Baru saja tadi aku ngobrol dengan salah seorang kawan yang nampaknya dia seorang aktivis Islam jalanan. Sebutan yang aneh di telinga kita. Atau mungkin aneh di telingaku tetapi tidak tidak aneh di telinga Anda. Aktivis Islam Jalanan ini begitu terkenal di kota Solo. Tiap malam minggu mereka melakukan aksi sweaping terhadap para preman yang berkeliaran kampung sambil mabuk-mabukkan. Tidak jarang aksi adu jotos pun berlaku pada aksi sweaping yang mereka lakukan.

Menurut penuturan kawanku yang merupakan salah satu dari Aktivis Islam Jalanan tersebut bahwa sebenarnya mereka tidak ingin terjadi kekerasan. Awalnya mereka hanya sekedar mengingatkan untuk tidak mabuk-mabukkan apalagi mabuk-mabukkan di depan umum. Lebih baik mabuk di dalam rumah lalu kunci pintu rumah mereka. Tetapi sering kali nasehat tersebut dibalas dengan cacian bahkan sering kali yang mereka dapatkan adalah bogem mentah.

Ada dua pendapat seputar fenomena yang aku sebutkan diatas. Ada sebagian umat Islam yang memandang bahwa tindakan mereka itu merupakan tindakan yang melanggar hukum. Bahkan itu bisa memperburuk citra umat Islam di mata masyarakat. Tetapi ada juga yang berpendapat bahwa apa yang mereka lakukan itu sebagai bentuk Amar Ma’ruf Nahi Mungkar.

Lalu bagaimana pendapat Anda dengan adanya fenomena Aktivis Islam Jalanan ini?