu pun tak disia-siakan Umar. Umar langsung mengadukan kejadian itu pada Ketua DPR yang duduk di barisan tamu.

“Kebetulan ada Ketua DPR di sini, kita sekaligus mengajukan protes ini pada Ketua DPR,” kata Umar.

Referensi: Detik

———————

Apakah Polisi diperbolehkan memasuki kampus?

Apakah Polisi diperbolehkan memukuli dan menelanjangi mahasiswa sedangkan mahasiswa tidak boleh menggorok leher polisi itu?

Apakah Polisi diperbolehkan menjarah isi kampus sedangkan mahasiswa tidak boleh menjarah uang yang ada ditangan para pejabat korup dan pengusaha culas, untuk rakyat jelata?

  1. Della
    Maret 21, 2009 pukul 7:07 pm

    OPini eMang bebas yach. Untuk kawan-kawan UNAS, Solidarity Forever dech.

    “Gw ga yakin si’MAHASISWA TULEN’ tu beneran mahasiswa, asli! Polisi kali lo yeee?”
    Ato kalo bukan, mahasiswa tapi, ya mahasiswa apa adanya, yang ntar kalo lulus bakal nenteng ijasah kemana-mana. Coba deh Mbak Mas ato A’ Teh, jangan sekedar baca koran ma liat Tv, turun donk cari tau kebenaran itu sendiri. Apel yang mengkilat kulitnya bisa busuk isinya, begitu juga sebaliknya. Ni idup Bro/Sis, da item da putih.

    Mahasiswa mabok n Freesex, oke salah, liat donk sisi lainya. Polisi menjalankan tugas, punya keluarga, cari uang untuk susu anak, oke mulia, liat donk sisi lainya.

    Jadi gw yakin kalo pun lo beneran Mahasiswa Tulen, gw percaya, karna Mahasiswa Tulen itu hanya robot yang lagi dirakit untuk jadi ROBOT PEKERJA sampe mati, gw yakin salah satunya orang kya lo, itu pun klo dpt kerja, na klo lo bego, ya wasalam.

    • Maret 24, 2009 pukul 8:10 am

      aku ndak paham komentar macam apa diatas ini.

    • ..
      Desember 28, 2009 pukul 2:53 am

      ga jls

  2. Maret 21, 2009 pukul 7:30 pm

    Saya mahasiswa unas, dan berada di lokasi kejadian…
    jelas disana bukan hanya ada bentrok & pelecehan terhadap mahasiswa..
    Mahasiswa & Masyarakat lingkungan unas tau..
    Polisi tidak hanya menyerang kampus tapi juga menjarah koperasi & merusak kampus..
    Mungkin karena polisi ngga pernah kuliah? atau polisi berpendidikan terlalu rendah?
    sehingga ngga bisa membedakan sarana pendidikan..
    rekan saya (wanita) di ludahi mulutnya..
    rekan saya (pria) sekarang almarhum di pukul hingga tewas (maftuh fauzi)

  3. petruk
    Juni 19, 2009 pukul 3:43 am

    kyanya kalian2 to beranggapan yg enga2,klo Qta idp,coba sx2 balik2in lach..gmn klo qta jd polisi,atw qta jd yg unra,…negara qta udah demokrtis..klo qta ngrs tertekan…qta aduin z kekomns ham…tp klo lo jd polisi,trs ada yg unras rese..dibayarin lg..yg unras itu namanya apa?klo bkn orang bayaran,alias unras bajakan..apalagi ngmongnya itu ga da tatakrama….bahasanya to kya binatang…sambil mabok lg….ktanya mahasiswa?mahasiswa kan lbh berpendi2kan ktanya…tp klakuanya bejat..thx

  4. Juni 20, 2009 pukul 7:59 am

    Bejat seperti apa yang anda maksud? sudah jelas itu pembantaian.. kejadian itu ngga akan pernah dilupakan begitu saja oleh kami WARGA UNAS. siapa yang bejat? mereka yang berteriak karena lapar tidak mampu membeli minyak atau mereka yang berseragam menjarah kampus???

    Saya ada dilokasi pasca kejadian, saya bisa melihat dengan jelas, disana PENJARAHAN dan PEMBANTAIAN.

    Saya rasa POLISI HARUS DI KULIAHI AGAR TIDAK TERLALU BODOH, BAGAIMANA MUNGKIN APARAT BERPENDIDIKAN LEBIH RENDAH dari orang yang di naungi nya..

    Sudah Rahasia Umum watak POLISI SEPERTI APA.

  5. Juni 20, 2009 pukul 8:01 am

    Tidak semua mahasiswa bejad. Tidak semua polisi bejad.

    So, obyektiflah dalam memandang, baik mahasiswa maupun polisi.

  6. gowa
    Februari 1, 2010 pukul 2:41 pm

    menurut gw c…kita semua udah ga ada rasa PEDULI satu sama lain..come on kita semua tuh SAUDARA… gw yakin pasti banyak negara LAEN ketawa bahkan HINA kita atas kelakuan yang kita semua bikin!!!!!

  7. GABER
    Februari 8, 2010 pukul 8:11 am

    MAHASISWA bisanya demo…. aj coba nanti kalo udah lulus, bingung ga dapet kerjaan. nyagok juga biar bisa kerja. belom lagi kalo jadi pejabat pasti KORUPSI… Mahasiswa yang pinter-pinter pasti Demonya dengan cara-cara cerdas gak kaya preman……… ayo pak Polisi hajar aja para pendemo yang melanggar HAM orang lain

    • Februari 8, 2010 pukul 8:17 am

      Ndak menggeneralisir. Ada juga mahasiswa aktivis yang sukses dalam kehidupan. Ayo rakyat hajar polisi yang menyalahgunakan wewenangnya…!!!

  8. gembel....
    Maret 23, 2010 pukul 1:47 pm

    Tetep aj polisi harus bisa menahan diri….
    percuma aj klo polisi jg pake emosi percuma pke seragam
    mending copot tu seragam trus duel da kaya preman…..
    Polisi bilang penjahat,preman smpah masyarakat tp POLISI Kelakuanya lbh lbh Prh dr PREMAN N Penjahat,…..Lebih byk kotory dr bersihnya….

  9. cluod
    Juni 19, 2010 pukul 2:17 am

    ituh toh buat polisi toh buat masis, di harap kan jdi pertim bangan”pelanjaran”

  10. Juli 6, 2011 pukul 11:55 am

    Selamat datang,
    darimana asal usulmu :
    1. isilah mainanmu
    2. semua berangkat
    3. jangan bergerak semua
    4. permata hatiku

  11. yaqub
    November 6, 2012 pukul 2:58 am

    POLISI ANJING TAI KUCING

    salam perjuangan !

Comment pages
1 3 4 5

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: